Menu

Mode Gelap
Keluarga Pasien Apresiasi kualitas layanan RSUD Cimacan yang Sigap dan Bersih Pemerintah Alihkan Trase Baru Jalur Kereta Cianjur – Bandung Akibat Medan Terjal Program Pemberdayaan dari Badan Bank Tanah Pacu Ekonomi Peternak Cianjur Komisi IV DPRD Soroti Tiga Catatan Penting sektor pendidikan di Cianjur BPBD Laporkan Ribuan Hunian Terdampak bencana alam di Cianjur Sepanjang 2025 Suara dentuman misterius di Cianjur Kembali Hebohkan Warga Puncak

Berita

Program Pemberdayaan dari Badan Bank Tanah Pacu Ekonomi Peternak Cianjur

badge-check


					Program Pemberdayaan dari Badan Bank Tanah Pacu Ekonomi Peternak Cianjur Perbesar

CIANJUR TIMES – Badan Bank Tanah menggandeng Yayasan Astha Cita Masykur untuk menyelenggarakan rangkaian kegiatan edukatif bagi masyarakat penerima Reforma Agraria di Kabupaten Cianjur. Kegiatan yang berlangsung pada 9–10 Januari 2026 ini berfokus pada penguatan kapasitas usaha di sektor peternakan. Melalui inisiatif ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa pemanfaatan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi warga lokal.

Pada hari pertama, sebanyak 65 peserta mendapatkan pelatihan intensif mengenai pengelolaan peternakan rakyat dan praktik pembuatan pakan silase. Satriyo Ardi, Pendiri Garuda Farm Bogor, hadir langsung sebagai narasumber untuk membagikan teknik efisiensi pakan. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi saat mempraktikkan pembuatan silase sebagai solusi pakan alternatif yang lebih hemat dan tahan lama.

Studi Banding dan Implementasi Peternakan Modern

Memasuki hari kedua, panitia memboyong 25 peserta terpilih untuk melakukan studi banding ke Garuda Farm Bogor. Di lokasi tersebut, para peternak mengamati langsung penerapan sistem peternakan terintegrasi serta manajemen pengelolaan usaha yang lebih profesional. Program ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga memiliki visi bisnis yang lebih luas dalam mengelola komoditas ternak mereka.

Plt. Kepala Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat, menegaskan bahwa aspek legalitas lahan harus beriringan dengan produktivitas masyarakat. Ia menilai peningkatan keahlian peternak menjadi faktor krusial dalam program ini. Melalui Program Pemberdayaan Badan Bank Tanah, pemerintah ingin menciptakan kemandirian ekonomi bagi subjek Reforma Agraria.

“Reforma Agraria tidak hanya soal legalitas lahan, tetapi juga bagaimana lahan tersebut dapat dimanfaatkan secara produktif. Peningkatan kapasitas masyarakat menjadi kunci untuk mendorong kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Hakiki Sudrajat.

Sinergi Strategis Badan Bank Tanah untuk Kesejahteraan Masyarakat

Keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi aktif antara otoritas lahan, yayasan sosial, dan praktisi ahli. Perwakilan Yayasan Astha Cita Masykur, Wakhid Masykur, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat secara konsisten. Ia berharap pengetahuan mengenai manajemen pakan dan pemeliharaan ternak dapat segera diimplementasikan oleh warga di lahan HPL Cianjur.

“Kami melihat pemberdayaan masyarakat harus dilakukan secara bertahap dan konsisten. Melalui pelatihan dan studi banding ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga pemahaman mengenai pengelolaan usaha peternakan yang lebih terstruktur, efisien, dan berorientasi jangka panjang. Sinergi dengan Badan Bank Tanah diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah Reforma Agraria,” kata Wakhid Masykur.

Satriyo Ardi menambahkan bahwa penggunaan teknologi sederhana seperti silase merupakan kunci untuk memangkas biaya operasional peternak kecil. Dengan manajemen yang tepat, peternakan rakyat memiliki potensi besar untuk menembus pasar yang lebih luas. Program Pemberdayaan Badan Bank Tanah ini pun menjadi bagian dari strategi jangka menengah pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah Cianjur secara bertahap.

“Dengan teknik manajemen pemeliharaan dan pakan ternak yang tepat, peternakan rakyat dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing sehingga dapat mandiri, berkelanjutan dan menjangkau pasar lebih luas,” jelas Satriyo Ardi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keluarga Pasien Apresiasi kualitas layanan RSUD Cimacan yang Sigap dan Bersih

10 Januari 2026 - 19:56 WIB

Kualitas layanan rsud cimacan

Pemerintah Alihkan Trase Baru Jalur Kereta Cianjur – Bandung Akibat Medan Terjal

10 Januari 2026 - 18:14 WIB

Jalu kereta cianjur - bandung

Komisi IV DPRD Soroti Tiga Catatan Penting sektor pendidikan di Cianjur

10 Januari 2026 - 16:53 WIB

Pendidikan di cianjur

BPBD Laporkan Ribuan Hunian Terdampak bencana alam di Cianjur Sepanjang 2025

10 Januari 2026 - 16:42 WIB

Bencana di cianjur

Suara dentuman misterius di Cianjur Kembali Hebohkan Warga Puncak

9 Januari 2026 - 16:21 WIB

Suara dentuman
Trending di Berita