Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Berita

Fakta Baru Keracunan MBG Cianjur: Bakteri Terdeteksi di Wadah Makanan

badge-check

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto. (Foto : cianjurtimes/Ario) Perbesar

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto. (Foto : cianjurtimes/Ario)

Cianjur – Kabar terbaru penyelidikan kasus keracunan MBG Cianjur memunculkan fakta baru. Kepolisian mengungkapkan temuan bakteri pada wadah makan plastik (ompreng) yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur. Kendati demikian, polisi masih menunggu hasil uji laboratorium lanjutan terhadap sampel makanan dan muntahan guna memastikan penyebab pasti keracunan massal yang mendera puluhan siswa setelah mengonsumsi MBG.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Cianjur, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tono Listianto, menyatakan bahwa dalam kasus keracunan massal ini, terdapat dua jenis sampel yang masuk dalam pengujian, yaitu wadah makanan serta sampel makanan dan muntahan siswa.

“Untuk ompreng kami uji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Cianjur, sementara untuk sampel makanan dan muntahan kami kirimkan ke Labkesda Provinsi Jawa Barat,” jelasnya pada Senin (28/4/2025).

Menurutnya, hasil uji laboratorium terhadap wadah makanan telah keluar dan menunjukkan adanya beberapa jenis bakteri.

“Pada sampel pengujian wadah makan atau ompreng, kami menemukan bakteri Staphylococcus sp, Escherichia coli, dan Salmonella sp,” terangnya.

Meskipun demikian, Tono melanjutkan, pihaknya belum dapat menyimpulkan bahwa hasil uji laboratorium tersebut menjadi penyebab utama keracunan massal pada siswa.

“Belum bisa kami simpulkan hubungan sebab akibat dari keracunan ini karena kami masih menunggu hasil dari sampel uji makanan. Informasi yang kami terima, hasil uji sampel makanan dan muntahan akan keluar setelah 10 hari kerja,” tuturnya.

Perlu Keterangan Lebih Lanjut Dalam Pemeriksaan Keracunan MBG Cianjur

Lebih lanjut, Tono menjelaskan bahwa penyidik memerlukan pemeriksaan terhadap pihak penguji laboratorium dan juga akan melakukan pemeriksaan terhadap ahli kesehatan.

“Kami akan meminta keterangan dari dokter yang merawat atau memeriksa korban untuk mengetahui penyebab pasti keracunan tersebut,” katanya.

Tono menambahkan bahwa polisi telah memeriksa 30 orang saksi terkait peristiwa keracunan massal setelah menyantap MBG.

“Sebanyak 10 orang di antaranya adalah pemilik, pengelola, dan petugas di dapur MBG. Kami juga telah meminta keterangan dari pihak sekolah dan dinas terkait. Kami akan secepatnya mengungkap hasil dan penyebab pasti dari keracunan ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, puluhan siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sepeda Motor Guru SMP di Cianjur Dicuri, Pelaku Diduga Todongkan Pistol

21 Okt 2026 - 19:14 WIB

Sepeda Motor Guru SMP di Cianjur Dicuri, Pelaku Diduga Todongkan Pistol

KONI Cianjur Galang Dana Porprov 2026, Bupati Sumbang Rp 20 Juta

20 Okt 2026 - 16:58 WIB

KONI Cianjur Galang Dana Porprov 2026, Bupati Sumbang Rp 20 Juta

Pilkades Digital Cianjur Digelar 8 November 2026, Diikuti 160 Calon di 47 Desa

20 Okt 2026 - 14:43 WIB

Pilkades Digital Cianjur Digelar 8 November 2026, Diikuti 160 Calon di 47 Desa

Kekeringan Masih Berlanjut, Distribusi Air Bersih di Cianjur Capai 20 Ribu Liter per Hari

20 Okt 2026 - 14:25 WIB

Kekeringan Masih Berlanjut, Distribusi Air Bersih di Cianjur Capai 20 Ribu Liter per Hari

Stok Pupuk Bersubsidi Cianjur Tercatat 8.271 Ton Jelang Musim Tanam

20 Okt 2026 - 14:12 WIB

Stok Pupuk Bersubsidi Cianjur Tercatat 8.271 Ton Jelang Musim Tanam
Trending di Berita