Menu

Mode Gelap
Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu 15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga Diduga Cemburu, Pria di Cianjur Tewaskan Istri Siri dan Siapkan Lubang di Belakang Mess Pilkades Digital Cianjur Digelar 18 Oktober di 47 Desa, Anggaran Rp2,5 Miliar HMI Cianjur: Pernyataan Cak Imin Berpotensi Mencederai Nilai Inklusivitas NU Dugaan Pelanggaran Etika Mahasiswa KKN, ABC Desak Kampus Perkuat Pembinaan

Berita

PWI Cianjur Gelar Doa dan tabur Bunga Mengenang 2 Tahun Gempa Cianjur

badge-check

Ketua PWI Cianjur, Ahmad Fikri saat proses tabur bunga mengenang gempa bumi Cianjur yan terjadi 2 tahun lalu. (Foto : Ario Rosmana) Perbesar

Ketua PWI Cianjur, Ahmad Fikri saat proses tabur bunga mengenang gempa bumi Cianjur yan terjadi 2 tahun lalu. (Foto : Ario Rosmana)

CIANJURTIMES, Cianjur – Puluhan Jurnalis dari dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cianjur menggelar doa bersama dan tabur bunga dalam rangka peringatan dua tahun gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 di Cugenang, Cianjur.

Kegiatan berlangsung di Tebing Sate Sinta, Desa Cibereum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Kamis (21/11/2024).

Gempa dahsyat yang terjadi pada 21 November 2022 itu menelan ratusan korban jiwa dan berdampak pada ribuan warga.

Ketua PWI Cianjur, Ahmad Fikri, mengatakan kegiatan ini untuk mengenang peristiwa kelam tersebut.

“Hari ini, tepat pada tanggal 21 November, kita mengenang masa sulit akibat gempa,” ujar Ahmad Fikri.

Fikri mengungkapkan, peristiwa itu menjadi pengalaman pertama dirinya meliput bencana di wilayah sendiridan memberikan duka mendalam, meski keluarga besar PWI Cianjur tidak menjadi korban jiwa.

“Kami merasakan bagaimana sulitnya meliput bencana di rumah sendiri, sekaligus menjadi korban,” tambahnya.

Baca Juga : PMI Cianjur Kirim Logistik dan Relawan Bantu Penyintas Gempa Bandung

Pemilihan Tebing Sate Sinta sebagai lokasi upacara lantaran merupakan tempat yang kerap jurnalis gunakan untuk melaporkan dampak gempa.

Lokasi ini juga menjadi saksi bisu banyaknya korban tertimbun tanah longsor akibat gempa.

“Lebih dari 30 orang tertimbun di sini, dan bahkan di akhir pencarian, ada lima hingga enam korban lagi yang belum ditemukan,” jelas Fikri.

Ia menambahkan, jalan nasional di kawasan tersebut sempat padat saat gempa terjadi.

Banyak kendaraan dan pelajar melintas, membuat suasana semakin mencekam.

“Situasi saat itu sangat sibuk, kami juga bingung karena ini adalah rumah kami sendiri,” paparnya.

Fikri mengingatkan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat maupun jurnalis saat meliput di wilayah rawan bencana.

“Tidak ada berita yang seharga nyawa. Wartawan harus selalu mengutamakan keselamatan,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu

4 September 2026 - 09:03 WIB

ngerayap community

15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga

2 September 2026 - 21:43 WIB

lahan terbakar

Diduga Cemburu, Pria di Cianjur Tewaskan Istri Siri dan Siapkan Lubang di Belakang Mess

2 September 2026 - 13:08 WIB

Pembunuhan peternakan ayam

Pilkades Digital Cianjur Digelar 18 Oktober di 47 Desa, Anggaran Rp2,5 Miliar

31 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Pilkades digital cianjur

Pemkab Cianjur Catat 100 Warga Keberatan karena Desil Kesejahteraan Berubah

29 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Desil
Trending di Berita