CIANJUR TIMES, Cipanas – Semangat berkarya di sektor ekonomi kreatif terus tumbuh di Kabupaten Cianjur. Salah satu pelaku yang konsisten mengembangkan produk kerajinan tangan adalah Bayu Aditya, pendiri brand handmade “Si Pengrajin” asal Cipanas, Kabupaten Cianjur.
Melalui brand tersebut, Bayu memproduksi berbagai aksesori handmade, terutama gelang rajut yang ia buat secara manual menggunakan tali benang berwarna-warni dengan beragam motif dan desain. Seluruh proses pengerjaan dilakukan dengan tangan sehingga setiap produk memiliki karakter dan tingkat eksklusivitas tersendiri.
Produk kerajinan tersebut kini menjadi salah satu karya ekonomi kreatif asal Cianjur yang tidak hanya di wilayah Kabupaten Cianjur, tetapi juga ke masuk sejumlah daerah di Jawa Barat, seperti Bogor, Bandung, Subang, dan beberapa kota lainnya.
Bayu mengatakan, setiap produk yang ia buat membutuhkan waktu pengerjaan yang berbeda-beda, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan desain yang pelanggan inginkan.
“Kalau gelang yang kecil mulai dari Rp25 ribu. Bisa custom by request juga. Untuk proses pembuatannya durasinya tergantung dari desain, kalau yang sederhana tidak sampai satu jam juga selesai. Tapi kalau ada desain khusus biasanya memakan waktu lebih lama,” ujar Bayu.
Menurutnya, beberapa produk bahkan memerlukan waktu pengerjaan hingga beberapa hari karena proses produksi secara detail dan menyesuaikan permintaan konsumen.
Harga produk pun bervariasi, mulai dari Rp25 ribu hingga Rp200 ribu per buah. Harga tersebut tergantung ukuran, tingkat kerumitan motif, dan bahan yang digunakan.
Aktif Ikuti Pameran dan Event Ekonomi Kreatif
Selain mengandalkan pemasaran melalui media sosial, Bayu juga aktif mengikuti berbagai kegiatan ekonomi kreatif, mulai dari pameran, bazar UMKM, hingga event industri kreatif di berbagai daerah di Jawa Barat. Menurutnya, Strategi tersebut efektif untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk handmade asal Cianjur kepada masyarakat yang lebih luas.
“Untuk pemasaran selain di media sosial, saya juga sering mengikuti berbagai event, pameran, bazar, dan UMKM. Kalau di event, senangnya bisa langsung berkomunikasi dengan calon pembeli. Ada masukan-masukan yang bisa saya dapat dan juga memperluas relasi sesama pelaku ekonomi kreatif,” katanya.
Bagi Bayu, usaha yang ia rintis bukan hanya soal menjual produk kerajinan tangan, tetapi juga menjadi ruang untuk terus berkarya. Lalu menunjukkan bahwa produk handmade lokal memiliki nilai dan daya saing di tengah perkembangan industri kreatif.
Ia berharap ke depan produk Si Pengrajin dapat terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat. Sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani memulai usaha di sektor ekonomi kreatif.
“Saya harap produk Si Pengrajin ini dapat terus berkembang dan jadi inspirasi generasi muda untuk berani memulai usaha kreatif,” pungkasnya.***











1 Komentar
Nice!% 😊