Menu

Mode Gelap
Posko Pengaduan Pemkab Cianjur Terima 500 Aduan Masyarakat Sejak 2025 Unik, Warga Cianjur Cukup Baca Pancasila untuk Dapat Pengobatan Gratis Usai Kemarau Panjang, BPBD Cianjur Ingatkan Warga Waspadai Longsor dan Banjir DPRD Cianjur Raih Peringkat II Nasional Pengelolaan JDIHN Kategori DPRD Kabupaten Dari Cianjur, Polri Tanam Bawang Putih Serentak di 14 Kabupaten Jabar, Target Swasembada 2029 50 Paskibraka Cianjur Resmi Dikukuhkan, Siap Kibarkan Bendera Merah Putih

Berita

Keluarga Pekerja Migran Cianjur Minta Bantuan Bupati, Jenazah Terlantar di Jepang

badge-check

Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian saat memeluk Ibunda dari keluarga pekerja migran di Jepang yang meninggal dunia dan meminta bantuan supaya jenazahnya bisa dipulangkan. (foto : Ario/cianjurtimes.com) Perbesar

Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian saat memeluk Ibunda dari keluarga pekerja migran di Jepang yang meninggal dunia dan meminta bantuan supaya jenazahnya bisa dipulangkan. (foto : Ario/cianjurtimes.com)

CIANJUR TIMES – Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga Ihsanudin (42), seorang pekerja migran asal Kampung Lio, Desa Ciherang, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur. Ia meninggal dunia di Jepang pada 15 Agustus 2025. Hingga kini, jenazahnya belum dapat pulang ke tanah air. Karena itu, keluarga pekerja migran Cianjur minta bantuan Bupati karena terkendala biaya pemulangan yang mencapai puluhan juta rupiah.

Istri almarhum, Risma Sulastri (35), menceritakan suaminya berangkat ke Jepang pada Desember 2023 menggunakan visa turis. Ia bekerja serabutan sebelum akhirnya mendapatkan pekerjaan tetap pada akhir 2024. Saat sakit, Ihsanudin sempat kesulitan mendapatkan layanan medis karena statusnya yang overstay.

“Bulan Juli 2025 suami saya mulai mengeluh sakit kepala hebat. Karena statusnya over stay, ia kesulitan mendapat layanan medis. Alhamdulillah KBRI Tokyo dan relawan sempat membantu dengan perawatan, termasuk infus beberapa kali,” ujar Risma, Jumat (29/8/2025).

Kondisi Ihsanudin terus memburuk hingga harus mendapat perawatan ke Kenritsu Chuo Hospital, dan diagnosis dokter mengatakan ia menderita TBC pembuluh darah. Sehari kemudian, ia meninggal dunia. Risma menjelaskan, biaya pemulangan jenazah mencapai Rp90 juta, di luar biaya penitipan jenazah yang menacpai ¥10.000 per hari.

“Waktu sakit sebenarnya suami saya ingin pulang, tapi aturan di sana untuk over stay cukup rumit. Akhirnya tidak sempat melapor ke Imigrasi Tokyo,” tuturnya.

Pemkab Cianjur Berjanji Proses Bantuan

Menanggapi permohonan bantuan dari keluarga, Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan pihak Pemkab sudah melakukan langkah-langkah untuk membantu pemulangan jenazah.

”Jadi memang itu rekan kita, saudara kita kesana, memang secara administratif surat-menyurat tidak sesuai ya, sudah berproses dari beberapa minggu yang lalu,” kata Bupati.

Tenaga Analis Perlindungan Tenaga Kerja Disnakertrans Cianjur, Raga Sugih Pangestu, membenarkan pihaknya sudah melayangkan surat permohonan bantuan ke Kementerian Luar Negeri pada 6 Agustus 2025. Surat itu juga ditembuskan ke Bupati Cianjur, Kementerian P2MI, dan BP3MI Jawa Barat.

Saat ini, keluarga besar Ihsanudin bersama para WNI di Jepang masih terus berupaya menggalang dana agar jenazah dapat segera dipulangkan. Pihak keluarga berharap uluran tangan dari pemerintah daerah dan seluruh masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Posko Pengaduan Pemkab Cianjur Terima 500 Aduan Masyarakat Sejak 2025

21 Agustus 2026 - 00:22 WIB

Posko pengaduan Pemkab Cianjur

Unik, Warga Cianjur Cukup Baca Pancasila untuk Dapat Pengobatan Gratis

20 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Pengobatan Gratis

Usai Kemarau Panjang, BPBD Cianjur Ingatkan Warga Waspadai Longsor dan Banjir

20 Agustus 2026 - 08:38 WIB

Bencana di cianjur

DPRD Cianjur Raih Peringkat II Nasional Pengelolaan JDIHN Kategori DPRD Kabupaten

20 Agustus 2026 - 08:26 WIB

jdihn

Dari Cianjur, Polri Tanam Bawang Putih Serentak di 14 Kabupaten Jabar, Target Swasembada 2029

19 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Bawang putih cianjur
Trending di Berita