Menu

Mode Gelap
Polsek Mande Dukung Program Ketahanan Pangan, Petani Desa Jamali Panen Jagung Hibrida Kebun Raya Cibodas Tetapkan Tarif Baru, Pengelola Pastikan Sesuai Aturan PNBP BRIN Polsek Cugenang Intensif Kawal Program Ketahanan Pangan melalui Budidaya Jagung Hibrida SMKN 1 Cipanas Jadi Sekolah Percontohan Nasional Pendidikan Vokasi Pariwisata Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat Dibuka, Kemensos Sediakan 8.180 Formasi Guru dan Tendik CCN Gelar Nobar Film Nasional di Cipanas, Libatkan 190 Anak Penyandang Disabilitas

Berita

Gubernur Jabar: ASN Boleh Libur atau WFH Jika Orang Tua Sakit atau dalam Keadaan Darurat

badge-check


					Gubernur Jabar: ASN Boleh Libur atau WFH Jika Orang Tua Sakit atau dalam Keadaan Darurat Perbesar

CIANJUR TIMESGubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meluncurkan program bertajuk “Nyaah ka Indung” sebagai bentuk kepedulian terhadap pegawai negeri yang memiliki orang tua dalam kondisi darurat atau sakit. Melalui program ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) mendapatkan izin mengambil cuti atau bekerja dari rumah untuk merawat orang tua mereka.

Gubernur mengumumkan kebijakan tersebut pada Jumat (11/4/2025) dan menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang lebih manusiawi di lingkungan pemerintahan.

“Jika orang tua ASN sedang dalam keadaan darurat, seperti sakit berat, maka pegawai bisa menjalankan pekerjaan dari rumah atau mengambil libur,” ujar Dedi Mulyadi.

Ia menambahkan bahwa keputusan itu tergantung pada jenis tugas yang ASN Jalankan. Bila ASN dapat mengerjakan pekerjaannya dari jarak jauh, maka tidak perlu hadir langsung ke kantor.

“Pekerjaan bisa dilakukan dari rumah, tergantung pada jenisnya. Bila memungkinkan untuk mendapat backup dari rekan kerja, maka ASN tersebut bisa lebih fokus merawat ibunya,” lanjut Dedi.

Program Nyaah ka Indung menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kekeluargaan yang kental di Jawa Barat. Menurut Dedi, kesempatan bagi pegawai untuk merawat orang tua adalah bagian dari pengabdian yang tidak ada komprominya.

“Ini adalah bentuk penghormatan kita terhadap orang tua. Mengabdi kepada ibu itu bukan hal sepele, justru bagian penting dari kehidupan,” tegasnya.

Kebijakan ASN yang Manusiawi dan Responsif

Sejumlah pihak menilai kebijakan tersebut sebagai langkah progresif dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih empatik. Terlebih, dalam situasi darurat keluarga, sering kali ASN menghadapi dilema antara tanggung jawab kerja dan keluarga.

Dengan program ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap ASN bisa menjaga keseimbangan antara tugas profesional dan nilai-nilai kemanusiaan.(vit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polsek Mande Dukung Program Ketahanan Pangan, Petani Desa Jamali Panen Jagung Hibrida

12 Juni 2026 - 13:09 WIB

Polsek mande

Kebun Raya Cibodas Tetapkan Tarif Baru, Pengelola Pastikan Sesuai Aturan PNBP BRIN

11 Juni 2026 - 15:19 WIB

Tarif Kebun raya Cibodas

Polsek Cugenang Intensif Kawal Program Ketahanan Pangan melalui Budidaya Jagung Hibrida

11 Juni 2026 - 14:40 WIB

Ketahanan Pangan

SMKN 1 Cipanas Jadi Sekolah Percontohan Nasional Pendidikan Vokasi Pariwisata

9 Juni 2026 - 09:45 WIB

smkn 1 cipanas

Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat Dibuka, Kemensos Sediakan 8.180 Formasi Guru dan Tendik

8 Juni 2026 - 09:04 WIB

PPPK Sekolah Rakyat
Trending di Berita