Menu

Mode Gelap
Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Cianjur, Teras Rumah hingga Kendaraan Tertutup Debu Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu 15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga Diduga Cemburu, Pria di Cianjur Tewaskan Istri Siri dan Siapkan Lubang di Belakang Mess Pilkades Digital Cianjur Digelar 18 Oktober di 47 Desa, Anggaran Rp2,5 Miliar

Berita

Desak Alat Berat Pergi, Aksi Warga Tolak Geothermal di Kaki Gunung Gede Memuncak

badge-check

Desak Alat Berat Pergi, Aksi Warga Tolak Geothermal di Kaki Gunung Gede Memuncak Perbesar

CIANJUR TIMES – Ratusan warga yang bermukim di kaki Gunung Gede Pangrango berhasil memaksa mundur satu unit alat berat dari wilayah mereka pada Rabu (14/1/2026). Massa yang berkumpul di Kampung Pasircina, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, menggelar unjuk rasa besar-besaran untuk menolak aktivitas terkait proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi. Setelah sebelumnya sempat menyita dan menyegel alat tersebut, warga kini menuntut pengusiran permanen guna menjaga kelestarian lingkungan pegunungan.

Aksi yang berlangsung selama berjam-jam ini akhirnya membuahkan hasil setelah aparat kepolisian melakukan mediasi dengan pihak perusahaan. Petugas memerintahkan pemindahan alat berat dari lokasi penolakan demi menjaga kondusivitas wilayah.

Warga menegaskan bahwa kehadiran infrastruktur proyek tersebut sangat mengancam ekosistem Gunung Gede Pangrango yang selama ini menjadi sumber kehidupan mereka.

Penolakan Tanpa Syarat demi Kelestarian Lingkungan Gunung Gede Pangrango

Aryo Prima, perwakilan warga kaki Gunung Gede Pangrango, menyatakan bahwa gerakan ini murni bertujuan untuk melindungi alam dari kerusakan jangka panjang.

Berbeda dengan konflik lahan pada umumnya, masyarakat di RT 02/RW 03 Kampung Pasircina secara tegas menolak segala bentuk kompensasi dari pihak pengembang. Mereka memandang keutuhan gunung jauh lebih berharga daripada keuntungan materi sesaat.

“Iya kami menolak proyek geothermal dan kami turun lakukan aksi unjuk rasa. Kami menuntut pihak perusahaan untuk mengambil kembali alat berat tersebut,” ujar Aryo Prima saat memberikan keterangan kepada awak media.

Ia menekankan bahwa aksi warga tolak geothermal ini merupakan harga mati bagi masyarakat setempat.

“Mereka menolak bukan masalah akses jalan, bukan masalah tanah garapan, tapi untuk menjaga Gunung Gede Pangrango,” tambahnya.

Peringatan Tegas Warga Terhadap Aktivitas Proyek

Meskipun aksi unjuk rasa kali ini berjalan dengan tertib, warga memperingatkan pihak perusahaan agar tidak kembali menurunkan alat berat di masa mendatang.

Masyarakat tidak akan segan mengambil langkah yang lebih berani jika aspirasi mereka tetap diabaikan. Kerja sama yang baik dengan aparat dalam memindahkan alat berat tersebut diharapkan menjadi sinyal kuat bagi pengembang proyek untuk menghentikan operasional di kawasan tersebut.

“Untuk semacam pengusiran alat berat macam ini, kami menghargai aparat kita yang bekerjasama dengan baik. Bahkan dapat menjaga kondusivitas, serta mencegah terjadinya bentrokan antara aparat dan masyarakat,” kata Aryo.

Namun, ia juga memberikan peringatan keras terkait kemungkinan aktivitas susulan.

“Jika memang nanti ada lagi alat berat untuk ke depannya, tentunya kita akan bertindak lebih tegas lagi. Tetap akan kondusif, tapi mungkin akan lebih radikal,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker

6 September 2026 - 15:56 WIB

anak krakatau

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Cianjur, Teras Rumah hingga Kendaraan Tertutup Debu

6 September 2026 - 15:41 WIB

Abu Vulkanik

Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu

4 September 2026 - 09:03 WIB

ngerayap community

15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga

2 September 2026 - 21:43 WIB

lahan terbakar

Diduga Cemburu, Pria di Cianjur Tewaskan Istri Siri dan Siapkan Lubang di Belakang Mess

2 September 2026 - 13:08 WIB

Pembunuhan peternakan ayam
Trending di Berita