Cianjur Times – Informasi terkait pemberlakuan tiket retribusi di kawasan wisata Cibodas, Kabupaten Cianjur, sempat membuat wisatawan bingung. Menanggapi hal tersebut, Dinas Kebudayaan dan (Disbudpar) Kabupaten Cianjur menegaskan bahwa tiket Cibodas Lebaran 2026 untuk pintu masuk utama masih digratiskan.
Sebelumnya, beredar spanduk di pintu masuk kawasan Cibodas yang mencantumkan tarif retribusi sebesar Rp7.000 untuk wisatawan lokal dan Rp35.000 bagi wisatawan mancanegara. Selain itu, foto tiket dengan logo Pemerintah Kabupaten Cianjur juga ramai beredar di media sosial, lengkap dengan dasar hukum Perda Nomor 7 Tahun 2025.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Cianjur, Yudha Azwar, menjelaskan bahwa informasi tersebut merupakan bagian dari sosialisasi rencana kebijakan, bukan penerapan resmi.
“Belum diberlakukan. Itu masih tahap sosialisasi. Untuk waktu penerapannya masih dalam kajian,” ujar Yudha, Kamis (19/3/2026).
Pintu Masuk Cibodas Tetap Gratis Saat Lebaran
Yudha memastikan, selama libur Idulfitri 2026, wisatawan tidak akan membayar biaya retribusi di pintu masuk utama kawasan Cibodas. Pengunjung hanya perlu membeli tiket di masing-masing destinasi wisata yang berada di dalam kawasan.
“Untuk pintu masuk utama masih gratis. Silakan wisatawan membeli tiket sesuai destinasi yang dikunjungi di dalam kawasan,” tegasnya.
Kebijakan ini untuk menjaga kenyamanan wisatawan serta menghindari kebingungan akibat informasi yang belum sepenuhnya valid.
Waspada Pungutan Liar
Dinas Pariwisata juga mengingatkan wisatawan agar waspada terhadap oknum yang mencoba menarik retribusi secara tidak resmi di pintu masuk utama. Jika menemukan praktik tersebut, masyarakat bisa segera melapor.
“Kalau ada yang memungut tiket di pintu depan, silakan laporkan. Karena saat ini memang belum berlaku,” kata Yudha.
Rencana Sistem Tiket Terpadu
Ke depan, pemerintah daerah tengah mengkaji penerapan sistem tiket satu pintu di kawasan wisata Cibodas. Skema ini dapat menyederhanakan proses pembayaran dan meningkatkan kenyamanan pengunjung.
“Kami sedang menjajaki kerja sama agar ke depan tiket bisa satu pintu. Jadi cukup sekali bayar tanpa banyak pungutan di dalam kawasan,” pungkasnya.***




















