CIANJUR TIMES – Peristiwa kebakaran di Cipanas Cianjur menghanguskan sedikitnya 12 rumah warga di Kampung Pasekon, RT 03/RW 17, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Sabtu (28/3) pagi. Dugaan pemicu kebakaran akibat ledakan tabung gas LPG yang menyebabkan api cepat membesar di kawasan permukiman padat.
Akibat kejadian tersebut, puluhan warga kehilangan tempat tinggal. Selain itu, perkiraan kerugian materil mencapai lebih dari Rp2,5 miliar.
Berdasarkan laporan petugas pemadam kebakaran, informasi kejadian masuk pada pukul 05.17 WIB. Tim langsung bergerak dan tiba di lokasi lima menit kemudian.
Namun, api sudah terlanjur membesar karena sebagian besar bangunan terbuat dari material mudah terbakar serta jarak antar rumah yang berdekatan.
Proses pemadaman melibatkan petugas gabungan dan berlangsung selama kurang lebih empat jam. Petugas baru berhasil memadamkan api sepenuhnya sekitar pukul 10.00 WIB setelah proses pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa titik api.
Warga Dengar Ledakan Sebelum Api Membesar
Sejumlah warga mengaku sempat mendengar suara ledakan sebelum kebakaran terjadi. Dugaan sementara mengarah pada kebocoran gas di salah satu rumah warga.
“Awalnya saya mendengar dua kali ledakan dari arah rumah sebelah. Begitu keluar, api sudah tinggi sekali. Tidak ada barang yang bisa saya selamatkan, rumah saya habis terbakar dan hanya tersisa pakaian yang sedang saya pakai ini,” ujar Dili, salah satu korban.
Warga lainnya, Ida, juga mengaku kehilangan seluruh harta benda. Suaminya mengalami luka akibat tertimpa material bangunan saat berusaha menyelamatkan diri.
“Semuanya habis, tidak ada yang tersisa sama sekali. Suami saya terluka terkena kayu dan sekarang masih dirawat di rumah. Untuk sementara, kami akan tinggal di rumah anak karena tidak tahu lagi harus ke mana,” tutur Ida.
21 Kepala Keluarga Terdampak, Warga Mengungsi
Data sementara mencatat kebakaran di Cipanas Cianjur ini berdampak pada 21 kepala keluarga dengan luas area terbakar sekitar 300 meter persegi.
Dalam proses pemadaman, sebanyak 25 personel Damkar dikerahkan dibantu relawan, TNI-Polri, Tagana, serta tenaga medis dari puskesmas setempat.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun beberapa warga mengalami luka dan harus mendapat perawatan medis. Di antaranya Nci (60) dan Mamat (63) yang mendapat perawatan di Rumah Sakit Cimacan.
Kanit Damkar Cipanas, Yanto Hermanto, menyebut prioritas utama petugas saat kejadian adalah menyelamatkan warga.
“Api saat itu sudah sangat besar sehingga banyak bangunan sulit diselamatkan. Fokus utama kami adalah memastikan warga bisa mengevakuasi diri secepat mungkin. Saat ini, para korban terdampak telah direlokasi sementara ke Masjid Al-Huda untuk mendapatkan perlindungan dan bantuan logistik darurat,” jelasnya.
Saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan lanjutan terkait kerugian serta kebutuhan bantuan bagi korban terdampak.
Petugas Damkar mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam penggunaan gas LPG, termasuk rutin memeriksa kondisi selang dan regulator, guna mencegah kejadian serupa.***




















