Menu

Mode Gelap
Kebakaran GBI Nehemia Cianjur, Api Padam Setelah Lima Jam DPMD Cianjur: 47 Desa Gelar Pilkades Serentak Pertengahan Oktober Kecelakaan Beruntun Libatkan 5 Kendaraan di Jalur Puncak, 2 Meninggal dan 9 Luka Dari Lahan Bekas HGU Jadi Produktif, Bank Tanah Kelola 980 Hektare di Cianjur Hari Juang Polri, Polres Cianjur Telusuri Kisah 67 Polisi Kibarkan Merah Putih Sebelum Proklamasi Pasca Kebakaran, Penutupan Pendakian Gunung Gede Pangrango Diperpanjang hingga 31 Agustus 2026

Berita

Jembatan Cibogo Sukaresmi Kembali Berdiri dalam Waktu Singkat

badge-check

Jembatan Cibogo, penghubung antar kampung di Desa Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur saat ini sudah bisa dilalui. (Foto : vito/cianjurtimes.com). Perbesar

Jembatan Cibogo, penghubung antar kampung di Desa Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur saat ini sudah bisa dilalui. (Foto : vito/cianjurtimes.com).

Cianjur, Cianjurtimes.com – Masyarakat dan pengguna jalan kini dapat kembali melintasi Jembatan Cibogo, penghubung antar kampung di Desa Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur. Jembatan ini sebelumnya putus akibat luapan sungai. Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, meresmikan penggunaan jembatan tersebut, menandai pemulihan akses penting bagi warga setempat.

“Kami bergerak cepat setelah kejadian. Kepala dinas langsung meninjau lokasi, dan perencanaan jembatan darurat segera kami lakukan. Dalam 26 hari, jembatan ini sudah berdiri lagi, bahkan mobil pun bisa melintas,” ungkap Bupati Wahyu melalui akun Instagram pribadinya (@dr.mohammadwahyuferdian) pada Sabtu, (29/3/2025).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Asep Kusmanawijaya, menjelaskan bahwa jembatan dalam peresmian kemarin masih berstatus darurat, meski sudah mampu menahan beban kendaraan roda empat.

“Jembatan Gelagar ini masih dalam kategori darurat, namun mobil sudah bisa lewat. Sebelumnya, jembatan sementara dari bambu hanya bisa dilalui motor. Dinas Perkim merencanakan pembangunan jembatan ini dengan dana dari Belanja Tidak Terduga (BTT), totalnya sekitar Rp400 juta,” jelas Asep via telepon.

Proses pembangunan jembatan memakan waktu sekitar 20 hari, termasuk pembersihan puing-puing jembatan lama.

“Pengerjaan fisik memakan 14 hari, namun pembersihan puing memakan waktu lebih lama. Jembatan ini memiliki batas kapasitas maksimal dua ton, dan mampu bertahan hingga dua tahun,” tambahnya.

Asep menegaskan bahwa keputusan dan anggaran untuk pembangunan jembatan permanen berada di tangan pemerintah desa.

“Karena ini jalan desa, kewenangan ada di kepala desa. Anggaran pembangunan jembatan permanen akan tergantung pada keputusan mereka,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kebakaran GBI Nehemia Cianjur, Api Padam Setelah Lima Jam

23 Agustus 2026 - 22:52 WIB

Kebakaran Gereja Cianjur

DPMD Cianjur: 47 Desa Gelar Pilkades Serentak Pertengahan Oktober

23 Agustus 2026 - 19:00 WIB

pilkades serentak

Kecelakaan Beruntun Libatkan 5 Kendaraan di Jalur Puncak, 2 Meninggal dan 9 Luka

22 Agustus 2026 - 00:43 WIB

Kecelakaan beruntun di Puncak

Dari Lahan Bekas HGU Jadi Produktif, Bank Tanah Kelola 980 Hektare di Cianjur

21 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Bank tanah

Hari Juang Polri, Polres Cianjur Telusuri Kisah 67 Polisi Kibarkan Merah Putih Sebelum Proklamasi

21 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Hari juang polri
Trending di Berita