Cianjur Times – Kelangkaan gas LPG 3 Kg di Cianjur mulai dikeluhkan warga usai perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Minimnya pasokan LPG 3 kilogram di sejumlah wilayah memicu lonjakan harga hingga menyentuh Rp35 ribu per tabung di tingkat pengecer.
Kondisi ini terjadi sejak H-1 Lebaran hingga beberapa hari setelahnya. Warga di wilayah selatan hingga kawasan perkotaan mengaku kesulitan mendapatkan gas bersubsidi untuk kebutuhan sehari-hari.
Terbatasnya stok di pangkalan resmi diduga menjadi salah satu penyebab naiknya harga di tingkat pengecer. Di tengah tingginya permintaan, sejumlah penjual menaikkan harga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Warga Kesulitan, Harga Melonjak Drastis
Di Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, warga mengaku harus mencari gas hingga ke luar wilayah karena stok di sekitar tempat tinggal mereka kosong.
Evi Lokawi (46), warga setempat, mengatakan kelangkaan sudah terasa sejak sebelum Lebaran.
“Sejak sehari sebelum Lebaran sudah sulit sekali mencari gas. Kalaupun akhirnya ada yang punya stok, harganya sampai Rp35 ribu di warung pengecer. Itu pun belum termasuk ongkos ojek untuk mengambilnya karena lokasinya jauh. Kami benar-benar kesulitan untuk memasak sehari-hari,” ujar Evi dengan nada kecewa, Selasa (24/3).
Warga Terpaksa Berburu ke Luar Kecamatan
Keluhan serupa juga disampaikan warga di wilayah perkotaan. Di Kecamatan Cilaku, keterbatasan stok memaksa warga mencari LPG hingga ke kecamatan lain.
Emak Entin (57), warga BTN Pepabri, Desa Sukasari, mengaku harus pergi ke wilayah Karangtengah untuk mendapatkan gas, meskipun harganya masih di atas normal.
“Saya terpaksa membeli gas ke daerah Maleber, Kecamatan Karangtengah. Di sana harganya Rp26 ribu per tabung. Mau tidak mau saya ambil karena sangat butuh untuk memasak menu Lebaran kemarin. Di dekat rumah benar-benar kosong semua,” kata Emak Entin.
Fenomena ini menunjukkan distribusi LPG subsidi di lapangan belum merata, terutama di tingkat pangkalan kecil di desa.
Respons Pertamina Soal Kelangkaan LPG
Menanggapi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menyatakan bahwa penyaluran LPG 3 kilogram tetap berjalan normal sesuai kuota.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, menyebut pihaknya telah melakukan penambahan pasokan sebelum Lebaran.
“Penambahan pasokan sebenarnya sudah kami lakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat jelang Idulfitri. Distribusi energi bersubsidi tetap berjalan seperti biasa dan kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait guna memastikan kelancaran penyaluran di lapangan,” ujar Susanto August Satria dalam keterangan tertulisnya.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk membeli LPG di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai ketentuan. Namun di lapangan, banyak pangkalan dilaporkan kehabisan stok sehingga warga terpaksa membeli di pengecer dengan harga lebih tinggi.***




















