CIANJUR TIMES, Cianjur – Puluhan hektare sawah di Desa Sindangsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, mengalami gagal panen akibat kemarau panjang yang menyebabkan pasokan air irigasi terhenti. Kekeringan mengakibatkan sebagian tanaman padi mati mengering, sementara sebagian lainnya masih dapat dipanen meski hasilnya menurun drastis.
Salah satu wilayah yang terdampak berada di lahan garapan Kelompok Tani Sukamulya, Desa Sindangsari. Dari total lahan seluas 20 hektare yang 42 anggota kelompok tani kelola, seluruhnya terdampak kekeringan dengan tingkat kerusakan yang berbeda.
Ketua Kelompok Tani Sukamulya, Idan Didan, mengatakan sekitar 10 hektare sawah masih dapat petani pamen, tetapi hasil produksinya jauh di bawah kondisi normal akibat kekurangan pasokan air. Sementara itu, lima hektare hanya menghasilkan sekitar separuh dari produksi biasanya, sedangkan lima hektare lainnya mengalami puso atau gagal panen total karena tanaman padi mengering sebelum menghasilkan bulir.
“Sebanyak 10 hektare masih bisa dipanen, tetapi hasilnya tidak maksimal. Lima hektare hanya panen separuh, sedangkan lima hektare lainnya gagal total karena padi mengering dan tidak mengeluarkan bulir,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Idan, para petani telah berupaya menyelamatkan tanaman dengan memanfaatkan air dari sumur artesis menggunakan pompa. Namun, debit air yang tersedia tidak mampu memenuhi kebutuhan lahan pertanian yang cukup luas sehingga sebagian besar sawah tetap mengalami kekeringan.
Ia menjelaskan, minimnya pasokan air terjadi karena aliran irigasi teknis tidak lagi menjangkau wilayah hilir. Air lebih banyak dimanfaatkan petani di daerah hulu sehingga lahan pertanian di Desa Sindangsari tidak memperoleh pasokan air yang memadai.
“Air irigasi tidak sampai ke wilayah kami karena lebih banyak digunakan di daerah hulu. Akibatnya sawah di sini kekurangan air,” katanya.
Akibat kondisi tersebut, Perkiraan kerugian yang Kelompok Tani Sukamulya alami mencapai Rp105 juta. Nilai kerugian tersebut berasal dari penurunan hasil panen hingga kegagalan panen pada sebagian lahan yang mereka kelola.
Kekeringan juga Landa Sawah di Wilayah Lain
Selain lahan milik Kelompok Tani Sukamulya, sawah di Kampung Cikirenjo, Desa Sindangsari, juga mengalami kondisi serupa. Sejumlah tanaman padi mengering akibat tidak memperoleh pasokan air yang cukup selama musim kemarau.
“Kerugian di kelompok tani kami diperkirakan mencapai sekitar Rp105 juta. Informasinya, sawah di Kampung Cikirenjo juga banyak yang terdampak kekeringan,” ujar Idan.
Menurut Idan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) secara rutin melakukan pemantauan dan pendampingan kepada para petani. Namun, kondisi cuaca yang terus kering membuat berbagai upaya penyelamatan tanaman belum mampu mengatasi dampak kekeringan yang terjadi.
Para petani berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menambah pasokan air irigasi. Selain itu juga memberikan bantuan kepada petani yang mengalami gagal panen. Mereka berharap dukungan tersebut dapat membantu petani kembali menanam pada musim tanam berikutnya. Lalu mengurangi kerugian akibat kemarau panjang yang mengancam produksi padi di wilayah tersebut.***










