Menu

Mode Gelap
Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat Dibuka, Kemensos Sediakan 8.180 Formasi Guru dan Tendik CCN Gelar Nobar Film Nasional di Cipanas, Libatkan 190 Anak Penyandang Disabilitas Gempa Cianjur, KA Siliwangi Sempat Berhenti untuk Pemeriksaan Jalur Gempa Cianjur Hari Ini: Magnitudo 3,4 Guncang Sejumlah Wilayah, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami Investasi Kabupaten Cianjur Tembus Rp607 Miliar pada Triwulan Pertama 2026 Ratusan Dapur MBG Cianjur Belum Lengkapi Dokumen Lingkungan dan Sanitasi

Berita

Misteri Kematian 4 Warga Mande Cianjur, Polisi Selidiki Dugaan Miras Oplosan

badge-check


					ilustrasi Perbesar

ilustrasi

CIANJUR TIMES – Misteri kematian empat warga di Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, tengah menjadi perhatian publik. Polisi kini menyelidiki dugaan miras oplosan di Cianjur sebagai salah satu kemungkinan penyebab, meski hingga kini belum ada kesimpulan pasti.

Peristiwa ini juga menyisakan satu korban lainnya yang masih dalam kondisi kritis di RSUD Sayang Cianjur. Kasus tersebut ramai menjadi perbincangan setelah kabarnya beredar luas di media sosial.

Polisi Benarkan Ada Korban Meninggal

Kasat Narkoba Polres Cianjur, AKP Tatang Sunarya, membenarkan adanya empat warga yang meninggal dunia dalam rentang waktu berbeda. Sementara satu korban berinisial NH masih menjalani perawatan intensif.

“Kami sudah mengecek ke Kecamatan Mande dan benar ada empat warga meninggal dunia. Satu orang berinisial NH saat ini masih dalam kondisi kritis. Dari hasil penyelidikan sementara, waktu munculnya gejala hingga meninggal dunia memang berbeda-beda pada tiap korban,” ujar AKP Tatang Sunarya, Jumat (27/3).

Gejala yang para korban alami relatif serupa, yakni sakit perut hebat disertai muntah. Namun, perbedaan waktu kematian menjadi perhatian karena tidak seperti kasus keracunan massal pada umumnya.

Pola Kematian Berbeda, Polisi Perluas Penyelidikan

Data kepolisian menunjukkan variasi waktu antara munculnya gejala hingga meninggal dunia. Korban FA (23) mulai merasakan gejala pada 24 Maret 2026 dan meninggal sehari kemudian. Sementara MR (22) mengalami keluhan sejak 21 Maret, namun baru meninggal pada 26 Maret.

Dua korban lainnya, L dan DO, masing-masing meninggal pada 25 dan 26 Maret 2026.

Perbedaan durasi tersebut membuat penyelidikan menjadi lebih kompleks. Polisi menduga adanya konsumsi minuman racikan sendiri, namun belum memastikan jenis bahan maupun lokasi konsumsi.

“Keluarga para korban juga tidak mengetahui secara pasti apa yang mereka konsumsi. Saat merasakan sakit perut dan muntah, para korban tidak menjelaskan penyebab sebelumnya kepada pihak keluarga. Kami masih mendalami kapan dan di mana lokasi mereka berkumpul untuk meracik minuman tersebut,” tambah Tatang.

Hasil Medis Belum Temukan Keracunan Alkohol

Pihak RSUD Sayang Cianjur juga memberikan keterangan terkait kondisi korban yang selamat. Kepala Instalasi Humas, Raya Sandi, menyebut belum ditemukan tanda kuat keracunan alkohol akut dari hasil pemeriksaan awal.

“Dari hasil pemeriksaan kesehatan saat ini, kami belum menemukan indikasi klinis keracunan alkohol pada pasien yang dirawat. Kami beralih meneliti apakah kondisi penyakitnya saat ini dipicu oleh riwayat konsumsi alkohol di masa lalu yang mungkin telah merusak organ dalam secara permanen,” jelasnya.

Korban NH yang dirawat sejak 24 Maret hingga kini belum dapat dimintai keterangan karena kondisi yang belum stabil.

Kapolres: Tunggu Hasil Pembuktian Ilmiah

Kapolres Cianjur, AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, menegaskan bahwa pihaknya masih mengumpulkan bukti untuk memastikan penyebab kematian.

Menurutnya, polisi tidak ingin terburu-buru menyimpulkan apakah kasus ini berkaitan dengan miras oplosan di Cianjur atau faktor lain seperti penyakit.

“Proses penyelidikan masih berjalan dinamis. Kami ingin memastikan apakah peristiwa ini murni karena konsumsi minuman keras, faktor penyakit, atau sebab lainnya. Perbedaan waktu meninggalnya warga ini menjadi perhatian khusus kami dalam menentukan konstruksi kasusnya,” tegasnya.

Saat ini, polisi juga berupaya mengumpulkan sampel yang berkaitan dengan konsumsi para korban untuk pengujian secara forensik.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi sebelum hasil resmi penyelidikan keluar. Kasus ini menjadi pengingat penting agar masyarakat lebih waspada terhadap konsumsi zat berbahaya yang tidak jelas kandungannya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat Dibuka, Kemensos Sediakan 8.180 Formasi Guru dan Tendik

8 Juni 2026 - 09:04 WIB

PPPK Sekolah Rakyat

CCN Gelar Nobar Film Nasional di Cipanas, Libatkan 190 Anak Penyandang Disabilitas

8 Juni 2026 - 08:35 WIB

ccn

Gempa Cianjur, KA Siliwangi Sempat Berhenti untuk Pemeriksaan Jalur

6 Juni 2026 - 21:51 WIB

KA Siliwangi

Gempa Cianjur Hari Ini: Magnitudo 3,4 Guncang Sejumlah Wilayah, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

6 Juni 2026 - 21:23 WIB

gempa cianjur hari ini

Investasi Kabupaten Cianjur Tembus Rp607 Miliar pada Triwulan Pertama 2026

6 Juni 2026 - 20:40 WIB

dpmptsp cianjur
Trending di Berita