Menu

Mode Gelap
Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu 15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga Diduga Cemburu, Pria di Cianjur Tewaskan Istri Siri dan Siapkan Lubang di Belakang Mess Pilkades Digital Cianjur Digelar 18 Oktober di 47 Desa, Anggaran Rp2,5 Miliar HMI Cianjur: Pernyataan Cak Imin Berpotensi Mencederai Nilai Inklusivitas NU Dugaan Pelanggaran Etika Mahasiswa KKN, ABC Desak Kampus Perkuat Pembinaan

Berita

Fakta Baru Keracunan MBG Cianjur: Bakteri Terdeteksi di Wadah Makanan

badge-check

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto. (Foto : cianjurtimes/Ario) Perbesar

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto. (Foto : cianjurtimes/Ario)

Cianjur – Kabar terbaru penyelidikan kasus keracunan MBG Cianjur memunculkan fakta baru. Kepolisian mengungkapkan temuan bakteri pada wadah makan plastik (ompreng) yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur. Kendati demikian, polisi masih menunggu hasil uji laboratorium lanjutan terhadap sampel makanan dan muntahan guna memastikan penyebab pasti keracunan massal yang mendera puluhan siswa setelah mengonsumsi MBG.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Cianjur, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tono Listianto, menyatakan bahwa dalam kasus keracunan massal ini, terdapat dua jenis sampel yang masuk dalam pengujian, yaitu wadah makanan serta sampel makanan dan muntahan siswa.

“Untuk ompreng kami uji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Cianjur, sementara untuk sampel makanan dan muntahan kami kirimkan ke Labkesda Provinsi Jawa Barat,” jelasnya pada Senin (28/4/2025).

Menurutnya, hasil uji laboratorium terhadap wadah makanan telah keluar dan menunjukkan adanya beberapa jenis bakteri.

“Pada sampel pengujian wadah makan atau ompreng, kami menemukan bakteri Staphylococcus sp, Escherichia coli, dan Salmonella sp,” terangnya.

Meskipun demikian, Tono melanjutkan, pihaknya belum dapat menyimpulkan bahwa hasil uji laboratorium tersebut menjadi penyebab utama keracunan massal pada siswa.

“Belum bisa kami simpulkan hubungan sebab akibat dari keracunan ini karena kami masih menunggu hasil dari sampel uji makanan. Informasi yang kami terima, hasil uji sampel makanan dan muntahan akan keluar setelah 10 hari kerja,” tuturnya.

Perlu Keterangan Lebih Lanjut Dalam Pemeriksaan Keracunan MBG Cianjur

Lebih lanjut, Tono menjelaskan bahwa penyidik memerlukan pemeriksaan terhadap pihak penguji laboratorium dan juga akan melakukan pemeriksaan terhadap ahli kesehatan.

“Kami akan meminta keterangan dari dokter yang merawat atau memeriksa korban untuk mengetahui penyebab pasti keracunan tersebut,” katanya.

Tono menambahkan bahwa polisi telah memeriksa 30 orang saksi terkait peristiwa keracunan massal setelah menyantap MBG.

“Sebanyak 10 orang di antaranya adalah pemilik, pengelola, dan petugas di dapur MBG. Kami juga telah meminta keterangan dari pihak sekolah dan dinas terkait. Kami akan secepatnya mengungkap hasil dan penyebab pasti dari keracunan ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, puluhan siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu

4 September 2026 - 09:03 WIB

ngerayap community

15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga

2 September 2026 - 21:43 WIB

lahan terbakar

Diduga Cemburu, Pria di Cianjur Tewaskan Istri Siri dan Siapkan Lubang di Belakang Mess

2 September 2026 - 13:08 WIB

Pembunuhan peternakan ayam

Pilkades Digital Cianjur Digelar 18 Oktober di 47 Desa, Anggaran Rp2,5 Miliar

31 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Pilkades digital cianjur

Pemkab Cianjur Catat 100 Warga Keberatan karena Desil Kesejahteraan Berubah

29 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Desil
Trending di Berita