CIANJUR TIMES – Organisasi pemuda Jabar Bergerak Zillenial Kabupaten Cianjur sukses menggelar program Hayu Diajar Bumi Pasundan (HYDBP) 2026. Program ini berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar di wilayah tersebut. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari yakni dari tanggal 23-24 Januari 2026 ini menyasar anak usia 9 hingga 12 tahun. Selain itu, fokus utamanya pada penguatan literasi, numerasi, dan sains. Melalui pendekatan pembelajaran interaktif berbasis digital, program ini berupaya mencetak generasi muda yang cerdas, kreatif, dan memiliki tanggung jawab besar di dunia maya.
Kemudian, pemilihan rentang usia sekolah dasar tersebut bukan tanpa alasan, mengingat anak-anak pada fase ini sedang berada dalam masa pembentukan karakter dan pola pikir. Para edukator muda terjun langsung untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menanamkan etika berinternet serta kesadaran akan keamanan digital sejak dini.
Empat Modul Utama dan Pembelajaran Interaktif
Ketua Daerah Jabar Bergerak Zillenial Kabupaten Cianjur, Anggita Suci Maulida, menjelaskan bahwa konsep HYDBP dikemas secara ramah anak melalui empat modul utama. Materi tersebut mencakup numerasi mengenai pecahan dan geometri. Selain itu, literasi digital berbasis budaya, pengenalan alam melalui siklus air, hingga edukasi bijak dalam konten dunia maya. Seluruh materi tersampaikan melalui metode praktik, eksperimen sederhana, serta diskusi kelompok yang dinamis.
“Konsep pembelajaran HYDBP dikemas secara interaktif, ramah anak, dan menyenangkan. Terdapat empat modul utama, yaitu: numerasi dengan materi pecahan dan geometri; literasi digital untuk merawat warisan budaya; pengenalan alam melalui materi siklus air; serta edukasi bijak dalam konten dunia maya dan kesadaran terhadap tindakan seksual,” ujar Anggita Suci Maulida saat menjelaskan detail program tersebut.

Antusiasme di MIS Al-Khoeriyyah dan Harapan Jangka Panjang
Pelaksanaan kegiatan di MIS Al-Khoeriyyah mendapatkan sambutan luar biasa dari para siswa, guru, hingga orang tua murid. Anak-anak tampak aktif bertanya dan terlibat penuh dalam setiap eksperimen yang fasilitator berikan. Pihak sekolah merasa terbantu dengan adanya pendampingan belajar yang tidak hanya fokus pada materi akademik, tetapi juga menyentuh aspek perlindungan diri dan etika bersosial media.
“Alhamdulillah, respons siswa dan pihak sekolah MIS Al-Khoeriyyah sangat positif. Anak-anak terlihat antusias, aktif bertanya, dan terlibat dalam setiap sesi kegiatan. Kami berharap HYDBP 2026 dapat memberikan dampak jangka panjang. Meningkatnya minat belajar anak, terbentuknya karakter positif. Serta tumbuhnya kesadaran untuk menjaga lingkungan dan menggunakan media digital secara bijak,” pungkas Anggita.
Melalui kolaborasi ini, Jabar Bergerak Zillenial berharap dapat terus memperkuat sinergi. Khususnya antara organisasi kepemudaan dan instansi pendidikan demi menciptakan lingkungan belajar yang berkelanjutan.***












