Menu

Mode Gelap
Sinergi Polsek Warungkondang dan Petani Berbuah Panen 6 Ton Jagung di Gekbrong Menjaga Identitas Cianjur sebagai Tatar Santri di Tengah Arus Modernisasi Polsek Mande Dukung Program Ketahanan Pangan, Petani Desa Jamali Panen Jagung Hibrida Kebun Raya Cibodas Tetapkan Tarif Baru, Pengelola Pastikan Sesuai Aturan PNBP BRIN Polsek Cugenang Intensif Kawal Program Ketahanan Pangan melalui Budidaya Jagung Hibrida Analisis Kritis Kondisi Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global

Berita

Antisipasi Korban Tenggelam, Pengelola Wisata Pantai Selatan Cianjur Wajib Bentuk Tim Pengawasan

badge-check


					Antisipasi Korban Tenggelam, Pengelola Wisata Pantai Selatan Cianjur Wajib Bentuk Tim Pengawasan Perbesar

CIANJUR TIMES – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur menginstruksikan setiap pengelola Wisata Pantai Selatan Cianjur membentuk tim pengawasan khusus menjelang momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Langkah ini adalah upaya untuk memastikan tidak ada wisatawan yang berenang di laut, sekaligus mencegah korban tenggelam akibat terseret gelombang tinggi.

Kepala Disbudpar Kabupaten Cianjur, Ayi Reza Addairobi, mengatakan beberapa pantai di selatan Cianjur menjadi spot primadona bagi wisatawan, seperti Pantai Jayanti, Pantai Apra, Pantai Karangpotong, Pantai Ciwidig, dan Pantai Cemara.

Namun, Ayi Reza menegaskan bahwa pantai selatan yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia memiliki karakter gelombang tinggi dan berbahaya. Sehingga, tidak cocok bila menjadi lokasi berenang.

“Di momen libur Natal dan Tahun Baru, tingkat kunjungan ke Wisata Pantai Selatan Cianjur cukup tinggi. Tapi sayangnya pantai selatan tidak untuk berenang. Jadi wisatawan hanya bisa menikmati pemandangan dan bermain di tepi saja,” kata Ayi, Rabu (3/12/2025).

Dinas Himbau Pengelola Perketat Pengawasan

Menurutnya, larangan untuk berenang sudah terpasang di setiap pantai, tetapi masih banyak wisatawan yang tidak mengindahkan peringatan tersebut.

“Seperti peristiwa beberapa hari lalu, wisatawan tenggelam saat berenang ke tengah laut. Padahal sudah ada larangan,” ujar Ayi.

Oleh karena itu, Ayi meminta seluruh pengelola Wisata Pantai Selatan Cianjur, yang kebanyakan masuk dalam pengelolaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), untuk membentuk tim pengawasan. Tim ini bertugas memastikan tidak ada wisatawan yang nekat berenang dan menjadi korban tenggelam.

“Kami koordinasi dan minta mereka untuk bentuk tim pengawasan, tidak hanya memasang plang. Kami berharap tidak ada lagi korban tenggelam di momen libur Natal dan Tahun Baru,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Unit SAR Cianjur, Andika Zein, mengatakan pihaknya juga menyiagakan tim untuk momen libur Nataru. “Dengan jumlah personel yang ada, kami menyiapkan tim untuk mobile. Jadi jika terjadi kecelakaan laut, petugas langsung kami kerahkan untuk melakukan pencarian hingga evakuasi,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sinergi Polsek Warungkondang dan Petani Berbuah Panen 6 Ton Jagung di Gekbrong

14 Juni 2026 - 20:11 WIB

Polsek Warungkondang

Polsek Mande Dukung Program Ketahanan Pangan, Petani Desa Jamali Panen Jagung Hibrida

12 Juni 2026 - 13:09 WIB

Polsek mande

Kebun Raya Cibodas Tetapkan Tarif Baru, Pengelola Pastikan Sesuai Aturan PNBP BRIN

11 Juni 2026 - 15:19 WIB

Tarif Kebun raya Cibodas

Polsek Cugenang Intensif Kawal Program Ketahanan Pangan melalui Budidaya Jagung Hibrida

11 Juni 2026 - 14:40 WIB

Ketahanan Pangan

SMKN 1 Cipanas Jadi Sekolah Percontohan Nasional Pendidikan Vokasi Pariwisata

9 Juni 2026 - 09:45 WIB

smkn 1 cipanas
Trending di Berita