Menu

Mode Gelap
Oknum ASN Tersangka Kekerasan Seksual Sesama Jenis Terancam Dipecat Oknum ASN Dinkes Cianjur Jadi Tersangka Dugaan Kekerasan Seksual Sesama Jenis, Korban Diiming-imingi Lolos Jadi PNS Sinergi KKN IAI Al-Azhary dan Warga Rawasalak Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Bojongpicung Tiga Maling Motor Terekam CCTV, Honda Beat Milik Petani Raib di Bojongpicung Cianjur Perumdam Tirta Mukti Luncurkan Air Minum Kemasan Bersertifikat SNI Rumah dan Pondok Pesantren di Bojongpicung Cianjur Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp250 Juta

Berita

SPN Jawa Barat Kecewa, Tuntutan Kenaikan UMSK Tak Digubris Pj Gubernur

badge-check

SPN Jawa Barat Kecewa, Tuntutan Kenaikan UMSK Tak Digubris Pj Gubernur Perbesar

Cianjur, Jawa Barat – Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jawa Barat kembali menggelar aksi unjuk rasa besar-/besaran pada Rabu (18/12/2024) lalu. Aksi yang berlangsung hingga larut malam ini dilakukan sebagai bentuk protes atas belum terbitnya Surat Keputusan (SK) Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) sesuai dengan rekomendasi yang telah diajukan oleh para pekerja.

Ketua DPC SPN Cianjur, Fardan, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas sikap Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Penjabat (Pj) Gubernur, Bey Machmudin. Menurutnya, Pj Gubernur Jawa Barat terkesan acuh tak acuh terhadap tuntutan para pekerja.

“Kami sangat kecewa dengan sikap Pj Gubernur. Aksi damai yang kami lakukan tidak digubris sama sekali. Padahal, ribuan pekerja dari berbagai daerah di Jawa Barat turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi,” tegas Fardan.

Lebih lanjut, Fardan mengungkapkan bahwa para pekerja merasa tidak didengar dan tidak diperhatikan oleh pemerintah. Padahal, kenaikan UMSK sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

BACA JUGA : SPN Tuntut Kenaikan UMK dan Upah Sektoral di Cianjur

“Kami bekerja keras setiap hari untuk menghidupi keluarga. Kenaikan UMSK adalah hak kami yang sudah semestinya diberikan oleh pemerintah,” tegasnya.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh SPN Jawa Barat ini mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Mereka menilai bahwa tuntutan para pekerja sangat beralasan dan harus segera dipenuhi oleh pemerintah.

Menanggapi aksi unjuk rasa tersebut, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, sikap acuh tak acuh Pj Gubernur terhadap tuntutan para pekerja telah memicu kemarahan dan kekecewaan di kalangan buruh.

Fardan menegaskan bahwa SPN Jawa Barat akan terus memperjuangkan hak-hak para pekerja. Jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi, maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan aksi yang lebih besar lagi.

“Kami akan terus berjuang sampai tuntutan kami dipenuhi. Kami tidak akan menyerah,” pungkasnya.(arm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Oknum ASN Tersangka Kekerasan Seksual Sesama Jenis Terancam Dipecat

27 Juli 2026 - 20:06 WIB

BKPSDM

Oknum ASN Dinkes Cianjur Jadi Tersangka Dugaan Kekerasan Seksual Sesama Jenis, Korban Diiming-imingi Lolos Jadi PNS

27 Juli 2026 - 19:33 WIB

ASN Dinkes Cianjur

Sinergi KKN IAI Al-Azhary dan Warga Rawasalak Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Bojongpicung

26 Juli 2026 - 18:41 WIB

KKN IAI Al-Azhary

Tiga Maling Motor Terekam CCTV, Honda Beat Milik Petani Raib di Bojongpicung Cianjur

25 Juli 2026 - 22:21 WIB

maling motor di Bojongpicung

Perumdam Tirta Mukti Luncurkan Air Minum Kemasan Bersertifikat SNI

25 Juli 2026 - 08:27 WIB

air minum tirta mukti
Trending di Berita