Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Berita

Ancaman Longsor, Warung Liar Kembali Marak di Zona Merah Cugenang

badge-check

Sejumlah bangunan berbentuk warung berdiri di kawasan zona merah bekas lokasi longsor yang merenggut puluhan nyawa saat gempa Cianjur tahun 2022 lalu. (Foto : Ario/cianjurtimes.com) Perbesar

Sejumlah bangunan berbentuk warung berdiri di kawasan zona merah bekas lokasi longsor yang merenggut puluhan nyawa saat gempa Cianjur tahun 2022 lalu. (Foto : Ario/cianjurtimes.com)

Cugenang, Cianjurtimes.com – Kekhawatiran akan potensi longsor kembali muncul seiring dengan maraknya pendirian sejumlah warung liar di zona rawan longsor Kecamatan Cugenang, Cianjur. Lokasi ini masih menyimpan luka mendalam akibat longsor dahsyat yang terjadi pada 2022 lalu, dipicu gempa bumi bermagnitudo 5,6, yang merenggut banyak korban jiwa.

Pantauan di lapangan menunjukkan keberadaan dua warung berukuran cukup besar. Warung pertama berdiri tepat di bawah tebing yang rawan longsor, sedangkan warung kedua dibangun di bekas lahan kafe yang hancur tersapu longsor beberapa tahun lalu.

Struktur warung-warung ini terbilang sederhana, dengan pondasi bambu dan atap terpal. Sayangnya, banyak pengendara motor yang berhenti di warung-warung tersebut, bahkan terlihat makan dan minum di siang hari selama bulan Ramadan.

Kasatpol PP Kabupaten Cianjur, Djoko Purnomo, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mengeluarkan larangan pendirian bangunan apa pun di lokasi tersebut. Ia juga mengimbau agar pengendara tidak beristirahat di kawasan yang pernah mengalami longsor saat gempa Cianjur 2022.

“Tidak boleh ada bangunan apa pun, termasuk warung. Kami telah menindak pedagang yang nekat mendirikan kios di kawasan tersebut beberapa waktu lalu. Namun, informasi terbaru menunjukkan adanya pendirian bangunan baru di sana,” ujarnya pada Kamis (27/3/2025).

Djoko Purnomo menambahkan bahwa pihaknya akan segera menerjunkan petugas untuk menertibkan atau membongkar warung-warung yang berdiri di lokasi terlarang tersebut.

“Kami akan segera membongkar dan menertibkan warung liar tersebut. Ini kawasan berbahaya, rawan longsor. Kami khawatir terjadi longsor susulan akibat hujan atau gempa, yang dapat menyebabkan korban jiwa seperti beberapa tahun lalu,” jelasnya.

Bupati Cianjur, Muhammad Wahyu, juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menertibkan bangunan liar, termasuk warung-warung yang berdiri di zona merah tersebut.

“Kami akan tertibkan. Ini zona merah, berbahaya. Tugas kami adalah terus mengingatkan, dan ketika ada yang melanggar, kami akan menertibkannya,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Gagal Menanjak, Mobil Rombongan Pengantin Jatuh ke Jurang di Cianjur

5 Okt 2026 - 19:02 WIB

Gagal Menanjak, Mobil Rombongan Pengantin Jatuh ke Jurang di Cianjur

Polres Cianjur Ungkap Dugaan TPPO dengan Eksploitasi Seksual Anak, Dua Tersangka Ditahan

5 Okt 2026 - 13:15 WIB

Polres Cianjur Ungkap Dugaan TPPO dengan Eksploitasi Seksual Anak, Dua Tersangka Ditahan

Wacana Gaji PPPK Ditanggung Pusat, BKPSDM Cianjur Tunggu Regulasi

4 Okt 2026 - 19:39 WIB

Wacana Gaji PPPK Ditanggung Pusat, BKPSDM Cianjur Tunggu Regulasi

UHC Cianjur 2027, Pemkab Siapkan Anggaran untuk 372.772 Peserta PBPU

4 Okt 2026 - 19:04 WIB

UHC Cianjur 2027, Pemkab Siapkan Anggaran untuk 372.772 Peserta PBPU

HUT ke-19 RSUD Cimacan, Direktur Cup Diikuti 12 Tim dari Instansi Kesehatan

4 Okt 2026 - 13:05 WIB

HUT ke-19 RSUD Cimacan, Direktur Cup Diikuti 12 Tim dari Instansi Kesehatan
Trending di Berita