CIANJUR TIMES – Sebuah bangunan ruko di Jalan Dr Muwardi, tepatnya Ruko Sanya, mengalami musibah kebakaran pada Rabu (14/1/2026) malam. Api mulai terlihat berkobar sekitar pukul 18.20 WIB yang bersumber dari sebuah neon box di lantai dua bangunan. Dugaan sementara menyebutkan bahwa hubungan arus pendek atau korsleting listrik menjadi pemicu utama munculnya api yang sempat mengancam area sekitar.
Beruntung, aksi sigap warga di lokasi kejadian berhasil mencegah si jago merah merembet ke bangunan lain. Meskipun api sempat membakar bagian atap, penanganan cepat menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) membuat situasi segera terkendali sebelum armada pemadam kebakaran tiba untuk melakukan pendinginan total.
Kesigapan Warga Padamkan Api Menggunakan APAR
Fadil Sakib Ramadhan (18), saksi mata yang pertama kali melihat api, menceritakan upayanya menjinakkan kobaran tersebut. Begitu menyadari adanya kebakaran toko, ia segera meminta pengelola untuk memutus aliran listrik guna menghindari risiko fatal. Keberaniannya menaiki atap ruko menjadi kunci api tidak meluas ke pemukiman padat di sekitarnya.
“Iya sebelum naik saya suruh matiin dulu listriknya. Setelah listrik sudah dimatikan saya langsung berusaha naik ke atas atap tersebut,” ungkap Fadil.
Ia mengaku menghabiskan dua tabung APAR milik toko untuk menjinakkan kobaran api di bagian atas.
“Saya langsung memadamkan api menggunakan apar dan menghabiskan dua buah apar. Saat memadamkan lumayan cukup sulit, namun api berhasil padam sekitaran 20 menit lamanya,” jelasnya.
Instalasi Listrik Berantakan Jadi Pemicu Utama
Operator truk Damkar Cianjur, Yusep Yuswandi, mengonfirmasi bahwa penyebab kebakaran toko ini berkaitan erat dengan instalasi kabel yang tidak tertata rapi. Ia mengimbau para pemilik usaha untuk selalu berkoordinasi dengan tenaga ahli saat memasang papan reklame agar keamanan jalur kabel tetap terjamin dan tidak memicu beban berlebih.
“Jadi ini banyak instalasi listrik yang berantakan dan kurangnya pengawasan yang mungkin tidak berkoordinasi dengan pihak terkait. Seharusnya kalau mau pemasangan instalasi listrik tersebut harus berkoordinasi dengan pihak terkait,” tutur Yusep. Beruntung, kerusakan hanya terbatas pada unit neon box dan sebagian atap di lantai dua.
“Kebakaran ini tidak merembet kemana-mana, karena setelah kami datang api sudah padam menggunakan apar milik toko. Namun kami mengecek kembali dan membersihkan api-api yang tersisa,” ucapnya.
Pihak pemadam kebakaran menaksir kerugian materi akibat kebakaran toko ini mencapai sekitar Rp5 juta, yang meliputi kerusakan unit reklame serta seluruh jaringan instalasi listrik yang hangus.***












