CIANJUR TIMES, Bojongpicung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhary Cianjur menyalurkan wakaf iqra berupa 20 buku Iqro kepada Madrasah Assobrowiyah di Kampung Rawasalak, Desa Sukajaya, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung kegiatan belajar mengaji para santri.
Program wakaf iqra tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengabdian mahasiswa KKN Kelompok 4 IAI Al-Azhary di Desa Sukajaya. Selama ini, santri di madrasah tersebut masih harus bergantian menggunakan buku Iqro saat mengikuti pembelajaran membaca Al-Qur’an.
Pengurus Madrasah Assobrowiyah menyambut baik bantuan wakaf iqra tersebut. Alasannya, pihak madrasah menilai bantuan ini dapat membantu kelancaran proses pembelajaran para santri.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas amanah ini. Buku Iqro ini akan sangat bermanfaat bagi santri-santri kami, terutama yang masih dalam tahap belajar membaca Al-Qur’an,” ujar perwakilan pengurus madrasah.
Bantuan wakaf iqra berasal dari lembaga Qurir Quran dan disalurkan melalui mahasiswa KKN IAI Al-Azhary kepada pengurus Madrasah Assobrowiyah.
Ketua KKN IAI Al-Azhary Desa Sukajaya, Rizki Suwandi, mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan program pendampingan mengajar mengaji yang rutin mahasiswa lakukan di madrasah dan taman pendidikan Al-Qur’an setempat.
“Program wakaf iqra ini sejalan dengan kegiatan pendampingan mengajar mengaji yang kami laksanakan secara rutin di madrasah dan TPA di Desa Sukajaya. Selain itu, kami berharap bantuan ini dapat membantu santri belajar membaca Al-Qur’an dengan lebih baik,” kata Rizki.
Selain menyerahkan wakaf iqra, mahasiswa KKN juga aktif mendampingi santri dalam kegiatan belajar mengaji beberapa kali dalam sepekan. Pendampingan tersebut sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa KKN IAI Al-Azhary berharap semangat belajar para santri semakin meningkat. Selain itu, kegiatan pendidikan Al-Qur’an di Desa Sukajaya dapat terus berkembang. Terutama dengan dukungan masyarakat dan berbagai pihak yang peduli terhadap pendidikan keagamaan.***










