CIANJUR TIMES, Cianjur – Titik kebakaran baru terpantau di kawasan kawah Gunung Gede, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), pada Jumat (7/8/2026). Relawan memperkirakan area terdampak mencapai sekitar lima hektare, namun luas pasti dan penyebab kebakaran masih menunggu pendataan resmi dari pihak berwenang.
Sebelumnya, kebakaran lahan juga terjadi di kawasan Alun-alun Suryakencana pada Kamis (6/8/2026) sore dan telah ditangani relawan bersama petugas TNGGP.
Api Terlihat Sejak Dini Hari
Relawan lingkungan dari komunitas Volunteer Raindeward1819, Andri Gunawan, mengatakan titik api di kawasan kawah pertama kali terlihat oleh warga sekitar Cibodas pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
“Mulai terlihat sekitar jam 02.00 oleh masyarakat di Cibodas. Setelah mendapat informasi, sekitar pukul 06.30 kami memberangkatkan dua orang untuk memonitor kondisi di lokasi,” ujarnya, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Andri, sejumlah relawan sebelumnya memang telah bersiaga di kawasan Gunung Gede untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru setelah kebakaran di Alun-alun Suryakencana.
Relawan Cegah Api Meluas
Setelah menerima laporan bahwa kebakaran di kawasan kawah cukup besar, relawan dari jalur Gunung Putri dan Cibodas bergerak melakukan pemantauan dan penanganan bersama. Berdasarkan pengamatan visual di lapangan, perkiraan area yang terdampak mencapai sekitar lima hektare.
Sejak sekitar pukul 10.00 WIB, para relawan berupaya mencegah api meluas dengan membuat batas bakar di sekitar area yang telah terbakar. Mereka menggali tanah pada sejumlah titik untuk menghambat pergerakan api menuju area vegetasi di sekitarnya.
“Kami berusaha meminimalisir dan membatasi perluasan api dengan cara membuat batas di titik-titik yang sudah terbakar. Agar api tidak menjalar lebih jauh,” katanya.
Upaya tersebut relawan lakukan hingga menjelang magrib, sementara sebagian relawan tetap bersiaga di lokasi untuk melakukan pemantauan lanjutan. Dalam penanganan tersebut sekitar 200 orang yang terdiri dari relawan dan masyarakat turut terlibat.
Andri menegaskan api belum dapat dipastikan padam sepenuhnya, meski penyebarannya berhasil diminimalisir.
“Kalau padam total belum bisa dipastikan. Tetapi untuk mencegah penyebaran agar api tidak meluas, sejauh ini sudah berhasil kita minimalisir,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa area yang mengarah ke dinding kawah relatif minim vegetasi sehingga potensi penyebaran api ke arah tersebut lebih kecil. Sementara sisi barat dan timur yang berbatasan dengan kawasan hutan terus dipantau untuk mencegah api menjalar ke area vegetasi yang lebih rapat.
Belum Bisa Dikaitkan dengan Kebakaran Suryakencana
Terkait munculnya kebakaran di kawasan kawah sehari setelah kebakaran Alun-alun Suryakencana, Andri menegaskan kedua kejadian tersebut belum dapat dikaitkan sebagai satu rangkaian peristiwa.
“Kalau dari jarak Alun-alun ke kawah itu sekitar dua kilometer. Jadi belum bisa kita simpulkan ada korelasi antara kebakaran hari Kamis dan kebakaran yang terjadi hari Jumat,” tegasnya.
Dalam penanganan kebakaran, relawan juga menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan peralatan dan logistik di kawasan pegunungan.
Penutupan Pendakian Gunung Gede
Sementara itu, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) resmi menutup sementara seluruh aktivitas pendakian. Hal ini sebagai dampak dari kebakaran di kawasan Alun-alun Suryakencana.
Penutupan berlaku selama lima hari, mulai 7 hingga 11 Agustus 2026. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Balai Besar TNGGP tentang penutupan kegiatan pendakian dalam rangka penanganan kebakaran.
Kepala Balai Besar TNGGP, Sadtata Noor Adirahmanta, mengatakan kebijakan tersebut ia ambil untuk menjamin keselamatan pendaki, pengunjung wisata, masyarakat, serta para pegiat alam bebas, sekaligus mendukung proses penanganan kebakaran.
“Dalam rangka penanganan kebakaran di Alun-alun Suryakencana. Kegiatan pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ditutup pada tanggal 7 Agustus sampai dengan 11 Agustus 2026,” terangnya.
Penutupan berlaku untuk seluruh jalur dan pintu masuk pendakian yang berada di kawasan TNGGP. Bagi calon pendaki yang telah melakukan pemesanan pada periode penutupan, pihak balai menyediakan mekanisme refund. Pengelola akan mengirimkan tautan pengajuan ke nomor WhatsApp ketua kelompok pendakian yang terdaftar saat pemesanan.
Hingga Sabtu siang, relawan dan petugas gabungan masih melakukan pemantauan di kawasan kawah Gunung Gede. Mereka hendak memastikan tidak ada titik api baru yang berpotensi meluas ke kawasan hutan dan vegetasi di sekitar Gunung Gede.










