Menu

Mode Gelap
Jalur Kereta Api Cianjur-Bandung Bakal Aktif Lagi, Pemkab Siapkan Pembenahan Total Perluas Jangkauan, RSUD Cimacan Jalin Kerja Sama Strategis dengan Lima Instansi Panduan Lengkap Pendaftaran Tamtama: Jadwal dan Syarat rekrutmen TNI AD 2026 Saksi Sebut Dominasi Stafsus Bikin Pegawai Kemendikbud Ketakutan di sidang nadiem makarim Buruan Klaim! Daftar Kode Redeem FC Mobile 6 Januari 2026, Banjir Gems dan Pemain Ikonik Teka-Teki dentuman misterius di Puncak, BMKG dan PVMBG Berbeda Analisis

Berita

Jembatan Cibogo Sukaresmi Kembali Berdiri dalam Waktu Singkat

badge-check


					Jembatan Cibogo, penghubung antar kampung di Desa Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur saat ini sudah bisa dilalui. (Foto : vito/cianjurtimes.com). Perbesar

Jembatan Cibogo, penghubung antar kampung di Desa Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur saat ini sudah bisa dilalui. (Foto : vito/cianjurtimes.com).

Cianjur, Cianjurtimes.com – Masyarakat dan pengguna jalan kini dapat kembali melintasi Jembatan Cibogo, penghubung antar kampung di Desa Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur. Jembatan ini sebelumnya putus akibat luapan sungai. Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, meresmikan penggunaan jembatan tersebut, menandai pemulihan akses penting bagi warga setempat.

“Kami bergerak cepat setelah kejadian. Kepala dinas langsung meninjau lokasi, dan perencanaan jembatan darurat segera kami lakukan. Dalam 26 hari, jembatan ini sudah berdiri lagi, bahkan mobil pun bisa melintas,” ungkap Bupati Wahyu melalui akun Instagram pribadinya (@dr.mohammadwahyuferdian) pada Sabtu, (29/3/2025).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Asep Kusmanawijaya, menjelaskan bahwa jembatan dalam peresmian kemarin masih berstatus darurat, meski sudah mampu menahan beban kendaraan roda empat.

“Jembatan Gelagar ini masih dalam kategori darurat, namun mobil sudah bisa lewat. Sebelumnya, jembatan sementara dari bambu hanya bisa dilalui motor. Dinas Perkim merencanakan pembangunan jembatan ini dengan dana dari Belanja Tidak Terduga (BTT), totalnya sekitar Rp400 juta,” jelas Asep via telepon.

Proses pembangunan jembatan memakan waktu sekitar 20 hari, termasuk pembersihan puing-puing jembatan lama.

“Pengerjaan fisik memakan 14 hari, namun pembersihan puing memakan waktu lebih lama. Jembatan ini memiliki batas kapasitas maksimal dua ton, dan mampu bertahan hingga dua tahun,” tambahnya.

Asep menegaskan bahwa keputusan dan anggaran untuk pembangunan jembatan permanen berada di tangan pemerintah desa.

“Karena ini jalan desa, kewenangan ada di kepala desa. Anggaran pembangunan jembatan permanen akan tergantung pada keputusan mereka,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jalur Kereta Api Cianjur-Bandung Bakal Aktif Lagi, Pemkab Siapkan Pembenahan Total

7 Januari 2026 - 11:48 WIB

kereta cianjur-padalarang

Perluas Jangkauan, RSUD Cimacan Jalin Kerja Sama Strategis dengan Lima Instansi

7 Januari 2026 - 10:40 WIB

RSUD Cimacan

Panduan Lengkap Pendaftaran Tamtama: Jadwal dan Syarat rekrutmen TNI AD 2026

6 Januari 2026 - 19:42 WIB

rekrutmen tni ad 2026

Saksi Sebut Dominasi Stafsus Bikin Pegawai Kemendikbud Ketakutan di sidang nadiem makarim

6 Januari 2026 - 19:33 WIB

sidang nadiem makarim

Buruan Klaim! Daftar Kode Redeem FC Mobile 6 Januari 2026, Banjir Gems dan Pemain Ikonik

6 Januari 2026 - 17:24 WIB

Kode redeem fc mobile
Trending di Berita