Menu

Mode Gelap
Menkeu Purbaya Sebut Realisasi Kenaikan Gaji PNS 2026 Bergantung Kondisi Keuangan Negara Menanti Kepastian BSU 2026, Apakah Program Subsidi Upah Akan Berlanjut? Perkuat Birokrasi Modern, BKN Integrasikan Pengelolaan Arsip ASN Digital Melalui DMS dan MyASN Gratis dan Tanpa Antre, Begini Cara Melakukan Skrining BPJS Kesehatan Secara Mandiri Meriahkan Tahun Baru, TWA Sevillage Hadirkan Hiburan Menarik dan Promo Wahana Baru Kades Mengundurkan Diri, DPMD Pastikan Pelayanan Desa Langensari Tetap Normal

Berita

Siswa MAN 1 Cianjur Trauma Makan Tempe dan Ayam Usai Keracunan MBG

badge-check


					Siswa MAN 1 Cianjur Trauma Makan Tempe dan Ayam Usai Keracunan MBG Perbesar

Cianjur, cianjurtimes.com – Sejumlah siswa MAN 1 Cianjur mengalami trauma pascakejadian keracunan massal yang diduga berasal dari makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Beberapa siswa bahkan menolak mengonsumsi tempe dan daging ayam yang orang tua mereka siapkan, karena mengingatkan pada menu terakhir dari program MBG.

Salah satu orang tua siswa menyampaikan bahwa anaknya yang duduk di kelas 10 menolak makan tempe goreng buatan rumah dua hari setelah insiden keracunan terjadi.

“Kemarin saya masakkan tempe mendoan, tapi anak saya tidak mau menyentuhnya. Katanya rasanya mirip seperti makanan MBG yang terakhir dia makan,” ungkapnya, Kamis (24/4/2025).

Ia juga menjelaskan bahwa anaknya tidak hanya menolak tempe, tetapi juga hidangan berbahan dasar daging ayam.

“Sepertinya masih trauma. Kalau melihat ayam pun langsung kehilangan nafsu makan,” tambahnya.

Kepala MAN 1 Cianjur, Erma, membenarkan bahwa kejadian keracunan tersebut menimbulkan trauma bagi sebagian siswa.

“Karena kejadiannya baru saja, wajar jika masih ada siswa yang trauma. Tapi kami optimistis kondisi mereka akan membaik seiring waktu,” jelasnya.

Untuk membantu pemulihan mental siswa, pihak sekolah berencana memberikan edukasi tentang program MBG dan berdiskusi bersama orang tua terkait kualitas penyedia makanan.

“Kami akan bahas apakah perlu mengganti dapur penyedia MBG. Tapi pergantian pun belum tentu menjamin mutu lebih baik. Mungkin setelah kejadian ini, penyedia yang sama justru akan memperbaiki layanannya,” katanya.

Dinas Pendidikan Turunkan Tim Pasca Keracunan di MAN 1 Cianjur

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk menangani dampak insiden tersebut.

“Sejak kejadian, kami langsung lakukan pengawasan dan evaluasi. Selain itu, kami juga menyiapkan tim pemulihan untuk membantu siswa yang terdampak trauma,” ujarnya.

Ia menambahkan, Dinas akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan makanan program MBG memenuhi standar kelayakan.

“Program ini masih tahap uji coba. Di Cianjur baru beberapa sekolah yang menjalankannya. Kami akan jadikan ini sebagai pelajaran penting agar ketika penerapan secara resmi, kejadian serupa tidak terulang,” tegas Ruhli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menkeu Purbaya Sebut Realisasi Kenaikan Gaji PNS 2026 Bergantung Kondisi Keuangan Negara

2 Januari 2026 - 09:38 WIB

kenaikan gaji pns 2026

Menanti Kepastian BSU 2026, Apakah Program Subsidi Upah Akan Berlanjut?

2 Januari 2026 - 09:27 WIB

cek bsu bpjs ketenagakerjaan

Perkuat Birokrasi Modern, BKN Integrasikan Pengelolaan Arsip ASN Digital Melalui DMS dan MyASN

2 Januari 2026 - 09:20 WIB

ASN Digital

Gratis dan Tanpa Antre, Begini Cara Melakukan Skrining BPJS Kesehatan Secara Mandiri

2 Januari 2026 - 09:17 WIB

pemutihan tunggakan bpjs kesehatan

Meriahkan Tahun Baru, TWA Sevillage Hadirkan Hiburan Menarik dan Promo Wahana Baru

2 Januari 2026 - 08:53 WIB

twa sevillage
Trending di Berita