CIANJUR TIMES, Cilaku – Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun berinisial M alias A ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang di aliran irigasi Leuwi Tamiang, Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Minggu (5/4/2026).
Korban ditemukan oleh tim gabungan setelah proses pencarian selama kurang lebih lima jam di area sungai dengan kedalaman mencapai sekitar 8 meter.
BACA JUGA : Hilang Selama Tiga Hari, Korban Tenggelam di Sungai Cisadea Ditemukan Meninggal Dunia
Peristiwa tersebut bermula saat korban bersama empat rekannya bermain dan berenang di aliran sungai di Kampung Cipanas sekitar pukul 10.00 WIB.
Sekitar pukul 12.00 WIB, korban diduga terpeleset ke bagian sungai yang lebih dalam dan tidak sempat tertolong oleh teman-temannya.
Kapolsek Cilaku, AKP Isep Sukana, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari warga.
“Korban diduga terpeleset dan tidak bisa ditolong oleh rekannya. Upaya pencarian dilakukan bersama unsur terkait dan warga. Alhamdulillah, korban berhasil ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB,” ujar Isep di lokasi kejadian.
Tim gabungan yang terlibat dalam proses pencarian terdiri dari BPBD, Basarnas, Damkar, TNI-Polri, serta aparat kecamatan dan desa setempat.
Korban Tenggelam Berhasil Ditemukan
Korban berhasil petugas temukan tidak jauh dari titik awal hilangnya korban. Proses evakuasi sempat mengalami kendala karena kondisi medan dan kedalaman sungai yang cukup ekstrem.
“Korban ditemukan masih di sekitar lokasi kejadian. Memang kendala evakuasi pasti ada, tapi bisa diatasi hingga akhirnya korban ditemukan,” tambahnya.
Setelah proses evakuasi evakuasi, petugas membawa jenazah korban ke puskesmas setempat untuk pemeriksaan medis sebelum menyerahkannya kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Imbauan Kepolisian
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang beraktivitas di sekitar sungai.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada. Saat ini hujan sering turun dan debit air meningkat, sehingga sangat berisiko bagi anak-anak yang belum mahir berenang,” pungkas Isep.***
















