CIANJUR TIMES – Akses utama yang menghubungkan wilayah Cianjur menuju Sindangbarang terputus total akibat insiden robohnya infrastruktur kelistrikan. Pergerakan tanah yang melanda Desa Sukajadi, Kecamatan Cibinong, mengakibatkan dua tiang listrik tumbang di Cianjur pada Minggu (12/1/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Kejadian ini tidak hanya menutup badan jalan, tetapi juga memicu padamnya aliran listrik secara meluas di wilayah selatan Cianjur.
Kondisi tanah yang labil pasca guyuran hujan deras menjadi penyebab utama tiang tersebut tidak mampu berdiri kokoh. Meskipun posisi kedua tiang berada di titik yang berbeda, letaknya yang berdekatan membuat material kabel menutupi hampir seluruh permukaan aspal. Petugas di lapangan saat ini tengah bekerja ekstra untuk mengevakuasi material agar arus lalu lintas kembali normal.
Pengendara Tertahan dan Ancaman Sengatan Listrik
Robohnya tiang-tiang tersebut menciptakan kemacetan panjang dari kedua arah karena risiko keselamatan yang sangat tinggi. Para pengendara, terutama pemotor, memilih untuk berhenti dan tidak berani melintas karena melihat kabel-kabel utama yang menjuntai ke jalan raya. Kepolisian setempat langsung mengamankan area kejadian untuk menghindari adanya korban jiwa akibat aliran listrik yang masih aktif di jalur utama tersebut.
Kapolsek Cibinong, AKP Roni Romdhon, mengonfirmasi bahwa cuaca ekstrem memperburuk stabilitas tanah di lokasi kejadian.
“Kejadiannya tadi pagi. Hujan deras disertai angin kencang membuat tanah labil, sehingga tidak mampu menahan beban tiang. Akibatnya tiang ambruk ke jalan,” ujar Roni.
Ia juga memastikan bahwa koordinasi dengan pihak PLN terus berlangsung guna memutus sementara aliran daya di area terdampak.
Penanganan Darurat dan Imbauan Kewaspadaan
Pihak kepolisian bersama instansi terkait sedang melakukan pembersihan material dan pengaturan lalu lintas di sekitar Desa Sukajadi. Fokus utama petugas adalah menyingkirkan kabel yang melintang serta mendirikan kembali tiang agar jalur selatan segera terbuka bagi publik. Insiden tiang listrik tumbang di Cianjur ini menjadi pengingat bagi warga akan potensi bencana hidrometeorologi yang meningkat pada awal tahun ini.
“Kami sedang melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar jalan segera bisa dilalui. Selain tiang yang menghalangi jalan, kami juga mengantisipasi adanya aliran listrik yang membahayakan warga,” tutur Roni.
Ia meminta para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat melintasi zona rawan longsor di jalur selatan Cianjur.
“Tetap waspada saat melintasi jalur rawan longsor. Dengan kondisi hujan deras, tanah semakin labil dan berpotensi terjadi longsor yang bisa menimbun badan jalan,” pungkasnya.***












