Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Berita

Serangan Ribuan Burung Pipit Paksa Petani Ciranjang Hadapi Gagal Panen di Cianjur

badge-check

Serangan Ribuan Burung Pipit Paksa Petani Ciranjang Hadapi Gagal Panen di Cianjur Perbesar

CIANJUR TIMES – Sebanyak 120 hektar lahan persawahan di Desa Nanggalamekar, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, luluh lantak akibat serangan ribuan burung pipit dalam dua minggu terakhir. Serangan hama udara yang masif ini mengakibatkan para petani kehilangan seluruh potensi hasil sawah mereka karena kawanan burung mengonsumsi bulir padi hingga habis. Fenomena ini menambah daftar panjang penyebab gagal panen di Cianjur pada awal tahun 2026.

Populasi burung yang mencapai ribuan ekor biasanya menyergap area persawahan pada sore hari saat cuaca mulai teduh. Para petani mengaku tidak berdaya menghadapi serbuan tersebut, mengingat intensitas serangan yang sangat tinggi dalam waktu yang singkat.

Penurunan Produksi Gabah yang Sangat Drastis

Kondisi ekonomi para petani kini berada di titik nadir setelah hasil panen mereka merosot tajam. Lahan yang dalam kondisi normal mampu menghasilkan 7 hingga 8 ton gabah per hektar, kini hanya menyisakan sekitar 100 kilogram saja. Biaya pencegahan menggunakan jaring yang mencapai Rp1,5 juta per hektar menjadi kendala besar di tengah ancaman gagal panen di Cianjur yang semakin meluas.

“Populasinya mencapai ribuan dan biasanya menyerang pada sore hari saat cuaca mulai teduh,” ujar Teten Sopiandi (53), salah seorang petani setempat pada Senin (19/1/2026).

Ia mengeluhkan nasib malang yang menimpa petani secara bertubi-tubi. Mulai dari serangan penyakit kerdil hingga serbuan burung pipit saat padi siap panen.

Langkah Darurat Dinas Pertanian dan Strategi Tanam Serempak

Kepala Desa Nanggalamekar, Hilman, mencatat ada empat kelompok tani yang terdampak langsung oleh serangan hama ini. Ia mengkhawatirkan luas lahan yang rusak akan terus bertambah. Terlebih lagi saat masuknya masa panen di lahan lainnya jika tidak segera ada penanganan. Menanggapi kondisi ini, Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur berencana menerjunkan tim untuk melakukan penyemprotan pestisida pengusir burung.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Cianjur, Dandan, menyatakan pemerintah daerah akan mewajibkan program tanam serempak sebagai solusi jangka panjang. Langkah ini bertujuan agar risiko serangan hama tidak terpusat pada satu wilayah tertentu saja.

“Rencananya, pemerintah akan membantu melakukan penyemprotan pestisida khusus untuk mengusir burung. Sebagai solusi jangka panjang, pihak dinas akan mewajibkan program tanam serempak guna meminimalisir risiko serangan hama terpusat di satu wilayah saja,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Penyaluran Bantuan Pangan Cianjur Capai 95 Persen, Validitas Data Penerima Jadi Kendala

8 Okt 2026 - 05:37 WIB

Penyaluran Bantuan Pangan Cianjur Capai 95 Persen, Validitas Data Penerima Jadi Kendala

MK Tak Temukan Bukti Kelulusan Setara SMA Gibran, Permohonan Tidak Dapat Diterima

8 Okt 2026 - 05:21 WIB

MK Tak Temukan Bukti Kelulusan Setara SMA Gibran, Permohonan Tidak Dapat Diterima

Anggaran Promosi Terbatas, Disbudpar Cianjur Andalkan Media Sosial dan Event

8 Okt 2026 - 03:25 WIB

Anggaran Promosi Terbatas, Disbudpar Cianjur Andalkan Media Sosial dan Event

Bulan Dana PMI Cianjur 2026, Kepercayaan Masyarakat Jadi Fokus Penghimpunan

8 Okt 2026 - 03:07 WIB

Bulan Dana PMI Cianjur 2026, Kepercayaan Masyarakat Jadi Fokus Penghimpunan

Pilkades Serentak Cianjur Ditunda dari 18 Oktober, Jadwal Baru Tunggu Perbup

8 Okt 2026 - 02:42 WIB

Pilkades Serentak Cianjur Ditunda dari 18 Oktober, Jadwal Baru Tunggu Perbup
Trending di Berita