Menu

Mode Gelap
Polsek Mande Dukung Program Ketahanan Pangan, Petani Desa Jamali Panen Jagung Hibrida Kebun Raya Cibodas Tetapkan Tarif Baru, Pengelola Pastikan Sesuai Aturan PNBP BRIN Polsek Cugenang Intensif Kawal Program Ketahanan Pangan melalui Budidaya Jagung Hibrida SMKN 1 Cipanas Jadi Sekolah Percontohan Nasional Pendidikan Vokasi Pariwisata Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat Dibuka, Kemensos Sediakan 8.180 Formasi Guru dan Tendik CCN Gelar Nobar Film Nasional di Cipanas, Libatkan 190 Anak Penyandang Disabilitas

Berita

PWI Cianjur Gelar Doa dan tabur Bunga Mengenang 2 Tahun Gempa Cianjur

badge-check


					Ketua PWI Cianjur, Ahmad Fikri saat proses tabur bunga mengenang gempa bumi Cianjur yan terjadi 2 tahun lalu. (Foto : Ario Rosmana) Perbesar

Ketua PWI Cianjur, Ahmad Fikri saat proses tabur bunga mengenang gempa bumi Cianjur yan terjadi 2 tahun lalu. (Foto : Ario Rosmana)

CIANJURTIMES, Cianjur – Puluhan Jurnalis dari dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cianjur menggelar doa bersama dan tabur bunga dalam rangka peringatan dua tahun gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 di Cugenang, Cianjur.

Kegiatan berlangsung di Tebing Sate Sinta, Desa Cibereum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Kamis (21/11/2024).

Gempa dahsyat yang terjadi pada 21 November 2022 itu menelan ratusan korban jiwa dan berdampak pada ribuan warga.

Ketua PWI Cianjur, Ahmad Fikri, mengatakan kegiatan ini untuk mengenang peristiwa kelam tersebut.

“Hari ini, tepat pada tanggal 21 November, kita mengenang masa sulit akibat gempa,” ujar Ahmad Fikri.

Fikri mengungkapkan, peristiwa itu menjadi pengalaman pertama dirinya meliput bencana di wilayah sendiridan memberikan duka mendalam, meski keluarga besar PWI Cianjur tidak menjadi korban jiwa.

“Kami merasakan bagaimana sulitnya meliput bencana di rumah sendiri, sekaligus menjadi korban,” tambahnya.

Baca Juga : PMI Cianjur Kirim Logistik dan Relawan Bantu Penyintas Gempa Bandung

Pemilihan Tebing Sate Sinta sebagai lokasi upacara lantaran merupakan tempat yang kerap jurnalis gunakan untuk melaporkan dampak gempa.

Lokasi ini juga menjadi saksi bisu banyaknya korban tertimbun tanah longsor akibat gempa.

“Lebih dari 30 orang tertimbun di sini, dan bahkan di akhir pencarian, ada lima hingga enam korban lagi yang belum ditemukan,” jelas Fikri.

Ia menambahkan, jalan nasional di kawasan tersebut sempat padat saat gempa terjadi.

Banyak kendaraan dan pelajar melintas, membuat suasana semakin mencekam.

“Situasi saat itu sangat sibuk, kami juga bingung karena ini adalah rumah kami sendiri,” paparnya.

Fikri mengingatkan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat maupun jurnalis saat meliput di wilayah rawan bencana.

“Tidak ada berita yang seharga nyawa. Wartawan harus selalu mengutamakan keselamatan,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polsek Mande Dukung Program Ketahanan Pangan, Petani Desa Jamali Panen Jagung Hibrida

12 Juni 2026 - 13:09 WIB

Polsek mande

Kebun Raya Cibodas Tetapkan Tarif Baru, Pengelola Pastikan Sesuai Aturan PNBP BRIN

11 Juni 2026 - 15:19 WIB

Tarif Kebun raya Cibodas

Polsek Cugenang Intensif Kawal Program Ketahanan Pangan melalui Budidaya Jagung Hibrida

11 Juni 2026 - 14:40 WIB

Ketahanan Pangan

SMKN 1 Cipanas Jadi Sekolah Percontohan Nasional Pendidikan Vokasi Pariwisata

9 Juni 2026 - 09:45 WIB

smkn 1 cipanas

Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat Dibuka, Kemensos Sediakan 8.180 Formasi Guru dan Tendik

8 Juni 2026 - 09:04 WIB

PPPK Sekolah Rakyat
Trending di Berita