CIANJUR TIMES, Cianjur – Seorang warga bernama Budi (32) mengalami luka setelah bangunan rumah yang ditempatinya roboh di Kampung Cibinong, Desa Cimanggu, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Rabu (9/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Saat kejadian, Budi tengah beristirahat di dalam rumah seorang diri. Tiba-tiba bagian atap dan struktur bangunan ambruk lalu menimpa tubuhnya.
Budi mengatakan dirinya sempat mendengar suara dari bagian bangunan sebelum rumah tersebut roboh.
“Terdengar bunyi ‘toroktok-toroktok’. Saya kira ada orang membelah bambu. Tiba-tiba rumah langsung ambruk dan menimpa saya,” ujar Budi, Sabtu (11/7/2026).
Warga yang mendengar suara runtuhan segera mendatangi lokasi dan menolong korban dari tumpukan material bangunan.
Akibat kejadian tersebut, Budi mengalami cedera pada lengan kiri, luka di bagian kepala, serta sejumlah memar pada tubuhnya. Petugas kesehatan kemudian memberikan penanganan di fasilitas kesehatan terdekat.
“Sekarang masih terasa sakit. Hari Rabu nanti saya diminta kontrol lagi ke puskesmas,” katanya.
Rumah Sudah Rusak Cukup Lama
Ibu korban, Ai (50), mengatakan kondisi rumah memang sudah mengalami kerusakan cukup parah dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah bagian bangunan mulai lapuk dan keluarga hanya memasang penyangga sederhana untuk mengurangi risiko kerusakan yang lebih besar.
“Rumahnya memang sudah rusak sejak lama. Saya selalu khawatir akan roboh, ternyata kejadian,” ujar Ai.
Menurut Ai, keterbatasan ekonomi membuat keluarganya belum mampu memperbaiki rumah tersebut. Ia sehari-hari bekerja sebagai buruh tani untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Setelah kejadian, Ai bersama anak-anaknya sementara waktu tinggal di rumah orang tuanya yang berada tidak jauh dari lokasi.
“Tidak punya rumah lain, jadi terpaksa tetap tinggal di sini. Setiap malam sebenarnya selalu waswas kalau rumah ini roboh,” ucapnya.
Kepala Desa Cimanggu, M. Rohman Budiman, mengatakan pemerintah desa langsung menyalurkan bantuan darurat berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan tidur bagi keluarga korban.
“Untuk sementara keluarga Ibu Ai tinggal di rumah orang tuanya yang lokasinya tidak jauh dari rumah yang roboh,” kata Rohman.
Ia menambahkan, rumah milik keluarga Ai sebelumnya sudah masuk dalam usulan program bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu), namun hingga kini belum memperoleh alokasi bantuan.
“Rumah ini sebenarnya sudah beberapa kali kami ajukan untuk program bantuan rumah tidak layak huni, tetapi belum terealisasi. Kami berharap setelah kejadian ini bisa menjadi prioritas untuk segera dibangun kembali,” pungkasnya.***










