Menu

Mode Gelap
Sinergi KKN IAI Al-Azhary dan Warga Rawasalak Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Bojongpicung Tiga Maling Motor Terekam CCTV, Honda Beat Milik Petani Raib di Bojongpicung Cianjur Perumdam Tirta Mukti Luncurkan Air Minum Kemasan Bersertifikat SNI Rumah dan Pondok Pesantren di Bojongpicung Cianjur Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp250 Juta Disbudpar Cianjur Catat Retribusi Wisata Cibodas Capai Rp500 Juta, Naik 100 Persen dari Tahun Lalu Bunga Edelweiss Dikelilingi Sampah Plastik, BBTNGGP Siapkan Operasi Bersih di Alun-Alun Suryakencana

Berita

Jembatan Cibogo Sukaresmi Kembali Berdiri dalam Waktu Singkat

badge-check

Jembatan Cibogo, penghubung antar kampung di Desa Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur saat ini sudah bisa dilalui. (Foto : vito/cianjurtimes.com). Perbesar

Jembatan Cibogo, penghubung antar kampung di Desa Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur saat ini sudah bisa dilalui. (Foto : vito/cianjurtimes.com).

Cianjur, Cianjurtimes.com – Masyarakat dan pengguna jalan kini dapat kembali melintasi Jembatan Cibogo, penghubung antar kampung di Desa Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur. Jembatan ini sebelumnya putus akibat luapan sungai. Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, meresmikan penggunaan jembatan tersebut, menandai pemulihan akses penting bagi warga setempat.

“Kami bergerak cepat setelah kejadian. Kepala dinas langsung meninjau lokasi, dan perencanaan jembatan darurat segera kami lakukan. Dalam 26 hari, jembatan ini sudah berdiri lagi, bahkan mobil pun bisa melintas,” ungkap Bupati Wahyu melalui akun Instagram pribadinya (@dr.mohammadwahyuferdian) pada Sabtu, (29/3/2025).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Asep Kusmanawijaya, menjelaskan bahwa jembatan dalam peresmian kemarin masih berstatus darurat, meski sudah mampu menahan beban kendaraan roda empat.

“Jembatan Gelagar ini masih dalam kategori darurat, namun mobil sudah bisa lewat. Sebelumnya, jembatan sementara dari bambu hanya bisa dilalui motor. Dinas Perkim merencanakan pembangunan jembatan ini dengan dana dari Belanja Tidak Terduga (BTT), totalnya sekitar Rp400 juta,” jelas Asep via telepon.

Proses pembangunan jembatan memakan waktu sekitar 20 hari, termasuk pembersihan puing-puing jembatan lama.

“Pengerjaan fisik memakan 14 hari, namun pembersihan puing memakan waktu lebih lama. Jembatan ini memiliki batas kapasitas maksimal dua ton, dan mampu bertahan hingga dua tahun,” tambahnya.

Asep menegaskan bahwa keputusan dan anggaran untuk pembangunan jembatan permanen berada di tangan pemerintah desa.

“Karena ini jalan desa, kewenangan ada di kepala desa. Anggaran pembangunan jembatan permanen akan tergantung pada keputusan mereka,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sinergi KKN IAI Al-Azhary dan Warga Rawasalak Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Bojongpicung

26 Juli 2026 - 18:41 WIB

KKN IAI Al-Azhary

Tiga Maling Motor Terekam CCTV, Honda Beat Milik Petani Raib di Bojongpicung Cianjur

25 Juli 2026 - 22:21 WIB

maling motor di Bojongpicung

Perumdam Tirta Mukti Luncurkan Air Minum Kemasan Bersertifikat SNI

25 Juli 2026 - 08:27 WIB

air minum tirta mukti

Rumah dan Pondok Pesantren di Bojongpicung Cianjur Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp250 Juta

25 Juli 2026 - 07:45 WIB

kebakaran di bojongpicung

Disbudpar Cianjur Catat Retribusi Wisata Cibodas Capai Rp500 Juta, Naik 100 Persen dari Tahun Lalu

24 Juli 2026 - 18:27 WIB

kunjungan ke kebun raya cibodas
Trending di Berita