CIANJUR TIMES – Wakil Bupati Cianjur, Ramzi, akhirnya angkat bicara terkait sorotan publik mengenai aktivitasnya yang masih aktif menjadi pembawa acara (presenter) di televisi nasional. Menanggapi polemik tersebut, Ramzi menegaskan bahwa kegiatannya di dunia hiburan sama sekali tidak membentur aturan hukum maupun tugasnya di pemerintahan.
Ramzi mengaku sudah mempelajari seluruh regulasi sebelum memutuskan untuk tetap mengambil pekerjaan di layar kaca. Ia bahkan melakukan konsultasi dengan berbagai lembaga terkait guna memastikan integritasnya sebagai pejabat publik tetap terjaga.
“Isu ini sebenarnya sudah lama saya tunggu. Yang jelas, semuanya sudah saya pelajari dan tidak ada aturan yang dilanggar. Saya tanya ke semua pihak, termasuk ke KPK juga saya tanyakan, hasilnya tidak ada masalah,” tegas Ramzi Wakil Bupati Cianjur saat ditemui di Pendopo Cianjur, Senin (22/12/2025).
Skala Prioritas Tetap untuk Masyarakat Cianjur
Pria berusia 49 tahun ini menjelaskan bahwa jadwal syutingnya tidak berlangsung setiap hari. Dalam seminggu, ia maksimal hanya mengisi acara sebanyak tiga kali dan selalu kembali ke Cianjur pada malam hari agar bisa langsung melayani warga keesokan paginya.
Politisi Partai NasDem tersebut memberikan jaminan bahwa agenda pemerintahan tetap menjadi prioritas utama. Jika terdapat jadwal syuting yang bentrok dengan agenda penting daerah, ia memastikan akan memilih tetap berada di Cianjur.
“Jika ada acara yang bentrok dan sangat penting di Cianjur, saya pasti memilih Cianjur. Itu sudah menjadi komitmen saya dengan pihak stasiun TV, dan mereka memahaminya. Skala prioritas saya tetap di sini,” ungkapnya.
Respons Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Aktivitas Ramzi Wakil Bupati Cianjur di dunia hiburan juga mendapat respons dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Gubernur menegaskan bahwa aktivitas di luar pemerintahan bukanlah sebuah persoalan besar, selama tugas dan tanggung jawab sebagai wakil kepala daerah tidak terbengkalai.
“Selama itu tidak mengganggu pekerjaannya sebagai wakil bupati, tidak masalah dan tidak bertentangan dengan undang-undang. Secara etik, itu kembali kepada pribadi masing-masing karena ukurannya subjektif,” ujar Dedi Mulyadi, Jumat (19/12).
Dedi tetap memberikan pesan agar setiap pejabat daerah konsisten dalam menjalankan amanah rakyat. Menanggapi hal itu, Ramzi pun meminta doa dari masyarakat agar ia bisa terus menjalankan tugas dengan amanah.
“Alhamdulillah sejauh ini saya masih mampu mengukur diri. Ini kesempatan saya untuk mengabdi. Doakan saja, mudah-mudahan saya tidak korupsi,” pungkas Ramzi.***
















