CIANJUR TIMES – Tradisi papajar atau makan bersama menjelang bulan suci Ramadan kini menjadi lebih hemat dengan hadirnya Promo Terbaru Sevillage. Destinasi wisata alam yang terletak di kawasan Puncak ini meluncurkan paket khusus bagi keluarga dan komunitas yang ingin bersilaturahmi. Berlaku mulai 1 Februari hingga 18 Februari 2026, promo ini menawarkan sensasi makan di tengah udara sejuk pegunungan dengan harga yang sangat bersaing.
Manajemen sengaja menghadirkan paket ini untuk memfasilitasi antusiasme masyarakat dalam menyambut bulan puasa. Dengan konsep hidangan tengah atau sharing, pengunjung dapat menikmati kebersamaan yang lebih hangat sambil memandang asrinya alam Puncak. Pihak pengelola memastikan bahwa fasilitas pendukung di lokasi tetap terjaga demi kenyamanan para wisatawan selama musim papajar berlangsung.

Pilihan Paket Makan dan Tiket Wisata untuk Papajar
Marketing Sevillage, Dikdik Andika, menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan dua opsi menarik dalam Promo Terbaru Sevillage kali ini. Opsi pertama merupakan paket makan seharga Rp200.000 yang cukup untuk porsi lima orang. Sementara itu, opsi kedua dibanderol Rp250.000 yang sudah mencakup makan bersama sekaligus lima tiket masuk kawasan wisata. Dengan perhitungan ini, setiap orang hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu untuk berwisata sekaligus makan kenyang.
“Kami menyediakan dua pilihan. Ada paket seharga Rp200.000 untuk 5 orang, dan ada paket Rp250.000 yang sudah termasuk 5 tiket masuk kawasan Sevillage. Jadi, per orang hanya perlu mengeluarkan sekitar 40 hingga 50 ribu rupiah saja untuk makan kenyang dan berwisata,” ujar Andika saat memberikan keterangan resmi. Penawaran ekonomis ini bertujuan menarik minat wisatawan lokal maupun luar daerah agar lebih sering berkunjung ke Cianjur.

Cita Rasa Sunda Autentik dengan Penyajian Tampah
Kualitas rasa tetap menjadi prioritas utama meskipun paket ini menawarkan harga yang sangat terjangkau. Sevillage menyajikan menu sunda autentik seperti Nasi Liwet atau Timbel yang dipadukan dengan lauk pilihan seperti Ayam atau Ikan Nila. Untuk memperkuat sensasi makan di desa, pengelola menyajikan hidangan tersebut menggunakan tampah dan alas daun pisang lengkap dengan sambal dadak serta oseng ceriwis.
“Penyajiannya menggunakan tampah dan daun pisang untuk menjaga cita rasa tradisionalnya. Menu seperti Pencok Kacang dan Oseng Ceriwis kami hadirkan untuk memberikan sensasi makan di desa yang sebenarnya,” tambahnya.
Karena tingginya permintaan selama musim papajar, pengelola menghimbau calon pengunjung untuk melakukan reservasi tempat terlebih dahulu.
“Kami sangat menyarankan pengunjung untuk melakukan reservasi terlebih dahulu agar pelayanan bisa lebih maksimal dan meja tersedia saat kedatangan,” pungkasnya.***












