CIANJUR TIMES – Jawa Barat menyimpan kekayaan kuliner yang luar biasa, salah satunya adalah kelezatan sate dengan bumbu rempah yang kuat. Meski sejarahnya berawal dari wilayah Purwakarta, kini Sate Maranggi Cianjur telah menjadi ikon kuliner yang diburu para pelancong. Khususnya saat berkunjung ke Kota Santri. Para pedagang lokal berhasil mengolah daging domba atau sapi dengan bumbu tradisional dan gula aren hingga menciptakan cita rasa yang autentik.
Kisah kuliner ini bermula dari kreativitas pekerja peternak yang memanfaatkan potongan daging dengan rendaman rempah khusus. Kini, hidangan tersebut berkembang pesat dan menjadi menu wajib bagi siapa saja yang melintasi jalur Puncak hingga pusat kota Cianjur. Tekstur daging yang empuk serta aroma bakaran yang khas membuat sajian ini selalu memiliki tempat di hati para penikmat kuliner daging.

Destinasi Utama Sate Maranggi di Jalur Protokol
Salah satu lokasi yang menjadi primadona bagi wisatawan adalah Sate Maranggi Sari Asih yang terletak di kawasan Cipendawa, Pacet. Pengelola tempat ini menawarkan pilihan daging murni atau campuran lemak (gajih) yang dibakar dengan tingkat kematangan sempurna. Karena lokasinya berada tepat di pinggir jalan raya utama, gerai ini hampir tidak pernah sepi pengunjung, terutama saat akhir pekan.
“Pengunjung bisa pesan jika ingin sate yang isinya daging semua atau campur dengan kulit. Lokasinya yang berada di pinggir jalan raya membuat Sate Maranggi Sari Asih mudah ditemukan,” tulis laporan tinjauan kuliner lokal. Fasilitas area parkir yang luas menjadi nilai tambah bagi rombongan keluarga yang ingin menikmati Sate Maranggi Cianjur dalam porsi besar tanpa harus khawatir kesulitan mencari tempat.

Warung Legendaris dan Pilihan Menu Pendamping Unik
Bagi Anda yang menyukai suasana tempo dulu, Sate Maranggi WaruJajar Ma Nunung di Solokpandan merupakan pilihan yang tepat. Warung legendaris ini tetap konsisten menjaga rahasia bumbunya sejak tahun 1981 hingga saat ini. Keunikan tempat ini terletak pada menu pendampingnya, di mana pengunjung bisa memilih menyantap sate bersama nasi kuning atau ketan bakar yang gurih.
“Warung sate legendaris yang sudah ada sejak tahun 1981 ini masih konsisten memberikan sajian sate maranggi. Bumbu yang meresap sempurna dengan kematangan yang merata membuat pengunjung tidak segan untuk berkunjung kembali,” ungkap pengelola kedai saat menjelaskan kualitas rasa produknya.
Seain itu, pilihan lain yang tak kalah menarik adalah Sate Maranggi Haji Salman. Tempat ini menyajikan sate bersama nasi liwet dan pencok khas Sunda yang segar.
Selain menawarkan rasa yang menggugah selera, resto Haji Salman juga menyediakan fasilitas playground bagi anak-anak.
“Lebih lengkap menyantap sate bersama dengan nasi liwet dan pencok khas sunda yang rasanya semakin mantap. Resto sate maranggi ini juga menawarkan fasilitas playground yang memadai untuk makan bersama si kecil,” tambah pihak pengelola.
Ketiga destinasi Sate Maranggi Cianjur tersebut membuktikan bahwa kualitas daging dan racikan bumbu tetap menjadi kunci utama dalam memanjakan lidah wisatawan.***












