CIANJUR TIMES, Ciranjang – Dua rumah milik tim sukses calon kepala desa di Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diduga menjadi sasaran pelemparan bom molotov menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Dugaan pelemparan terjadi di dua lokasi berbeda, yakni Kampung Cibogo 2 dan Kampung Cibogo 3.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan indikasi benda yang diduga berkaitan dengan bom molotov. Namun, hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi mengenai saksi yang melihat langsung aksi pelemparan tersebut.
Salah seorang korban, Budi, mengaku baru pulang ke rumah sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, ia tidak melihat hal mencurigakan di sekitar rumahnya. Bahkan, ia sempat duduk dan menikmati kopi di depan rumah.
Namun, pada pagi harinya, sang istri memberi tahu bahwa terdapat bekas benda yang terlihat seperti bom molotov di depan rumah mereka.
“Padahal saya baru pulang ke rumah sekitar jam empat subuh. Saat itu belum ada apa-apa, bahkan saya sempat ngopi di depan rumah. Tapi, pagi harinya istri saya memberi tahu ada bekas bom molotov,” ungkap Budi, Sabtu (31/10/2026).
Budi menduga kejadian tersebut berkaitan dengan aktivitas politik menjelang Pilkades. Ia menyebut rumah ketua tim suksesnya juga menjadi sasaran dalam peristiwa tersebut.
“Kalau saya menduga memang ini ada kaitannya dengan hal itu. Karena bukan hanya rumah saya, tetapi rumah ketua tim saya juga menjadi sasaran,” jelasnya.
Merasa menjadi korban teror, Budi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Polisi Masih Selidiki Keterkaitan Unsur Pilkades
Menindaklanjuti laporan itu, jajaran Polres Cianjur bersama Polsek Ciranjang mendatangi kedua lokasi kejadian. Petugas melakukan pemeriksaan awal serta mengumpulkan keterangan saksi dan bukti untuk mengungkap pelaku.
Kapolres Cianjur AKBP Beddy Suwendi mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim Satreskrim Polres Cianjur bersama jajaran Polsek untuk menyelidiki kasus tersebut.
“Kami sedang melakukan pendalaman. Tim sudah diterjunkan untuk mencari saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti terkait kejadian tersebut,” ungkap Beddy.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh berbagai isu yang beredar terkait peristiwa tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Terkait isu bom molotov ini, kami akan terus melakukan penyelidikan dan menyampaikan perkembangan lebih lanjut kepada masyarakat,” ucapnya.
Terkait dugaan motif politik di balik kejadian tersebut, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan keterkaitannya dengan Pilkades. Polisi masih mendalami keterangan para saksi dan mengumpulkan bukti di lapangan.
“Kami belum bisa memastikan apakah kejadian ini berkaitan dengan Pilkades atau tidak. Saat ini masih dilakukan pendalaman terhadap saksi-saksi dan bukti-bukti yang ada, sehingga belum bisa menyimpulkan motifnya,” pungkasnya.
Hingga kini, Polres Cianjur masih menyelidiki kasus dugaan pelemparan bom molotov tersebut untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian yang menyasar dua rumah tim sukses calon kepala desa itu.***















