Menu

Mode Gelap
Kades di Kecamatan Sukaresmi Klarifikasi Isu Intimidasi dalam Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Cianjur Jalur Puncak–Cianjur Kembali Normal, Usa Pohon Tumbang di Cugenang yang Tewaskan Seorang Pengendara Bansos PKH dan BPNT Cair April 2026, 335 Ribu Warga Cianjur Terdaftar sebagai Penerima Kementerian PU Tutup Drainase Terbuka di Jalur Puncak Cianjur Usai Insiden Pasutri Hanyut Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Sukaresmi, Keluarga Desak Proses Hukum dan Pendampingan Korban Isu Harga BBM Naik 1 April 2026, Hiswana Migas Cianjur Pastikan Hoaks dan Stok Aman

Berita

Keterbatasan Ruang Kelas, Siswa SDN Karyajaya Belajar Lesehan di Musala

badge-check


					Keterbatasan Ruang Kelas, Siswa SDN Karyajaya Belajar Lesehan di Musala Perbesar

CIANJUR TIMES – Keterbatasan ruang kelas memaksa siswa-siswi SDN Karyajaya di Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, harus belajar di musala. Kondisi ini sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir dan dialami oleh siswa kelas 2 dan 3.

Karena tak ada meja dan kursi, para siswa ini harus mengikuti pembelajaran dengan cara lesehan di dalam ruangan musala yang sempit. Situasi ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pelajar.

Guru SDN Karyajaya, Ido Sutarman, menjelaskan bahwa keterbatasan ruangan membuat proses belajar mengajar tidak optimal. Siswa kelas 2 dan 3 terpaksa bergantian memanfaatkan ruang musala agar pembelajaran tetap berjalan.

“Jumlah ruangan kelas sangat terbatas. Karena itu, bagi siswa kelas 2 dan 3 bergantian belajar di musala setiap seminggu sekali,” ujarnya, Rabu (30/7).

Saat ini, SDN Karyajaya memiliki 261 siswa. Jumlah ini terus meningkat setiap tahun, namun sayangnya tidak dibarengi dengan penambahan jumlah ruangan kelas. Akibatnya, ruang kelas yang ada tidak mampu menampung seluruh siswa.

Ido berharap pemerintah dapat segera turun tangan mencari solusi untuk kondisi ini. Ia sangat mengharapkan bantuan untuk penambahan bangunan ruang kelas, agar siswa dan guru bisa lebih nyaman melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

“Mudah-mudahan ada bantuan dari pemerintah daerah ataupun pemerintah provinsi,” pungkasnya, berharap kondisi ini segera mendapat perhatian dan penanganan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kades di Kecamatan Sukaresmi Klarifikasi Isu Intimidasi dalam Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Cianjur

3 April 2026 - 20:02 WIB

kasus pencabulan di sukaresmi

Jalur Puncak–Cianjur Kembali Normal, Usa Pohon Tumbang di Cugenang yang Tewaskan Seorang Pengendara

3 April 2026 - 19:42 WIB

pohon tumbang

Bansos PKH dan BPNT Cair April 2026, 335 Ribu Warga Cianjur Terdaftar sebagai Penerima

3 April 2026 - 19:20 WIB

cara cek bansos pkh bpnt

Kementerian PU Tutup Drainase Terbuka di Jalur Puncak Cianjur Usai Insiden Pasutri Hanyut

3 April 2026 - 11:05 WIB

drainase di jalur puncak

Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Sukaresmi, Keluarga Desak Proses Hukum dan Pendampingan Korban

3 April 2026 - 10:01 WIB

kasus pencabulan di sukaresmi
Trending di Berita