Cianjur Times – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur mulai memperketat pengawasan infrastruktur jalan menjelang musim mudik Lebaran 2026. Langkah ini mencakup optimalisasi pengamanan jalur utama melalui 77 kamera pengawas berbasis Area Traffic Control System (ATCS). Kehadiran puluhan titik CCTV Mudik Cianjur ini bertujuan untuk memantau pergerakan kendaraan secara real-time guna mencegah kemacetan parah di titik-titik krusial.
Pemerintah daerah menempatkan kamera pengawas tersebut pada lokasi strategis, mulai dari area perkotaan, perbatasan wilayah, hingga titik rawan kepadatan di jalur utara. Dishub Cianjur memastikan seluruh perangkat teknologi ini terkoneksi langsung dengan pusat kendali. Hal ini memudahkan petugas dalam mengambil keputusan cepat saat terjadi lonjakan volume kendaraan yang tidak terduga.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Cianjur, M Iqbal, menyatakan bahwa koordinasi lintas sektoral terus berjalan intensif. Pihaknya bersinergi dengan Polres Cianjur untuk memastikan kesiapan teknis sebelum arus mudik benar-benar memuncak. Sinergi ini mencakup pembagian data visual dari kamera pengawas untuk menunjang rekayasa lalu lintas di lapangan.
“Kami sudah melakukan pengecekan kamera pengawas yang terpasang beberapa hari lalu. Petugas menemukan beberapa titik kamera tidak berfungsi sehingga langsung melakukan perbaikan. Kami pastikan 77 titik CCTV Mudik Cianjur berfungsi dengan baik saat musim mudik nanti,” ujar M Iqbal saat memberikan keterangan di Cianjur, Senin (2/3).
Penanganan Cepat Melalui Integrasi Data Visual
Pemanfaatan teknologi ATCS memungkinkan Dishub untuk mendeteksi antrean kendaraan sejak dini. Jika kamera menangkap adanya penumpukan yang berpotensi menyebabkan macet total, pusat kendali akan segera mengirim instruksi kepada petugas lapangan. Respon cepat ini menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran jalur penghubung antarprovinsi yang melintasi Bumi Sugih Mukti.
Dinas Perhubungan rutin melakukan pengecekan berkala terhadap perangkat keras maupun perangkat lunak pendukung CCTV Mudik Cianjur. Iqbal berharap seluruh instrumen pengawasan ini bekerja optimal, terutama saat puncak arus mudik dan arus balik Lebaran. Selain memantau macet, kamera ini juga berguna untuk memantau potensi kecelakaan lalu lintas agar penanganan medis atau evakuasi dapat berjalan lebih singkat.
“Pihak kami mengoptimalkan pengawasan arus kendaraan yang keluar dan masuk di jalur utama Cianjur. Kami melakukan penanganan cepat ketika terjadi antrean dengan mengirim petugas langsung ke titik lokasi yang terpantau padat melalui layar monitor,” jelas Iqbal mengenai mekanisme kerja timnya.
Perbaikan PJU dan Fasilitas Keselamatan Jalan
Selain mengandalkan CCTV Mudik Cianjur, aspek keselamatan berkendara di malam hari juga menjadi perhatian serius. Pihak Dinas tengah mengebut perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalur utama. Petugas juga menambah lampu penerangan baru pada lokasi-lokasi yang selama ini gelap dan rawan tindakan kriminalitas maupun kecelakaan.
Berdasarkan data dari aplikasi SiPaJu dan laporan Call Center, masih ada sejumlah titik PJU yang dalam kondisi mati di beberapa kecamatan. Namun, Iqbal mengakui adanya kendala teknis pada beberapa lokasi karena proses pengadaan suku cadang lampu PJU tahun 2026 masih berjalan. Meski demikian, tim teknis tetap mengupayakan perbaikan maksimal pada unit yang tersedia.
“Berdasarkan laporan yang masuk, tidak semua PJU berfungsi dengan baik. Sebagian belum diperbaiki karena komponen atau sparepart lampu masih dalam proses pengadaan barang dan jasa. Kami menargetkan perbaikan PJU di sepanjang jalur mudik tuntas sepekan menjelang Lebaran,” tuturnya menambahkan.
Target Kelancaran Arus Mudik di Jalur Utara hingga Selatan
Dinas Perhubungan Cianjur menargetkan seluruh fasilitas keselamatan jalan, mulai dari lampu penerangan hingga rambu-rambu, siap seratus persen sebelum H-7 Lebaran. Fokus pengamanan tidak hanya tertuju pada wilayah utara yang berbatasan dengan Puncak, tetapi juga menyisir jalur selatan yang kini mulai banyak pemudik pilih sebagai jalur alternatif.
Kenyamanan pemudik menjadi taruhan reputasi pelayanan publik daerah. Dengan integrasi 77 CCTV Mudik Cianjur dan perbaikan infrastruktur lampu, Dinas Perhubungan optimis dapat menekan angka kecelakaan seminimal mungkin. Masyarakat juga perlu untuk tetap waspada dan memanfaatkan informasi lalu lintas yang pemerintah siapkan melalui media sosial resmi demi kelancaran perjalanan menuju kampung halaman.***
















