Menu

Mode Gelap
Kebakaran GBI Nehemia Cianjur, Api Padam Setelah Lima Jam DPMD Cianjur: 47 Desa Gelar Pilkades Serentak Pertengahan Oktober Kecelakaan Beruntun Libatkan 5 Kendaraan di Jalur Puncak, 2 Meninggal dan 9 Luka Dari Lahan Bekas HGU Jadi Produktif, Bank Tanah Kelola 980 Hektare di Cianjur Hari Juang Polri, Polres Cianjur Telusuri Kisah 67 Polisi Kibarkan Merah Putih Sebelum Proklamasi Pasca Kebakaran, Penutupan Pendakian Gunung Gede Pangrango Diperpanjang hingga 31 Agustus 2026

Berita

Bu Yayah, Potret Korban Gempa Cianjur yang Terabaikan

badge-check

Yayah Sopiah (43) bersama tiga anaknya masih harus bertahan hidup di hunian sementara (huntara) yang sudah mulai melapuk. pasca gempa yang melanda Cianjur tiga tahun lalu. Perbesar

Yayah Sopiah (43) bersama tiga anaknya masih harus bertahan hidup di hunian sementara (huntara) yang sudah mulai melapuk. pasca gempa yang melanda Cianjur tiga tahun lalu.

CUGENANG – Tragedi gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Cianjur pada November 2022 silam ternyata masih menyisakan duka mendalam bagi sebagian warga. Hingga Rabu (4/2/2026), Yayah Sopiah (43) bersama tiga anaknya masih harus bertahan hidup di hunian sementara (huntara) yang sudah mulai melapuk. Berlokasi di Kampung Panumbangan, Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang, keluarga ini terpaksa tinggal di bawah atap terpal dan dinding kayu seadanya karena belum tersentuh bantuan pembangunan rumah.

Kondisi huntara yang tidak layak ini membuat mereka harus bertarung melawan cuaca ekstrem setiap harinya. Saat matahari terik, suhu di dalam tenda terasa sangat panas menyengat, sementara saat hujan turun, air seringkali masuk dan membanjiri area tempat tinggal mereka. Ketidakpastian mengenai bantuan hunian permanen membuat keluarga ini merasa terabaikan di tengah proses pemulihan bencana yang sudah berjalan tiga tahun.

Dampak Buruk Terhadap Kesehatan Anak

Hidup dalam keterbatasan di tenda darurat berdampak serius pada kesehatan anak-anak Yayah Sopiah. Lingkungan yang lembap dan tidak sehat memicu munculnya berbagai penyakit, bahkan salah satu anaknya terdiagnosis mengidap stunting. Meskipun sudah berupaya membawa sang buah hati berobat ke fasilitas kesehatan, Yayah merasa usahanya sia-sia jika kondisi lingkungan tempat tinggal mereka tidak segera berubah menjadi lebih layak.

“Tidak ada bantuan sama sekali dari pemerintah. Kalau hujan selalu banjir, semua pada basah. Kalau berobat sudah, tapi kalau kondisi rumahnya seperti ini mau bagaimana,” ujar Yayah Sopiah dengan nada penuh kepasrahan.

Keinginan untuk memiliki rumah permanen yang aman dari gempa dan cuaca menjadi mimpi yang sulit ia wujudkan secara mandiri mengingat keterbatasan ekonomi keluarganya.

Harapan pada Bantuan Pemerintah

Pekerjaan suami Yayah sebagai juru parkir hanya mampu mencukupi kebutuhan makan sehari-hari. Penghasilan yang pas-pasan membuat mereka mustahil untuk membangun kembali rumah yang hancur tanpa adanya campur tangan pihak terkait. Sebagai bagian dari korban gempa Cianjur yang terdampak paling parah di zona merah Cugenang, Yayah sangat berharap pemerintah segera menindaklanjuti data keluarganya.

Keluarga kecil ini sangat mendambakan kembalinya rasa aman dan hangat di dalam rumah permanen yang layak huni.

“Si bapak mah tukang parkir. Ya mudah-mudahan ada milik dan rezekinya,” pungkas Yayah menutup pembicaraan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kebakaran GBI Nehemia Cianjur, Api Padam Setelah Lima Jam

23 Agustus 2026 - 22:52 WIB

Kebakaran Gereja Cianjur

DPMD Cianjur: 47 Desa Gelar Pilkades Serentak Pertengahan Oktober

23 Agustus 2026 - 19:00 WIB

pilkades serentak

Kecelakaan Beruntun Libatkan 5 Kendaraan di Jalur Puncak, 2 Meninggal dan 9 Luka

22 Agustus 2026 - 00:43 WIB

Kecelakaan beruntun di Puncak

Dari Lahan Bekas HGU Jadi Produktif, Bank Tanah Kelola 980 Hektare di Cianjur

21 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Bank tanah

Hari Juang Polri, Polres Cianjur Telusuri Kisah 67 Polisi Kibarkan Merah Putih Sebelum Proklamasi

21 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Hari juang polri
Trending di Berita