Menu

Mode Gelap
Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat Dibuka, Kemensos Sediakan 8.180 Formasi Guru dan Tendik CCN Gelar Nobar Film Nasional di Cipanas, Libatkan 190 Anak Penyandang Disabilitas Gempa Cianjur, KA Siliwangi Sempat Berhenti untuk Pemeriksaan Jalur Gempa Cianjur Hari Ini: Magnitudo 3,4 Guncang Sejumlah Wilayah, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami Investasi Kabupaten Cianjur Tembus Rp607 Miliar pada Triwulan Pertama 2026 Ratusan Dapur MBG Cianjur Belum Lengkapi Dokumen Lingkungan dan Sanitasi

Berita

Bagaimana Hasil Sidang Isbat? BRIN Prediksi Awal Ramadan 19 Februari 2026

badge-check


					Bagaimana Hasil Sidang Isbat? BRIN Prediksi Awal Ramadan 19 Februari 2026 Perbesar

CIANJUR TIMES – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi adanya potensi perbedaan penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah di Indonesia. Berdasarkan pengamatan astronomis, 1 Ramadan kemungkinan besar jatuh pada 19 Februari 2026 jika merujuk pada pemantauan hilal lokal. Masyarakat kini tengah menantikan kepastian resmi yang biasanya pemerintah umumkan melalui hasil sidang isbat setelah melakukan proses pemantauan di berbagai titik.

Perbedaan prediksi ini muncul karena adanya dua parameter yang berbeda, yakni penggunaan hilal global dan hilal lokal. Situasi ini menuntut pemahaman masyarakat agar tetap menjaga toleransi jika terjadi perbedaan memulai ibadah puasa tahun ini. Peneliti menekankan bahwa posisi bulan di wilayah Indonesia saat ini menjadi faktor utama yang menentukan perbedaan waktu tersebut.

Analisis Hilal Global Versus Hilal Lokal

Koordinator KR Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa ketidaksamaan ini bukan sekadar masalah metode hisab atau rukyat. Menurutnya, fenomena kali ini lebih disebabkan oleh cakupan wilayah pemantauan hilal yang digunakan oleh masing-masing kelompok. Hal ini tentu akan memengaruhi data yang masuk sebagai bahan pertimbangan dalam penetapan hasil sidang isbat mendatang.

“Perbedaan kali ini berbeda dengan yang sebelumnya karena beda metode (hisab vs rukyat) atau beda kriteria (Wujudul Hilal vs Imkan Rukyat). Perbedaan kali ini karena beda hilal global vs hilal lokal,” ujar Thomas kepada wartawan pada Selasa (17/2/2026).

Ia merinci bahwa hilal global sudah memenuhi kriteria di wilayah Alaska pada waktu magrib nanti, sehingga pengguna Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) menetapkan awal Ramadan pada 18 Februari 2026.

Posisi Bulan di Indonesia Masih di Bawah Ufuk

Lebih lanjut, Thomas memaparkan bahwa posisi bulan di wilayah Indonesia dan Asia Tenggara saat ini masih sangat rendah. Secara teknis, kriteria Imkanur Rukyat belum terpenuhi di wilayah lokal pada tanggal 17 Februari sore. Data astronomis ini menunjukkan bahwa bulan masih berada di bawah ufuk. Sehingga kemungkinan besar puasa baru akan mulai serentak pada Kamis lusa.

“Hilal global merujuk terpenuhinya kriteria Imkan Rukyat di mana saja. Pada saat magrib 17 Februari kriteria itu terpenuhi di Alaska, maka pengguna Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) menetapkan awal Ramadan 18 Februari 2026,” jelas Thomas mengenai standar global.

Namun, untuk wilayah tanah air, ia memiliki catatan tersendiri.

“Hilal lokal merujuk wilayah Indonesia dan Asia Tenggara. Pada saat magrib 17 Februari, posisi hilal belum memenuhi kriteria Imkan Rukyat. Bahkan, di Indonesia posisi bulan masih di bawah ufuk,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat Dibuka, Kemensos Sediakan 8.180 Formasi Guru dan Tendik

8 Juni 2026 - 09:04 WIB

PPPK Sekolah Rakyat

CCN Gelar Nobar Film Nasional di Cipanas, Libatkan 190 Anak Penyandang Disabilitas

8 Juni 2026 - 08:35 WIB

ccn

Gempa Cianjur, KA Siliwangi Sempat Berhenti untuk Pemeriksaan Jalur

6 Juni 2026 - 21:51 WIB

KA Siliwangi

Gempa Cianjur Hari Ini: Magnitudo 3,4 Guncang Sejumlah Wilayah, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

6 Juni 2026 - 21:23 WIB

gempa cianjur hari ini

Investasi Kabupaten Cianjur Tembus Rp607 Miliar pada Triwulan Pertama 2026

6 Juni 2026 - 20:40 WIB

dpmptsp cianjur
Trending di Berita