CIANJUR TIMES – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, memicu terjadinya tanah longsor di Kampung Pasir Tunagan, Desa Wangunjaya. Bencana yang terjadi pada Senin (10/11/2025) sore ini menimbun satu rumah semi permanen milik warga dan mengancam belasan rumah lainnya. Puluhan jiwa kini terpaksa mengungsi.
Camat Cugenang, Ali Akbar, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, meski bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa atau luka, satu rumah milik Ade Sopian Hidayat mengalami rusak berat akibat material longsor. Beruntung, saat kejadian pemilik rumah sedang bekerja di luar daerah, sementara istrinya sedang pulang kampung.
“Ada total delapan rumah yang terdampak, satu di antaranya rusak berat. Tujuh lainnya berada di zona berisiko jika terjadi longsor susulan,” ujar Ali Akbar.
22 Jiwa Mengungsi, BPBD Minta Kajian Geologi
Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat, menambahkan bahwa total 10 keluarga, terdiri dari 22 jiwa, terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat yang jauh lebih aman. Hujan intensitas tinggi selama hampir tiga jam memicu tebing berdekatan dengan permukiman warga runtuh.
Asep Sudrajat mengatakan, petugas dan relawan saat ini masih melakukan pemantauan intensif pasca terjadinya longsor Cugenang karena adanya potensi longsor susulan.
“Untuk memastikan keadaan lokasi, ini perlu dilakukan kajian dari pihak Geologi, agar warga pengungsi mendapat kejelasan terkait keamanan,” ujar Asep. Pihak BPBD mengimbau warga pengungsi dan warga sekitar agar selalu siaga dan segera mengungsi saat terjadi hujan lebat.
Ibu Hamil Dievakuasi, Warga Harap Bantuan Segera Direalisasi
Camat Ali Akbar juga melaporkan bahwa petugas mengevakuasi seorang ibu hamil tua ke Puskesmas Cijedil sebagai langkah antisipasi. Ibu tersebut kini menjalani pemeriksaan sekaligus persiapan persalinan.
“Untuk kebutuhan mendesak, warga terutama ibu hamil memerlukan bantuan sembako, popok, dan perlengkapan bayi,” tambahnya.
Ade Sopian Hidayat, pemilik rumah yang tertimbun material longsor, mengungkapkan harapannya agar bantuan dari pihak terkait segera direalisasikan. Meskipun pihak terkait telah melakukan survei ke lokasi, Ade belum mengetahui kepastian waktu penyaluran bantuan.
Pemerintah Kecamatan juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, meminta ronda malam kembali aktif, dan Pemerintah Desa menyiagakan relawan kebencanaan.(*)




















