Menu

Mode Gelap
Badak Cihea Cup 2026 Resmi Bergulir, Pesta Rakyat Desa Cihea Libatkan Mahasiswa KKN IAI Al-Azhary Satresnarkoba Polres Cianjur Gagalkan Peredaran 14,8 Kilogram Ganja, Dua Tersangka Ditangkap Ojol dan Satlantas Polres Cianjur Gagalkan Pelarian Honda Brio Diduga Hasil Penggelapan Harga BBM Pertamina dan Swasta Kompak Turun, Berikut Daftar Lengkap per 20 Juli 2026 Lima Truk Tangki Air Bersih Siap Layani 14 Kecamatan Terdampak Kekeringan di Cianjur Polisi Gagalkan Tawuran Pelajar di Cibeber, Dua Siswa SMP Diamankan, Satu Bawa Sajam

Berita

Pria Asal Campaka Cianjur yang Hilang 2,5 Tahun Ditemukan Lemas di Lereng Gunung Salak

badge-check


					Pria Asal Campaka Cianjur yang Hilang 2,5 Tahun Ditemukan Lemas di Lereng Gunung Salak Perbesar

CIANJUR TIMES, Campaka – Seorang warga Kampung Babakansirna, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur bernama Ayi Solehudin ditemukan dalam kondisi lemas di kawasan lereng Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi, setelah dilaporkan hilang selama sekitar 2,5 tahun. Saat ini Ayi telah kembali ke keluarganya dan menjalani pemulihan kesehatan.

Pihak keluarga menegaskan bahwa Ayi bukan berada di kawasan Gunung Salak selama 2,5 tahun. Selama menghilang, ia diketahui berpindah-pindah lokasi hingga terakhir ditemukan di lereng Gunung Salak oleh warga setempat.

BACA JUGA : Viral! Pendaki Gunung Gede Buang Sampah Tak Senonoh

Warga Temukan Saat Memeriksa Aliran Sungai

Penemuan Ayi bermula ketika sejumlah warga memeriksa aliran sungai usai hujan deras mengguyur kawasan pegunungan pada malam sebelumnya. Warga kemudian menemukan seorang pria dalam kondisi lemas dan tergeletak di dekat aliran sungai.

Menerima laporan tersebut, aparat desa bersama relawan Ambulans Sukabumi Bersatu (ASB) segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Medan yang terjal membuat relawan harus melakukan proses evakuasicuku secara manual menggunakan tandu.

Relawan Ambulans Sukabumi Bersatu, Muh Irfan Maulana, mengatakan saat petugas menemukannya, korban dalam kondisi sangat lemah dan mengalami gejala hipotermia.

“Kronologinya itu ketemunya sama warga situ yang ingin melihat air karena semalam hujan deras, kemudian menemukan pria tersebut dengan posisi sudah tergeletak,” katanya.

Menurut Irfan, proses evakuasi berlangsung sekitar tiga jam hingga korban berhasil petugas bawa keluar dari kawasan hutan. Identitas korban kemudian diketahui setelah pemeriksaan sidik jari dan retina mata.

“Si bapak lemas banget, tidak bisa jalan dan bicara juga kaku. Dia juga tidak tahu atau tidak menjawab bagaimana bisa berada di Gunung Salak,” katanya.

Setelah identitasnya terungkap, relawan berhasil menghubungi pihak keluarga di Campaka.

“Ayi sudah keluarga jemput. Alhamdulillah relawan ASB, Sukabumi Bersatu, Sosial Tangan Peduli, warga dan pihak desa turut membantu proses evakuasi serta menghubungi keluarganya,” ujar Irfan.

Keluarga Tegaskan Bukan Hilang di Gunung Salak Selama 2,5 Tahun

Kakak kandung Ayi, Ujang Sulaeman (53), mengatakan adiknya telah meninggalkan rumah sejak sekitar 2,5 tahun lalu dan beberapa kali ada lporan terlihat di sejumlah daerah.

Menurutnya, Ayi memiliki riwayat gangguan kejiwaan yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir sehingga kerap berjalan tanpa tujuan dan sulit keluarga temukan.

“Sempat di Ciwidey, di Cirebon, kemudian ada yang pernah melihat di Jampang Surade Sukabumi. Tapi setiap kali keluarga menyusul, sudah tidak ada karena pergi lagi,” kata Ujang.

Ia menegaskan bahwa adiknya baru berada di kawasan Gunung Salak saat warga menemukannya.

“Jadi bukan hilang di Gunung Salak selama 2,5 tahun. Tapi sudah hilang sejak 2,5 tahun lalu dan terakhir ketemu di Gunung Salak,” ujarnya.

Jalani Pemulihan dan Pengobatan

Saat ini Ayi telah kembali ke rumahnya di Kampung Babakansirna, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka. Keluarga berkomitmen untuk mendampingi dan mengawasi Ayi agar kejadian serupa tidak terulang.

Kepala Puskesmas Campaka, dr. Tito, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi kesehatan Ayi, baik fisik maupun kejiwaannya.

“Petugas secara rutin mengecek kondisinya, terutama kesehatan fisik. Kondisinya lemah karena kurangnya asupan makanan. Kami juga akan melanjutkan pengobatan kejiwaannya agar kondisinya semakin membaik,” katanya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Badak Cihea Cup 2026 Resmi Bergulir, Pesta Rakyat Desa Cihea Libatkan Mahasiswa KKN IAI Al-Azhary

21 Juli 2026 - 16:46 WIB

KKN IAI Al-Azhary

Satresnarkoba Polres Cianjur Gagalkan Peredaran 14,8 Kilogram Ganja, Dua Tersangka Ditangkap

21 Juli 2026 - 13:14 WIB

satresnarkoba polres cianjur

Ojol dan Satlantas Polres Cianjur Gagalkan Pelarian Honda Brio Diduga Hasil Penggelapan

21 Juli 2026 - 06:24 WIB

Satlantas Polres

Harga BBM Pertamina dan Swasta Kompak Turun, Berikut Daftar Lengkap per 20 Juli 2026

20 Juli 2026 - 21:31 WIB

Harga BBM Pertamina

Lima Truk Tangki Air Bersih Siap Layani 14 Kecamatan Terdampak Kekeringan di Cianjur

20 Juli 2026 - 20:54 WIB

kekeringan di cianjur
Trending di Berita