Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Bisnis dan UMKM

Gas Elpiji 3 Kg Cianjur Langka, DPRD Temukan Dugaan Penyimpangan Distribusi

badge-check

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur, Aziz Muslim Perbesar

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur, Aziz Muslim

CIANJUR TIMES, Cianjur – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Cianjur menjadi perhatian Komisi II DPRD setempat. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Senin (13/4/2026), DPRD menemukan adanya indikasi penyimpangan distribusi yang diduga memicu terbatasnya pasokan di masyarakat.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur, Aziz Muslim, mengatakan kelangkaan terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari utara hingga selatan Cianjur dalam beberapa pekan terakhir.

Dampak dari kondisi tersebut, harga gas elpiji 3 kg di tingkat pengecer meningkat hingga Rp25.000 per tabung.

“Di lapangan, harga sudah mencapai Rp25 ribu per tabung, padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) di pangkalan sekitar Rp19 ribu,” ujar Aziz.

BACA JUGA : Gas LPG 3 Kg di Cianjur Langka, Harga Tembus Rp35 Ribu Usai Lebaran

Berdasarkan hasil RDP bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) dan agen, DPRD menemukan adanya dugaan penggunaan gas subsidi oleh sektor yang tidak berhak.

“Penyebabnya antara lain mungkin adanya penyalahgunaan, serta penggunaan oleh sektor yang tidak sesuai aturan, seperti peternakan, restoran, hingga dapur program SPPG atau Makan Bergizi Gratis,” kata Aziz.

Selain itu, DPRD juga menerima laporan adanya persoalan dalam rantai distribusi, termasuk hubungan antara agen dan pangkalan.

DPRD Akan Lakukan Sidak

Sebagai tindak lanjut, DPRD Cianjur berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi untuk memastikan distribusi tepat sasaran.

“Kami akan turun ke lapangan dan berkoordinasi dengan Pertamina serta Kementerian ESDM untuk memastikan pengawasan berjalan sesuai aturan,” tegas Aziz.

Hiswana Migas : Kuota Gas Elpiji Cukup

Sementara itu, Ketua Hiswana Migas Kabupaten Cianjur, Hedi Permadi Boy, menyebut pasokan gas elpiji untuk Cianjur secara kuota sebenarnya mencukupi.

“Setiap bulan Cianjur menerima sekitar 2,1 juta tabung. Secara pasokan harusnya cukup,” ujarnya.

Ia menduga kelangkaan yang terjadi berkaitan dengan distribusi di tingkat lapangan yang perlu penelusuran lebih lanjut.

Perlu Pengawasan Distribusi

DPRD menegaskan akan terus mengawal persoalan ini agar distribusi gas subsidi tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat.

Langkah pengawasan diharapkan dapat menjaga stabilitas harga gas elpiji 3 kg Cianjur sekaligus memastikan masyarakat kecil tetap mendapatkan haknya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

KONI Cianjur Galang Dana Porprov 2026, Bupati Sumbang Rp 20 Juta

20 Okt 2026 - 16:58 WIB

KONI Cianjur Galang Dana Porprov 2026, Bupati Sumbang Rp 20 Juta

Pilkades Digital Cianjur Digelar 8 November 2026, Diikuti 160 Calon di 47 Desa

20 Okt 2026 - 14:43 WIB

Pilkades Digital Cianjur Digelar 8 November 2026, Diikuti 160 Calon di 47 Desa

Kekeringan Masih Berlanjut, Distribusi Air Bersih di Cianjur Capai 20 Ribu Liter per Hari

20 Okt 2026 - 14:25 WIB

Kekeringan Masih Berlanjut, Distribusi Air Bersih di Cianjur Capai 20 Ribu Liter per Hari

Stok Pupuk Bersubsidi Cianjur Tercatat 8.271 Ton Jelang Musim Tanam

20 Okt 2026 - 14:12 WIB

Stok Pupuk Bersubsidi Cianjur Tercatat 8.271 Ton Jelang Musim Tanam

HUT ke-19 RSUD Cimacan, Kapasitas Rawat Inap Dikembangkan Jadi 200 Tempat Tidur

19 Okt 2026 - 08:55 WIB

HUT ke-19 RSUD Cimacan, Kapasitas Rawat Inap Dikembangkan Jadi 200 Tempat Tidur
Trending di Berita