Menu

Mode Gelap
Badak Cihea Cup 2026 Resmi Bergulir, Pesta Rakyat Desa Cihea Libatkan Mahasiswa KKN IAI Al-Azhary Satresnarkoba Polres Cianjur Gagalkan Peredaran 14,8 Kilogram Ganja, Dua Tersangka Ditangkap Ojol dan Satlantas Polres Cianjur Gagalkan Pelarian Honda Brio Diduga Hasil Penggelapan Harga BBM Pertamina dan Swasta Kompak Turun, Berikut Daftar Lengkap per 20 Juli 2026 Lima Truk Tangki Air Bersih Siap Layani 14 Kecamatan Terdampak Kekeringan di Cianjur Polisi Gagalkan Tawuran Pelajar di Cibeber, Dua Siswa SMP Diamankan, Satu Bawa Sajam

Berita

Warga Segel Alat Berat Sebagai Bentuk Penolakan Proyek Geothermal di Pacet

badge-check


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

CIANJUR TIMES – Masyarakat di kaki Gunung Gede Pangrango mengambil tindakan tegas dengan menyita dan menyegel satu unit alat berat yang melintasi pemukiman mereka. Aksi ini merupakan bagian dari gerakan penolakan proyek geothermal yang warga nilai tidak transparan dalam proses sosialisasinya. Warga menahan alat berat tersebut di Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, karena mencurigai adanya upaya pembukaan akses jalan secara sembunyi-sembunyi menuju lokasi proyek.

Warga merasa keberatan karena aktivitas alat berat tersebut berlangsung tanpa adanya pemberitahuan resmi kepada lingkungan setempat. Ketegangan sempat terjadi saat masyarakat menyadari bahwa pihak pengembang tetap menjalankan kegiatan meskipun sebelumnya sudah ada kesepakatan untuk menghentikan aktivitas sementara hingga dialog terlaksana.

Kronologi Penahanan Alat Berat di Kampung Pasircina

Aksi penyitaan ini bermula saat warga yang sedang melakukan ronda malam memergoki satu unit alat berat melintas di Kampung Pasircina pada Minggu (11/1/2026) dini hari. Alat berat tersebut masuk ke wilayah pemukiman di RT 02 dan RW 03 saat suasana masih sepi. Aryo Prima, salah satu tokoh warga, menyatakan bahwa warga langsung bergerak untuk menghentikan alat tersebut guna meminta penjelasan.

“Ketahuan ada alat berat itu oleh warga yang ronda malam. Alat berat tersebut melintas di jalan RT 02 dan RW 03,” jelas Aryo Prima pada Senin (12/1/2026).

Warga menduga kuat bahwa kehadiran alat tersebut bertujuan untuk memperlebar jalur yang semula sempit menjadi jalan utama proyek.

“Diduga untuk pelebaran jalan. Karena kan jalurnya sempit, sedangkan ke lokasi lebaran harus 12 meter. Dan yang kami sayangkan tidak ada pemberitahuan sebelumnya pada warga,” tambahnya.

Tuntutan Dialog dan Penegakan Kesepakatan Bersama

Masyarakat menegaskan bahwa penolakan proyek geothermal ini muncul karena adanya kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan rusaknya sumber mata air di kawasan Gunung Gede. Hingga Senin sore, warga masih menunggu kehadiran perwakilan pemerintah atau perusahaan untuk memberikan penjelasan secara terbuka. Karena tidak ada kepastian, warga akhirnya melakukan penyegelan terhadap alat berat tersebut agar tidak dapat beroperasi.

“Sebelumnya kami tegas menolak proyek ini. Apalagi beberapa hari lalu ada kesepakatan untuk dialog dengan semua pihak, dan hingga dialog terjadi tidak boleh ada aktivitas. Tapi malah dilanggar. Makanya kami sita dan tadi juga disegel oleh warga,” tegas Aryo Prima.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Badak Cihea Cup 2026 Resmi Bergulir, Pesta Rakyat Desa Cihea Libatkan Mahasiswa KKN IAI Al-Azhary

21 Juli 2026 - 16:46 WIB

KKN IAI Al-Azhary

Satresnarkoba Polres Cianjur Gagalkan Peredaran 14,8 Kilogram Ganja, Dua Tersangka Ditangkap

21 Juli 2026 - 13:14 WIB

satresnarkoba polres cianjur

Ojol dan Satlantas Polres Cianjur Gagalkan Pelarian Honda Brio Diduga Hasil Penggelapan

21 Juli 2026 - 06:24 WIB

Satlantas Polres

Harga BBM Pertamina dan Swasta Kompak Turun, Berikut Daftar Lengkap per 20 Juli 2026

20 Juli 2026 - 21:31 WIB

Harga BBM Pertamina

Lima Truk Tangki Air Bersih Siap Layani 14 Kecamatan Terdampak Kekeringan di Cianjur

20 Juli 2026 - 20:54 WIB

kekeringan di cianjur
Trending di Berita