Menu

Mode Gelap
Diduga Kelelahan, Pemudik Asal Cianjur Ditemukan Tewas di Cileungsi Diduga Sopir Mengantuk, Kecelakaan Beruntun di Jalur Puncak Cimacan Tewaskan Satu Pengendara Nekat Beroperasi Saat Mudik, 15 Truk Pasir Ditilang Polisi di Pasirhayam Cianjur Wabup Cianjur Prioritaskan Pembangunan Fasilitas Publik Cipanas, Respons Aspirasi Warga Ngabuburit Bersholawat Cipanas Satukan 24 Komunitas, Hadirkan Aksi Sosial di Bulan Ramadan Jadwal Cuti Bersama Lebaran 2026 Resmi Ditetapkan Pemerintah, Catat Tanggalnya

Pendidikan

Niat Puasa Ramadhan: Kapan Dibaca, Sekali di Awal atau Setiap Hari? Ini Kata MUI

badge-check


					Niat Puasa Ramadhan: Kapan Dibaca, Sekali di Awal atau Setiap Hari? Ini Kata MUI Perbesar

CIANJURTIMES, Cianjur – Umat Islam di seluruh dunia akan segera menyambut bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah. Muslim dan Muslimah di seluruh dunia mengisi bulan yang penuh berkah ini dengan ibadah puasa selama sebulan penuh. Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat, yaitu baligh, berakal sehat, dan mampu.


Agar ibadah puasa sah, seorang Muslim wajib membaca niat puasa Ramadhan. Hal ini sesuai dengan hadis riwayat Abu Daud: “Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Daud No. 2454, Tirmidzi No. 730).


Lantas, kapan sebaiknya niat puasa Ramadhan Muslim ucapkan? Apakah cukup sekali di awal bulan, atau setiap hari?


Perbedaan Pendapat Ulama


Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai waktu membaca niat puasa Ramadhan. Menurut mazhab Maliki, pengucapannya cukup sekali saja di awal bulan Ramadhan.


“Dalam mazhab Maliki, niat untuk puasa Ramadhan itu cukup muslim lakukan sekali saja, yaitu di awal puasa,” ujar Anwar, mengutip dari Kompas.com, Selasa (12/3/2024).


Namun, tiga mazhab lainnya, yaitu Syafi’i, Hambali, dan Hanafi, berpendapat bahwa niat puasa wajib umat muslim ucapkan setiap malam sebelum fajar. Waktu pengucapan niat pun tidak harus saat sahur, tetapi bisa antara setelah shalat Maghrib hingga sebelum Subuh.


Sikap Bijak dalam Perbedaan


Anwar Abbas mengimbau masyarakat untuk tidak mempermasalahkan perbedaan pendapat ini. Menurutnya, perbedaan dalam masalah ini adalah hal yang wajar dan tidak perlu jadi perdebatan.


“Silakan saja masing-masing akan mengikuti yang mana karena masalah ini memang masuk ke dalam majalul ikhtilaf, yaitu adanya kemungkinan untuk berbeda pendapat,” tuturnya.


Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya toleransi dalam menyikapi perbedaan pendapat terkait ibadah puasa Ramadhan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

STAI Al-Azhary Resmi Berubah Status Menjadi IAI Al-Azhary Cianjur

7 Maret 2026 - 10:08 WIB

IAI Al-Azhary Cianjur

Prediksi Malam Lailatul Qadar 2026, Ini Perkiraan Tanggalnya Menurut Kalender Ramadan

5 Maret 2026 - 19:36 WIB

prediksi lailatul qadar

Fenomena Langka: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 dan Panduan Shalat Khusuf

3 Maret 2026 - 06:55 WIB

gerhana bulan total 2026

Polemik Penerima Beasiswa LPDP, Komisi X DPR RI Desak Evaluasi Total

24 Februari 2026 - 05:17 WIB

penerima beasiswa LPDP

Mahasiswi IAI Al-Azhary Cianjur Sukses Tembus Top 28 Besar Aksi Indosiar

24 Februari 2026 - 04:45 WIB

aksi indosiar
Trending di Berita