Cipanas, CIANJUR TIMES – Pasangan suami istri (pasutri) pemudik asal Bandung tewas setelah terseret arus banjir ke dalam saluran drainase terbuka di Jalur Puncak, kawasan Pasekon-Cipanas, Kabupaten Cianjur, Minggu (29/3/2026).
Peristiwa ini terjadi saat sepeda motor yang korban kendarai kehilangan kendali akibat luapan air di badan jalan. Keduanya kemudian terjatuh dan masuk ke drainase terbuka tanpa pembatas.
Menanggapi kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Cianjur langsung melayangkan surat resmi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk meminta perbaikan menyeluruh sistem drainase di jalur nasional tersebut.
BACA JUGA : Jenazah Wanita Ditemukan di Waduk Cirata, Polisi Pastikan Terkait Kecelakaan di Cipanas
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) guna mengevaluasi kondisi drainase yang ia nilai tidak berfungsi optimal.
“Kami melakukan berbagai cara guna mengantisipasi kecelakaan serupa agar tidak kembali terulang. Termasuk bersurat dan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk segera melakukan perbaikan drainase terbuka,” ujar Wahyu di Cianjur, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, pemicu buruknya sistem drainase adalah pendangkalan, sampah, hingga keberadaan bangunan ilegal yang menghambat aliran air.
Kondisi tersebut menyebabkan air meluap ke badan jalan dan menciptakan arus deras yang berisiko menyeret kendaraan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
BACA JUGA : Diduga Hanyut di Cipanas, Dua Pengendara Motor Terseret Arus Deras Kali Cipendawa
Warga Soroti Kondisi Drainase yang Membahyakan
Warga setempat, Anwar (58), menyebut kondisi drainase yang sejajar dengan badan jalan menjadi jebakan bagi pengendara. Terutama saat genangan air menutup permukaan saluran.
“Kalau bukan warga sini, apalagi pengendara dari jauh, bisa terperosok kalau kondisi jalan sedang tergenang air atau tertutup arus banjir,” kata Anwar.
Hal serupa disampaikan Ismail (62), yang mengungkapkan bahwa proyek perbaikan sebelumnya belum sepenuhnya menutup saluran terbuka.
Menurutnya, masih banyak titik drainase yang terbuka dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Merespons hal tersebut, Pemkab Cianjur juga berencana menertibkan bangunan yang berdiri di atas saluran air. Selain itu, menyiagakan petugas di titik rawan saat hujan deras.
“Pemkab Cianjur telah dan akan terus mengambil langkah cepat menangani kondisi darurat dan pengamanan lokasi. Dengan menempatkan sejumlah petugas di lokasi serta melakukan perbaikan drainase terbuka,” pungkas Wahyu.***




















