CIANJUR TIMES, Ciranjang – Warga Kampung Pasir Kunci, Desa Nanggalamekar, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, digegerkan dengan penemuan dua ekor ular sanca (piton) berukuran sekitar tiga hingga empat meter di dalam bak bekas septic tank di lingkungan Pondok Pesantren Darul Faroh, Kamis (30/7/2026).
Kedua ular pertama kali para santri temukan saat hendak memeriksa kolam ternak lele yang berada di dalam bak bekas septic tank tersebut. Namun, mereka justru melihat dua ekor ular berukuran besar berada di dasar bak. Temuan itu langsung mereka laporkan kepada pengurus pondok pesantren dan pemerintah desa.
Menerima laporan tersebut, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Ciranjang langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena posisi ular berada di dasar bak dengan lubang yang sempit sehingga menyulitkan petugas untuk turun dan melakukan penangkapan.
Wakil Komandan Regu (Wadanru) Damkar Ciranjang, Ahmad Z Kurniawan, mengatakan pihaknya sempat mengalami kendala saat proses evakuasi karena akses menuju dasar bak sangat terbatas.
“Setelah mendapat laporan, kami langsung menuju lokasi. Ternyata ular berada di dalam bunker atau bak bekas septic tank dengan posisi yang cukup sulit karena lubangnya kecil. Kami harus mencari tangga terlebih dahulu agar petugas bisa turun ke dasar bak. Selain itu, proses evakuasi juga terkendala hujan, tetapi alhamdulillah kedua ular berhasil dievakuasi dengan aman,” kata Ahmad, Jumat (31/7/2026).
Petugas Berhasil Amankan Dua Ekor Ular Sanca
Menurut Ahmad, berkat kerja sama seluruh personel, kedua ular akhirnya berhasil petugas evakuasi dalam keadaan hidup tanpa menimbulkan korban jiwa.
“Alhamdulillah, dua ekor ular sanca berhasil kami evakuasi dalam keadaan hidup. Panjangnya sekitar 3 meter dan 4 meter. Tidak ada korban dalam kejadian ini dan proses evakuasi berjalan dengan aman,” ujarnya.
Meski tidak berbisa, ular sanca merupakan salah satu jenis ular yang berbahaya karena melumpuhkan mangsanya dengan cara melilit hingga menyebabkan gangguan pernapasan. Karena itu, petugas mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap ular secara mandiri apabila menemukannya di lingkungan permukiman.
“Kami mengimbau masyarakat agar segera menghubungi petugas jika menemukan ular atau satwa liar lainnya. Jangan mencoba menangkap sendiri karena bisa membahayakan keselamatan,” pungkasnya.***










