Menu

Mode Gelap
STAI Al-Azhary Resmi Berubah Status Menjadi IAI Al-Azhary Cianjur Nekat Beraksi di Trotoar, Peredaran Obat Terlarang di Cianjur Makin Terbuka Saat Ramadan Polisi Tetapkan Tersangka Penganiayaan di Cugenang, Kasus Labu Siam Berujung Kematian Operasi SAR Berhasil, Jasad Nelayan di Cidaun Ditemukan Sejauh 17 Kilometer dari Perahu BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, El Nino Berpotensi Muncul Prediksi Malam Lailatul Qadar 2026, Ini Perkiraan Tanggalnya Menurut Kalender Ramadan

Berita

Penjual Beduk di Cianjur Raup Untung Saat Ramadan, Harga Mulai Rp 35 Ribu

badge-check


					Penjual Beduk di Cianjur Raup Untung Saat Ramadan, Harga Mulai Rp 35 Ribu Perbesar

Cianjur, cianjurtimes.com – Tangan-tangan terampil Muhammad Sam (29) menepuk-nepuk permukaan beduk, menghasilkan suara yang khas dan membangkitkan semangat Ramadan. Ia adalah penjual beduk di Jalan KH Saban, Cianjur.

Ia menjajakan berbagai ukuran beduk, mulai dari yang kecil untuk anak-anak hingga yang besar untuk masjid. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 1,1 juta, tergantung pada ukuran dan jenis kulit yang digunakan.

Sam memulai penjualan beduk sejak seminggu sebelum puasa. Ia juga menerima pesanan di hari-hari biasa.

“Penjualan utama memang seminggu sebelum puasa, tapi pesanan tetap saya layani sepanjang tahun,” ujarnya pada Minggu (16/3/2025).

Harga beduk yang Sam tawarkan bergantung pada jenis kulit yang digunakan. Ia menggunakan kulit sapi, kerbau, dan domba.

“Setiap jenis kulit memiliki harga yang berbeda,” jelasnya.


Menurut penjual beduk ini, kulit kerbau adalah pilihan terbaik karena ketebalan dan kekuatannya.

“Kulit kerbau lebih tebal dan keras daripada kulit sapi,” katanya.

Selisih harga antara kulit kerbau dan sapi sekitar Rp 100 ribu. Untuk kulit domba, harga ditentukan oleh panjang yang dibutuhkan.

“Misalnya, 1,20 meter kulit domba harganya Rp 60 ribu,” tambah Sam.

Sam mendapatkan kulit-kulit tersebut dari pemasok. Selanjutnya, ia membawa kulit tersebut ke tempat produksi untuk diolah menjadi kulit beduk.

“Setelah proses selesai, kulit beduk siap saya gunakan,” ucapnya.

Beduk ukuran besar dan sedang paling banyak peminatnya.

“Beduk kecil jarang ada yang beli,” ungkap Sam.

Namun, ia tetap optimis beduk kecil akan terjual di tahun berikutnya.

“Paling tidak, modal saya tetap aman,” ujarnya.

Penjualan beduk mengalami puncak kejayaan dua tahun lalu. Saat itu, Sam bahkan membuat beduk berukuran sangat besar dari kayu.

“Sayangnya, penjualan terus menurun hingga saat ini,” pungkasnya.(vit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

STAI Al-Azhary Resmi Berubah Status Menjadi IAI Al-Azhary Cianjur

7 Maret 2026 - 10:08 WIB

IAI Al-Azhary Cianjur

Nekat Beraksi di Trotoar, Peredaran Obat Terlarang di Cianjur Makin Terbuka Saat Ramadan

7 Maret 2026 - 08:21 WIB

Peredaran obat terlarang di cianjur

Polisi Tetapkan Tersangka Penganiayaan di Cugenang, Kasus Labu Siam Berujung Kematian

5 Maret 2026 - 20:58 WIB

tersangka penganiayaan di cugenang

Operasi SAR Berhasil, Jasad Nelayan di Cidaun Ditemukan Sejauh 17 Kilometer dari Perahu

5 Maret 2026 - 20:25 WIB

jasad nelayan di cianjur

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, El Nino Berpotensi Muncul

5 Maret 2026 - 19:47 WIB

musim kemarau
Trending di Berita