Menu

Mode Gelap
Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Cianjur, Teras Rumah hingga Kendaraan Tertutup Debu Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu 15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga Diduga Cemburu, Pria di Cianjur Tewaskan Istri Siri dan Siapkan Lubang di Belakang Mess Pilkades Digital Cianjur Digelar 18 Oktober di 47 Desa, Anggaran Rp2,5 Miliar

Berita

Fenomena Langka: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 dan Panduan Shalat Khusuf

badge-check

Fenomena Langka: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 dan Panduan Shalat Khusuf Perbesar

Cianjur Times – Masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah Cianjur, berkesempatan menyaksikan fenomena astronomi menakjubkan pada awal Maret ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa Gerhana Bulan Total 2026 akan terjadi pada Selasa (3/3). Fenomena ini tidak hanya menjadi daya tarik bagi pecinta ilmu falak, tetapi juga momen spiritual penting bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah shalat Khusuf.

Gerhana Bulan Total terjadi saat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada tepat pada satu garis sejajar. Kondisi ini menyebabkan Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti atau umbra Bumi. Jika cuaca cerah, masyarakat dapat melihat Bulan berubah warna menjadi merah pekat akibat pembiasan cahaya di atmosfer Bumi. Pemandangan indah ini diprediksi akan berlangsung selama beberapa jam di langit Indonesia.

“Fase Totalitas, di mana Bulan benar-benar berada dalam bayangan umbra Bumi, akan berlangsung selama 59 menit 27 detik. Kami mengimbau masyarakat untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya agar visualisasi warna merah Bulan terlihat lebih jelas,” ujar Nelly Florida Riama, Deputi Bidang Geofisika BMKG, dalam keterangan resminya.

Jadwal Lengkap dan Waktu Puncak Gerhana

Durasi total fenomena ini, mulai dari fase awal hingga berakhir, memakan waktu sekitar 5 jam 41 menit. Khusus untuk wilayah Barat Indonesia (WIB), gerhana akan terlihat sesaat setelah Bulan terbit dalam kondisi fase totalitas atau sudah mencapai puncak. Pengamatan di wilayah Timur Indonesia memiliki visibilitas yang lebih baik karena Bulan sudah berada di atas cakrawala sejak fase awal gerhana dimulai.

Berdasarkan data perhitungan astronomis BMKG, berikut adalah rincian waktu penting Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026:

  • Gerhana Mulai: Pukul 18.03.56 WIB
  • Puncak Gerhana: Pukul 18.33.39 WIB
  • Gerhana Berakhir: Pukul 21.24.00 WIB

Warna merah yang muncul saat puncak gerhana merupakan hasil dari hamburan Rayleigh. Atmosfer Bumi menyebarkan cahaya biru dan meloloskan cahaya merah hingga mencapai permukaan Bulan. Fenomena ini merupakan anggota ke-27 dari seri Saros 133, yang sebelumnya pernah terjadi pada tahun 2008 dan diprediksi akan muncul kembali pada 2044 mendatang.

Makna Spiritual dan Hukum Shalat Khusuf

Bagi umat Islam, gerhana bukan sekadar fenomena alam biasa, melainkan bukti kebesaran Allah SWT. Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain menjelaskan bahwa hukum melaksanakan shalat gerhana bulan atau shalat Khusuf adalah sunnah muakkadah. Artinya, ibadah ini sangat dianjurkan bagi setiap muslim yang melihat atau mengetahui terjadinya gerhana di wilayahnya.

Shalat Khusuf bertujuan untuk memohon perlindungan serta mengagungkan asma Allah di tengah kegelapan sementara yang menimpa rembulan. “Fenomena ini menjadi momen spiritual untuk menyaksikan kebesaran pencipta. Masyarakat dapat menikmati keindahan alam ini sambil tetap memperhatikan informasi cuaca dari kanal resmi,” ungkap Fachri Radjab selaku Plt. Direktur Seismologi Teknik BMKG.

Tata Cara Melaksanakan Shalat Gerhana Bulan

Pelaksanaan shalat Khusuf sedikit berbeda dengan shalat sunnah pada umumnya, terutama pada jumlah rukuk dalam satu rakaat. Berikut adalah panduan ringkas tata cara shalat gerhana bulan tingkat pertengahan yang dapat Anda laksanakan di masjid maupun secara mandiri di rumah:

  1. Niat: Membaca niat dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram (Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ).
  2. Berdiri dan Membaca: Membaca doa Iftitah, Al-Fatihah, dan surat pendek/panjang dengan suara lantang (jahr).
  3. Rukuk Pertama: Melakukan rukuk dengan durasi yang lama.
  4. I’tidal Pertama: Bangkit dari rukuk, namun tidak langsung sujud.
  5. Membaca Kembali: Membaca Al-Fatihah dan surat Al-Qur’an untuk kedua kalinya.
  6. Rukuk Kedua: Melakukan rukuk kembali dengan durasi yang lebih singkat dari rukuk pertama.
  7. I’tidal Kedua dan Sujud: Bangkit dari rukuk kedua, kemudian melakukan sujud seperti shalat biasa hingga selesai dua rakaat.

Perbedaan utama terletak pada adanya dua kali berdiri dan dua kali rukuk dalam setiap rakaatnya. Setelah shalat selesai, khatib biasanya akan menyampaikan khutbah singkat mengenai fenomena gerhana dan peringatan untuk meningkatkan amal ibadah. Sinergi antara ilmu pengetahuan dan spiritualitas ini menjadikan Gerhana Bulan Total 2026 sebagai peristiwa yang sangat berkesan bagi masyarakat Cianjur.

Mengingat wilayah Cianjur sering mengalami perubahan cuaca mendadak, warga diharapkan terus memantau prakiraan cuaca setempat. Langit yang mendung atau tertutup awan tebal tentu akan menghalangi pandangan langsung ke arah Bulan. Namun, semangat untuk melaksanakan ibadah shalat Khusuf tetap dapat terlaksana meskipun visualisasi gerhana tidak terlihat secara kasat mata.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker

6 September 2026 - 15:56 WIB

anak krakatau

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Cianjur, Teras Rumah hingga Kendaraan Tertutup Debu

6 September 2026 - 15:41 WIB

Abu Vulkanik

Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu

4 September 2026 - 09:03 WIB

ngerayap community

15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga

2 September 2026 - 21:43 WIB

lahan terbakar

Diduga Cemburu, Pria di Cianjur Tewaskan Istri Siri dan Siapkan Lubang di Belakang Mess

2 September 2026 - 13:08 WIB

Pembunuhan peternakan ayam
Trending di Berita