Menu

Mode Gelap
Perumdam Tirta Mukti Cianjur Pastikan Kualitas Air untuk 50 Ribu Pelanggan Tetap Terjaga Saat Kemarau Dana Pensiun PNS Tembus Rp 1 Miliar, Cek Faktanya Pria di Cilaku Cianjur Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya Kebakaran Baru Muncul di Kawasan Kawah Gunung Gede, Relawan Perkirakan Area Terdampak 5 Hektare Diduga Korsleting Listrik, Masjid dan Madrasah di Sukaluyu Cianjur Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp400 Juta Kebakaran Lahan Terjadi di Kawasan Alun-alun Suryakancana Gunung Gede

Berita

Perubahan Status Jalan di Cianjur, Tiga Ruas Nasional Kini Jadi Milik Daerah

badge-check

Perubahan Status Jalan di Cianjur, Tiga Ruas Nasional Kini Jadi Milik Daerah Perbesar

CIANJUR TIMES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur resmi menerima pengalihan wewenang pengelolaan tiga ruas jalan yang semula berstatus jalan nasional. Langkah ini merupakan bagian dari penataan aset infrastruktur antara pemerintah pusat dan daerah. Sebaliknya, pemerintah pusat kini mengambil alih pengelolaan Jalan Lingkar Timur yang sebelumnya berstatus sebagai jalan kabupaten guna mendukung konektivitas antar-wilayah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Cianjur, Eri Rihandiar, menjelaskan bahwa ketiga ruas jalan yang kini berada di bawah wewenang kabupaten adalah Jalan Arief Rahman Hakim, Jalan Prof Moh Yamin, dan Jalan Perintis Kemerdekaan. Perubahan status jalan di Cianjur ini secara otomatis menambah panjang aset jalan milik daerah, khususnya di kawasan perkotaan.

Potensi Penataan Kawasan Perkotaan yang Lebih Terpadu

Eri Rihandiar menilai peralihan status ini akan memberikan kemudahan bagi Pemkab Cianjur dalam melakukan penataan tata ruang. Dengan kepemilikan aset di tangan daerah, koordinasi antar-instansi untuk mempercantik wajah kota menjadi lebih efisien. Meskipun Jalan Lingkar Timur kini menjadi tanggung jawab pusat, Pemkab mencatat masih terdapat beberapa titik yang membutuhkan perbaikan jalan berlubang dan bergelombang di jalur penghubung Bandung-Sukabumi tersebut.

“Saat ini status jalan nasional yang diserahkan dalam kondisi baik, termasuk jalan kabupaten Lingkar Timur dalam kondisi baik namun membutuhkan perbaikan di sejumlah titik, terdapat jalan berlubang dan bergelombang,” ujar Eri Rihandiar pada Selasa (13/1/2026). Ia menambahkan bahwa integrasi jalan kabupaten di wilayah perkotaan kini menjadi lebih solid. “Seiring beralihnya status jalan tersebut, Pemkab Cianjur dapat lebih mudah melakukan penataan karena jalan milik kabupaten di wilayah perkotaan saling terhubung,” tuturnya.

Alokasi Anggaran Pedestrian dan Prosedur Penataan

Meskipun status telah beralih, Pemkab Cianjur tidak bisa serta-merta melakukan perombakan besar pada landasan jalan tanpa seizin pemerintah pusat. Prosedur administrasi yang cukup panjang membuat daerah harus bersabar dalam melakukan rehabilitasi total. Namun, untuk meningkatkan kenyamanan warga, dinas terkait telah menyiapkan anggaran khusus untuk mempercantik area pejalan kaki di sepanjang jalan tersebut.

Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp2 miliar untuk membangun pedestrian sepanjang 200 meter. Saat ini pengerjaannya tengah berlangsung di Jalan Perintis Kemerdekaan. Dana tersebut mencakup penyediaan fasilitas penunjang guna meningkatkan estetika kota. “Dari anggaran Rp2 miliar, termasuk berbagai perlengkapan penghiasnya. Seperti lampu hias, pot bunga dan berbagai fasilitas lainnya, sehingga nyaman dan aman dilalui pejalan kaki,” pungkas Eri.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Perumdam Tirta Mukti Cianjur Pastikan Kualitas Air untuk 50 Ribu Pelanggan Tetap Terjaga Saat Kemarau

9 Agustus 2026 - 20:37 WIB

tirta mukti cianjur

Dana Pensiun PNS Tembus Rp 1 Miliar, Cek Faktanya

9 Agustus 2026 - 20:10 WIB

dana pensiun pns

Pria di Cilaku Cianjur Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya

9 Agustus 2026 - 05:18 WIB

Pria di cilaku

Kebakaran Baru Muncul di Kawasan Kawah Gunung Gede, Relawan Perkirakan Area Terdampak 5 Hektare

8 Agustus 2026 - 15:08 WIB

kebakaran gunung gede

Diduga Korsleting Listrik, Masjid dan Madrasah di Sukaluyu Cianjur Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp400 Juta

7 Agustus 2026 - 06:44 WIB

masjid terbakar
Trending di Berita