Menu

Mode Gelap
Volume Kendaraan Naik 20 Persen, Polres Cianjur Berlakukan One Way di Jalur Puncak RSUD Cimacan Sembelih Satu Sapi dan Sembilan Kambing pada Idul Adha 2026 Harga Emas Antam Turun Rp13.000 Saat Idul Adha 2026, Simak Rincian Terbarunya 40 Bangunan Liar di Kawasan Puncak Cianjur Dibongkar, Pemprov Fokus Tata Jalur Wisata Penutupan Gunung Gede Pangrango Saat Idul Adha, Pendaki Ilegal Terancam Sanksi Tegas Dukung Warga Cipanas, PT DMGP Salurkan Empat Sapi Kurban untuk Tiga Desa di Cianjur

Berita

Fakta Baru Keracunan MBG Cianjur: Bakteri Terdeteksi di Wadah Makanan

badge-check


					Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto. (Foto : cianjurtimes/Ario) Perbesar

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto. (Foto : cianjurtimes/Ario)

Cianjur – Kabar terbaru penyelidikan kasus keracunan MBG Cianjur memunculkan fakta baru. Kepolisian mengungkapkan temuan bakteri pada wadah makan plastik (ompreng) yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur. Kendati demikian, polisi masih menunggu hasil uji laboratorium lanjutan terhadap sampel makanan dan muntahan guna memastikan penyebab pasti keracunan massal yang mendera puluhan siswa setelah mengonsumsi MBG.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Cianjur, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tono Listianto, menyatakan bahwa dalam kasus keracunan massal ini, terdapat dua jenis sampel yang masuk dalam pengujian, yaitu wadah makanan serta sampel makanan dan muntahan siswa.

“Untuk ompreng kami uji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Cianjur, sementara untuk sampel makanan dan muntahan kami kirimkan ke Labkesda Provinsi Jawa Barat,” jelasnya pada Senin (28/4/2025).

Menurutnya, hasil uji laboratorium terhadap wadah makanan telah keluar dan menunjukkan adanya beberapa jenis bakteri.

“Pada sampel pengujian wadah makan atau ompreng, kami menemukan bakteri Staphylococcus sp, Escherichia coli, dan Salmonella sp,” terangnya.

Meskipun demikian, Tono melanjutkan, pihaknya belum dapat menyimpulkan bahwa hasil uji laboratorium tersebut menjadi penyebab utama keracunan massal pada siswa.

“Belum bisa kami simpulkan hubungan sebab akibat dari keracunan ini karena kami masih menunggu hasil dari sampel uji makanan. Informasi yang kami terima, hasil uji sampel makanan dan muntahan akan keluar setelah 10 hari kerja,” tuturnya.

Perlu Keterangan Lebih Lanjut Dalam Pemeriksaan Keracunan MBG Cianjur

Lebih lanjut, Tono menjelaskan bahwa penyidik memerlukan pemeriksaan terhadap pihak penguji laboratorium dan juga akan melakukan pemeriksaan terhadap ahli kesehatan.

“Kami akan meminta keterangan dari dokter yang merawat atau memeriksa korban untuk mengetahui penyebab pasti keracunan tersebut,” katanya.

Tono menambahkan bahwa polisi telah memeriksa 30 orang saksi terkait peristiwa keracunan massal setelah menyantap MBG.

“Sebanyak 10 orang di antaranya adalah pemilik, pengelola, dan petugas di dapur MBG. Kami juga telah meminta keterangan dari pihak sekolah dan dinas terkait. Kami akan secepatnya mengungkap hasil dan penyebab pasti dari keracunan ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, puluhan siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Volume Kendaraan Naik 20 Persen, Polres Cianjur Berlakukan One Way di Jalur Puncak

30 Mei 2026 - 20:59 WIB

one way jalur puncak

RSUD Cimacan Sembelih Satu Sapi dan Sembilan Kambing pada Idul Adha 2026

30 Mei 2026 - 20:33 WIB

Kurban RSUD Cimacan

Harga Emas Antam Turun Rp13.000 Saat Idul Adha 2026, Simak Rincian Terbarunya

28 Mei 2026 - 06:05 WIB

Harga Emas Antam Hari ini

40 Bangunan Liar di Kawasan Puncak Cianjur Dibongkar, Pemprov Fokus Tata Jalur Wisata

28 Mei 2026 - 05:46 WIB

bangunan liar di kawasan Puncak Cianjur

Penutupan Gunung Gede Pangrango Saat Idul Adha, Pendaki Ilegal Terancam Sanksi Tegas

28 Mei 2026 - 05:29 WIB

pendakian gunung gede
Trending di Berita