Menu

Mode Gelap
Kecelakaan Beruntun Libatkan 5 Kendaraan di Jalur Puncak, 2 Meninggal dan 9 Luka Dari Lahan Bekas HGU Jadi Produktif, Bank Tanah Kelola 980 Hektare di Cianjur Hari Juang Polri, Polres Cianjur Telusuri Kisah 67 Polisi Kibarkan Merah Putih Sebelum Proklamasi Pasca Kebakaran, Penutupan Pendakian Gunung Gede Pangrango Diperpanjang hingga 31 Agustus 2026 Posko Pengaduan Pemkab Cianjur Terima 500 Aduan Masyarakat Sejak 2025 Unik, Warga Cianjur Cukup Baca Pancasila untuk Dapat Pengobatan Gratis

Berita

PWI Cianjur Gelar Doa dan tabur Bunga Mengenang 2 Tahun Gempa Cianjur

badge-check

Ketua PWI Cianjur, Ahmad Fikri saat proses tabur bunga mengenang gempa bumi Cianjur yan terjadi 2 tahun lalu. (Foto : Ario Rosmana) Perbesar

Ketua PWI Cianjur, Ahmad Fikri saat proses tabur bunga mengenang gempa bumi Cianjur yan terjadi 2 tahun lalu. (Foto : Ario Rosmana)

CIANJURTIMES, Cianjur – Puluhan Jurnalis dari dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cianjur menggelar doa bersama dan tabur bunga dalam rangka peringatan dua tahun gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 di Cugenang, Cianjur.

Kegiatan berlangsung di Tebing Sate Sinta, Desa Cibereum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Kamis (21/11/2024).

Gempa dahsyat yang terjadi pada 21 November 2022 itu menelan ratusan korban jiwa dan berdampak pada ribuan warga.

Ketua PWI Cianjur, Ahmad Fikri, mengatakan kegiatan ini untuk mengenang peristiwa kelam tersebut.

“Hari ini, tepat pada tanggal 21 November, kita mengenang masa sulit akibat gempa,” ujar Ahmad Fikri.

Fikri mengungkapkan, peristiwa itu menjadi pengalaman pertama dirinya meliput bencana di wilayah sendiridan memberikan duka mendalam, meski keluarga besar PWI Cianjur tidak menjadi korban jiwa.

“Kami merasakan bagaimana sulitnya meliput bencana di rumah sendiri, sekaligus menjadi korban,” tambahnya.

Baca Juga : PMI Cianjur Kirim Logistik dan Relawan Bantu Penyintas Gempa Bandung

Pemilihan Tebing Sate Sinta sebagai lokasi upacara lantaran merupakan tempat yang kerap jurnalis gunakan untuk melaporkan dampak gempa.

Lokasi ini juga menjadi saksi bisu banyaknya korban tertimbun tanah longsor akibat gempa.

“Lebih dari 30 orang tertimbun di sini, dan bahkan di akhir pencarian, ada lima hingga enam korban lagi yang belum ditemukan,” jelas Fikri.

Ia menambahkan, jalan nasional di kawasan tersebut sempat padat saat gempa terjadi.

Banyak kendaraan dan pelajar melintas, membuat suasana semakin mencekam.

“Situasi saat itu sangat sibuk, kami juga bingung karena ini adalah rumah kami sendiri,” paparnya.

Fikri mengingatkan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat maupun jurnalis saat meliput di wilayah rawan bencana.

“Tidak ada berita yang seharga nyawa. Wartawan harus selalu mengutamakan keselamatan,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kecelakaan Beruntun Libatkan 5 Kendaraan di Jalur Puncak, 2 Meninggal dan 9 Luka

22 Agustus 2026 - 00:43 WIB

Kecelakaan beruntun di Puncak

Dari Lahan Bekas HGU Jadi Produktif, Bank Tanah Kelola 980 Hektare di Cianjur

21 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Bank tanah

Hari Juang Polri, Polres Cianjur Telusuri Kisah 67 Polisi Kibarkan Merah Putih Sebelum Proklamasi

21 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Hari juang polri

Pasca Kebakaran, Penutupan Pendakian Gunung Gede Pangrango Diperpanjang hingga 31 Agustus 2026

21 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Penutupan pendakian

Posko Pengaduan Pemkab Cianjur Terima 500 Aduan Masyarakat Sejak 2025

21 Agustus 2026 - 00:22 WIB

Posko pengaduan Pemkab Cianjur
Trending di Berita