CIANJURTIMES, Cianjur – Polisi menangkap RA (20), perempuan muda yang diduga membuang bayi laki-laki ke sungai di wilayah Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur.
Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi mengatakan penyidik berhasil mengidentifikasi pelaku setelah melakukan serangkaian penyelidikan usai penemuan bayi dalam karung di aliran sungai Kampung Ciburial, Desa Sukasari.
“Begitu identitasnya diketahui, kami langsung mengamankan RA di rumahnya. Jarak rumah pelaku ke lokasi pembuangan sekitar satu kilometer,” ujar Alexander, Rabu (20/5/2026).
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mengungkap RA melahirkan bayi tersebut seorang diri di rumahnya tanpa bantuan tenaga medis maupun orang lain.
Setelah melahirkan, pelaku memasukkan bayi ke dalam karung lalu membuangnya ke sungai.
BACA JUGA : Remaja 17 Tahun di Cianjur Buang Bayi, Polisi Utamakan Pendekatan Humanis
Motif karena Takut dan Malu
Menurut Alexander, pelaku mengaku nekat membuang bayinya karena takut keluarga mengetahui kehamilannya.
“Bayi itu merupakan hasil hubungan di luar nikah dengan seorang pria yang dia kenal melalui media sosial. Karena malu dan takut keluarga tahu, pelaku akhirnya membuang bayinya,” katanya.
Polisi saat ini masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.
Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Fajri Ameli Putra mengatakan penyidik juga tengah menelusuri identitas ayah biologis bayi tersebut.
“Kami masih mendalami kasus ini, termasuk mencari tahu identitas ayah bayi,” ujar Fajri.
Atas perbuatannya, RA terancam terjerat Pasal 305 dan Pasal 308 KUHP tentang penelantaran dan pembuangan bayi.
“Pelaku terancam hukuman maksimal lima tahun enam bulan penjara,” pungkasnya.
Bayi Ditemukan dalam Karung
Sebelumnya, warga Kampung Ciburial, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, geger dengan penemuan bayi laki-laki di tepi sungai pada Senin (18/5/2026).
Seorang petani yang sedang membajak sawah menemukan bayi tersebut setelah mendengar suara tangisan dari arah sungai.
Saat warga memeriksanya, suara itu ternyata berasal dari dalam karung yang tergeletak di tepi aliran sungai. Warga kemudian membuka ikatan karung dan menemukan seorang bayi laki-laki di dalamnya.***




















