Menu

Mode Gelap
Pemkab Terapkan Aturan Terkait Larangan Perkebunan Sawit di Cianjur Jalur Kereta Api Cianjur-Bandung Bakal Aktif Lagi, Pemkab Siapkan Pembenahan Total Perluas Jangkauan, RSUD Cimacan Jalin Kerja Sama Strategis dengan Lima Instansi Panduan Lengkap Pendaftaran Tamtama: Jadwal dan Syarat rekrutmen TNI AD 2026 Saksi Sebut Dominasi Stafsus Bikin Pegawai Kemendikbud Ketakutan di sidang nadiem makarim Buruan Klaim! Daftar Kode Redeem FC Mobile 6 Januari 2026, Banjir Gems dan Pemain Ikonik

Berita

Fakta Baru Keracunan MBG Cianjur: Bakteri Terdeteksi di Wadah Makanan

badge-check


					Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto. (Foto : cianjurtimes/Ario) Perbesar

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto. (Foto : cianjurtimes/Ario)

Cianjur – Kabar terbaru penyelidikan kasus keracunan MBG Cianjur memunculkan fakta baru. Kepolisian mengungkapkan temuan bakteri pada wadah makan plastik (ompreng) yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur. Kendati demikian, polisi masih menunggu hasil uji laboratorium lanjutan terhadap sampel makanan dan muntahan guna memastikan penyebab pasti keracunan massal yang mendera puluhan siswa setelah mengonsumsi MBG.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Cianjur, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tono Listianto, menyatakan bahwa dalam kasus keracunan massal ini, terdapat dua jenis sampel yang masuk dalam pengujian, yaitu wadah makanan serta sampel makanan dan muntahan siswa.

“Untuk ompreng kami uji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Cianjur, sementara untuk sampel makanan dan muntahan kami kirimkan ke Labkesda Provinsi Jawa Barat,” jelasnya pada Senin (28/4/2025).

Menurutnya, hasil uji laboratorium terhadap wadah makanan telah keluar dan menunjukkan adanya beberapa jenis bakteri.

“Pada sampel pengujian wadah makan atau ompreng, kami menemukan bakteri Staphylococcus sp, Escherichia coli, dan Salmonella sp,” terangnya.

Meskipun demikian, Tono melanjutkan, pihaknya belum dapat menyimpulkan bahwa hasil uji laboratorium tersebut menjadi penyebab utama keracunan massal pada siswa.

“Belum bisa kami simpulkan hubungan sebab akibat dari keracunan ini karena kami masih menunggu hasil dari sampel uji makanan. Informasi yang kami terima, hasil uji sampel makanan dan muntahan akan keluar setelah 10 hari kerja,” tuturnya.

Perlu Keterangan Lebih Lanjut Dalam Pemeriksaan Keracunan MBG Cianjur

Lebih lanjut, Tono menjelaskan bahwa penyidik memerlukan pemeriksaan terhadap pihak penguji laboratorium dan juga akan melakukan pemeriksaan terhadap ahli kesehatan.

“Kami akan meminta keterangan dari dokter yang merawat atau memeriksa korban untuk mengetahui penyebab pasti keracunan tersebut,” katanya.

Tono menambahkan bahwa polisi telah memeriksa 30 orang saksi terkait peristiwa keracunan massal setelah menyantap MBG.

“Sebanyak 10 orang di antaranya adalah pemilik, pengelola, dan petugas di dapur MBG. Kami juga telah meminta keterangan dari pihak sekolah dan dinas terkait. Kami akan secepatnya mengungkap hasil dan penyebab pasti dari keracunan ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, puluhan siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Terapkan Aturan Terkait Larangan Perkebunan Sawit di Cianjur

7 Januari 2026 - 19:57 WIB

Larangan perkebunan sawit

Jalur Kereta Api Cianjur-Bandung Bakal Aktif Lagi, Pemkab Siapkan Pembenahan Total

7 Januari 2026 - 11:48 WIB

kereta cianjur-padalarang

Perluas Jangkauan, RSUD Cimacan Jalin Kerja Sama Strategis dengan Lima Instansi

7 Januari 2026 - 10:40 WIB

RSUD Cimacan

Panduan Lengkap Pendaftaran Tamtama: Jadwal dan Syarat rekrutmen TNI AD 2026

6 Januari 2026 - 19:42 WIB

rekrutmen tni ad 2026

Saksi Sebut Dominasi Stafsus Bikin Pegawai Kemendikbud Ketakutan di sidang nadiem makarim

6 Januari 2026 - 19:33 WIB

sidang nadiem makarim
Trending di Berita