CIANJUR TIMES, Cipanas – Jumlah kunjungan wisatawan ke Kebun Raya Cibodas meningkat signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Lonjakan ini terjadi setelah pengelola menghentikan sementara penarikan retribusi di pintu masuk utama kawasan, yang sebelumnya memicu keluhan karena praktik tiket ganda.
Berdasarkan data pengelola, jumlah pengunjung meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya. Saat sistem tiket ganda masih berlaku, kunjungan pada hari biasa berkisar 500 orang dan akhir pekan sulit menembus 1.000 orang.
Kini, jumlah wisatawan pada hari kerja mencapai sekitar 1.000 orang, sementara akhir pekan bisa menyentuh 2.500 pengunjung. Mayoritas wisatawan berasal dari wilayah Jabodetabek dan datang menggunakan kendaraan pribadi maupun bus pariwisata.
BACA JUGA : HUT Kebun Raya Cibodas ke-174, Revitalisasi Taman Lumut dan Konservasi Tanaman Langka
Kemudahan Akses Jadi Faktor Utama
General Manager PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin, mengatakan peningkatan ini dipicu kemudahan akses bagi pengunjung.
“Wisatawan sekarang cukup membayar satu kali di pintu masuk Kebun Raya Cibodas, tanpa harus berhenti di gerbang utama seperti sebelumnya,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, sistem sebelumnya dinilai memberatkan karena pengunjung harus melakukan pembayaran berlapis sebelum masuk ke kawasan wisata.
Tunggu Skema One Gate System
Meski kunjungan meningkat, pengelola masih menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah daerah terkait sistem tiket. Pemkab Cianjur berencana menerapkan sistem satu pintu (one gate system) untuk seluruh kawasan wisata Cibodas.
“Kami masih menunggu pembahasan dari dinas terkait terkait penerapan tiket satu pintu agar tidak memberatkan wisatawan,” kata Zaenal.
UMKM Kawasan Cibodas Kembali Bergeliat
Peningkatan jumlah wisatawan juga berdampak langsung pada pelaku usaha di sekitar kawasan. Sejumlah pedagang yang sebelumnya menutup kios kini kembali beroperasi.
Lefi (58), pedagang oleh-oleh di kawasan Cibodas, mengaku kondisi usahanya mulai membaik setelah kebijakan tersebut berlaku.
“Sempat sepi dan hampir pindah lokasi. Sekarang pengunjung ramai lagi, jadi kami buka kios kembali,” ujarnya.
Banyak harapan dari peningkatan kunjungan ini terus berlanjut seiring pembenahan sistem pengelolaan wisata. Sinergi antara pengelola dan pemerintah daerah, penting untuk menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus mendorong pemulihan ekonomi lokal di kawasan Cipanas.***




















