Menu

Mode Gelap
Unik, Warga Cianjur Cukup Baca Pancasila untuk Dapat Pengobatan Gratis Usai Kemarau Panjang, BPBD Cianjur Ingatkan Warga Waspadai Longsor dan Banjir DPRD Cianjur Raih Peringkat II Nasional Pengelolaan JDIHN Kategori DPRD Kabupaten Dari Cianjur, Polri Tanam Bawang Putih Serentak di 14 Kabupaten Jabar, Target Swasembada 2029 50 Paskibraka Cianjur Resmi Dikukuhkan, Siap Kibarkan Bendera Merah Putih Hari ke-10, Kebakaran Gunung Gede Padam, Petugas Masih Temukan 7 Titik Asap

Berita

Unik, Warga Cianjur Cukup Baca Pancasila untuk Dapat Pengobatan Gratis

badge-check

Unik, Warga Cianjur Cukup Baca Pancasila untuk Dapat Pengobatan Gratis Perbesar

CIANJUR TIMES, Cianjur — Warga Kabupaten Cianjur antusias mengikuti program pengobatan kesehatan gratis yang digelar Klinik Harapan Sehat bersama Polres Cianjur dan sejumlah pihak terkait, Kamis (20/8/2026).

Program tersebut memiliki konsep unik. Warga yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan gratis tidak mengeluarkan biaya, tetapi cukup membacakan lima sila Pancasila sebagai bagian dari konsep pelayanan sekaligus upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

Program tersebut digagas pemilik Klinik Harapan Sehat, Dokter Yusuf Nugraha, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus upaya memperkuat kolaborasi antara pihak swasta, kepolisian, pemerintah dan berbagai elemen lainnya.

“Kita ingin membuat sesuatu kolaborasi, di mana kita ingin membantu masyarakat. Klinik Harapan Sehat berkolaborasi dengan berbagai lintas sektoral, dengan Polres Cianjur dan semuanya,” ujar Yusuf, Kamis (20/8/2026).

Target 81.000 Penerima Selama Setahun

Program pengobatan gratis tersebut tidak hanya berlangsung dalam satu kegiatan. Klinik Harapan Sehat menargetkan program berjalan selama satu tahun, mulai Agustus 2026 hingga Agustus 2027.

Selama periode tersebut, sebanyak 81.000 orang ditargetkan mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.

“Agustus 2026 sampai dengan Agustus 2027, kami punya target 81.000 orang dapat penanganan pengobatan kesehatan gratis, dengan cukup membayar dengan melafalkan Pancasila,” katanya.

Menurut Yusuf, konsep tersebut bukan sekadar untuk memberikan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma, tetapi juga menggabungkan aspek kesehatan dengan nilai-nilai kebangsaan.

“Tujuan utamanya bisa membantu masyarakat, bisa berkolaborasi dengan pemerintah. Kemudian yang kedua juga bagaimana bisa meningkatkan rasa nasionalisme,” ucapnya.

Yusuf menilai rasa nasionalisme memiliki peran penting dalam membangun bangsa. Menurutnya, masyarakat yang memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan negara dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan makmur.

“Saya yakin apabila rasa nasionalisme ada di dalam jiwa seluruh bangsa Indonesia, maka Indonesia bakal menjadi negara makmur, bakal menjadi negara maju. Kuncinya adalah nasionalisme,” tegasnya.

Pelayanan Jemput Bola ke Pelosok Cianjur

Pelayanan kesehatan gratis tersebut tidak hanya terpusat di satu lokasi. Tim Klinik Harapan Sehat akan mendatangi sejumlah wilayah hingga pelosok Kabupaten Cianjur.

Beberapa wilayah yang menjadi sasaran di antaranya Cianjur Selatan, Sukanagara, Campaka, Cijati dan sejumlah daerah lainnya.

“Kita akan selama satu tahun ini tersebar ke pelosok-pelosok. Kita akan pengobatan ke daerah-daerah terpencil. Target 81.000 orang itu akan ke seluruh wilayah Kabupaten Cianjur,” jelas Yusuf.

Ia memilih konsep jemput bola karena tidak semua masyarakat memiliki akses yang mudah menuju fasilitas pelayanan kesehatan. Sebagian warga juga menghadapi kendala biaya transportasi untuk datang ke fasilitas kesehatan.

“Targetnya adalah kita yang jemput bola. Karena ada masyarakat bukan hanya sakit saja, tapi untuk datang ke pelayanan kesehatan pun kadang-kadang tidak punya biaya untuk transportasi. Makanya kita hadir mendekati mereka,” ungkapnya.

Warga Rasakan Manfaat Pengobatan Gratis

Salah satu warga yang mendapatkan pelayanan dalam program tersebut adalah Hamidah, warga Ciplas. Ia datang untuk memeriksakan keluhan pada bagian tangannya yang berlangsung selama sekitar empat bulan.

Hamidah mengatakan keluhan tersebut bermula setelah ia terjatuh. Meski sempat menjalani pengobatan dan pemeriksaan, rasa sakit kembali kambuh hingga membuat pergerakan tangannya terbatas.

“Sudah empat bulan. Tadinya awalnya jatuh, sudah diurut, sudah diperiksa ke dokter. Tapi mungkin banyak pekerjaan kalau ibu-ibu, jadi kumat lagi. Tidak bisa sampai ke atas,” tuturnya.

Setelah mendapatkan pemeriksaan, petugas kesehatan menyarankan Hamidah menjalani pemeriksaan rontgen untuk memastikan kondisi tangannya.

“Katanya harus dirontgen. Dilihat, takut ada urat terjepit, bengkak di dalam, atau tulang bergeser. Mudah-mudahan cepat sembuh,” katanya.

Hamidah mengaku senang bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis tanpa harus mengeluarkan biaya.

Saat ditanya mengenai konsep pembayaran dalam program tersebut, Hamidah menjawab sambil tertawa.

“Sama hafal Pancasila,” ucapnya.

Hamidah kemudian membacakan lima sila Pancasila, mulai dari Ketuhanan Yang Maha Esa hingga Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

“Alhamdulillah senang,” katanya.

Selain itu, pelaksanaan program tersebut selanjutnya akan berjalan secara bertahap di sejumlah wilayah Cianjur. Sasarannya yakni masyarakat yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan, terutama warga di daerah yang memiliki keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Usai Kemarau Panjang, BPBD Cianjur Ingatkan Warga Waspadai Longsor dan Banjir

20 Agustus 2026 - 08:38 WIB

Bencana di cianjur

DPRD Cianjur Raih Peringkat II Nasional Pengelolaan JDIHN Kategori DPRD Kabupaten

20 Agustus 2026 - 08:26 WIB

jdihn

Dari Cianjur, Polri Tanam Bawang Putih Serentak di 14 Kabupaten Jabar, Target Swasembada 2029

19 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Bawang putih cianjur

50 Paskibraka Cianjur Resmi Dikukuhkan, Siap Kibarkan Bendera Merah Putih

16 Agustus 2026 - 06:14 WIB

Paskibraka cianjur

Hari ke-10, Kebakaran Gunung Gede Padam, Petugas Masih Temukan 7 Titik Asap

15 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Kebakaran Gunung
Trending di Berita