CIANJURTIMES, Cianjur – Sejumlah mantan pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur menjadi korban aksi peretasan WhatsApp dengan modus file undangan pernikahan.
Pelaku bahkan memanfaatkan akun korban untuk menyebarkan file berbahaya hingga meminta transfer uang kepada orang-orang yang ada di daftar kontak korban.
Salah satu korban ialah mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur periode 2013–2016, Oting Zaenal Muttaqin.
BACA JUGA : Lagi, Website Milik Pemkab Cianjur Jebol oleh Situs Judi dan Pornografi
Oting mengatakan pelaku awalnya mengirim file undangan pernikahan melalui pesan WhatsApp. Setelah file tersebut diunduh, akun WhatsApp miliknya langsung diambil alih.
“Betul, kemarin handphone saya diretas. Kontak saya dipakai untuk mengirim file aplikasi ke banyak nomor,” ujar Oting, Selasa (19/5/2026).
Ia baru menyadari akun WhatsApp miliknya bermasalah setelah sejumlah rekan menghubunginya terkait file mencurigakan yang terkirim dari nomor pribadinya.
Menurut Oting, beberapa rekannya juga ikut menjadi korban setelah mengunduh file serupa.
“Saya cek tadi pagi, ternyata Pak Atte Adha juga mengalami hal yang sama,” katanya.
Tak hanya menyebarkan file berbahaya, pelaku juga memakai akun korban untuk meminta pinjaman uang kepada orang lain.
“Kalau Pak Atte bukan cuma kirim file, tapi pelaku juga mengirim pesan pinjam uang menggunakan rekening atas nama beliau,” ucapnya.
Korban Transfer Uang karena Percaya
Informasi yang Cianjur Times himpun, aksi serupa juga menimpa sejumlah pejabat lain di lingkungan Pemkab Cianjur.
Bahkan, salah seorang korban mengaku sempat mentransfer uang karena percaya pesan tersebut benar-benar dikirim rekannya.
“Awalnya saya percaya karena nomor rekeningnya memakai nama teman saya. Jadi saya sempat transfer sebagian uang,” ujar H, salah seorang korban.
Namun, ia mulai curiga setelah mendapat informasi bahwa akun WhatsApp rekannya ternyata sudah dibajak pelaku.
“Saat dikonfirmasi ke keluarganya ternyata memang diretas. Ternyata itu modus penipuan,” katanya.
Polisi Minta Warga Waspada Pesan di WhatsApp
Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi mengatakan kejahatan digital dengan modus phishing semakin marak dan memanfaatkan kelengahan masyarakat.
Karena itu, ia meminta warga tidak sembarangan mengunduh file atau aplikasi yang dikirim melalui pesan singkat.
“Jangan mudah mengunduh aplikasi atau konten apa pun. Lakukan konfirmasi dan verifikasi terlebih dahulu,” ujar Alexander.
Ia juga meminta masyarakat yang mengalami kerugian akibat kasus tersebut segera melapor ke pihak kepolisian.
“Silakan lapor, nanti kami proses lebih lanjut dan lakukan penyelidikan,” pungkasnya.***




















