Menu

Mode Gelap
THR PPPK Paruh Waktu Cianjur Belum Cair Usai Lebaran, Guru Pertanyakan Kepastian Kebakaran di Cipanas Cianjur, 12 Rumah Hangus Diduga Akibat Ledakan Gas Stok Gas Elpiji Cianjur Mulai Normal Usai Terdampak Kemacetan Mudik Lebaran 2026 Wisatawan Kebun Raya Cibodas Naik 20 Persen Saat Libur Lebaran 2026 Misteri Kematian 4 Warga Mande Cianjur, Polisi Selidiki Dugaan Miras Oplosan Pembatasan Media Sosial Anak Diperketat, Diskominfo dan Disdikpora Cianjur Gencarkan Edukasi

Berita

Kasus Kekerasan terhadap Anak Tinggi, DPPKBP3A Luncurkan Susan Peka

badge-check


					Kasus Kekerasan terhadap Anak Tinggi, DPPKBP3A Luncurkan Susan Peka Perbesar

CIANJURTIMES, Cianjur – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Cianjur, meluncurkan program Sistem Urusan Pelaporan Kekerasan terhadap Anak (Susan Peka) dan mencanangkan sekolah ramah anak.

Kepala DPPKBP3A Cianjur, Amad Mutawali mengatakan, peluncuran program tersebut karena kasus kekerasan terhadap anak di Cianjur masih sangat tinggi.

“Selama 2023, jumlah kekerasan terhadap anak terdata sekitar 62 kasus dan angka tersebut tergolong tinggi. Maka dari itu kami luncurkan program ini,“ ujarnya (29/4/2024).

Ia memaparkan, jenis kekerasan yang banyak anak-anak alami di antaranya korban perundungan (bullying), seksual, serta kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). DPPKBP3A Cianjur berupaya mengadvokasi kasus tersebut sebagai bentuk penyelesaian. “Ada yang selesai dengan cara kekeluargaan, ada juga melalui jalur hukum,” imbuhnya.

Namun, sambung dia, kasus kekerasan terhadap anak seperti fenomena gunung es karena tak semua korban kekerasan mau melaporkan karena mereka menganggap hal tersebut sebagai aib atau tabu.

“Aplikasi Susan Peka ini untuk mengatasi semua permasalahan itu, sekaligus juga kami mencanangkan sekolah ramah anak serta pelantikan pengurus Forum Anak Daerah periode 2024-2026,” jelasnya.

Terkait aplikasi Susan Peka, Mutawali menyebutkan, pada prinsipnya untuk mendorong kesadaran pelaporan dari masyarakat seandainya terjadi kasus kekerasan. Dengan adanya aplikasi itu maka memudahkan penanganan dan pelayanan yang bisa diakses masyarakat.

“Peran Forum Anak Daerah kita optimalkan juga. Perannya sangat penting karena Forum Anak Daerah itu bisa jadi pelopor juga pelapor. Pelopor karena mereka bisa jadi contoh, sedangkan pelapor mereka yang melaporkan kasus kekerasan,” terangnya.

Mutawali menambahkan, peran sekolah ramah anak juga terus dioptimalkan untuk membangun kolaborasi, sehingga bisa meminimalkan angka kekerasan. DPPKBP3A berupaya memaksimalkan penyelesaian dan pencegahan.

“Semua pihak harus terlibat menyelesaikan dan mencegah kasus kekerasan terhadap anak,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

THR PPPK Paruh Waktu Cianjur Belum Cair Usai Lebaran, Guru Pertanyakan Kepastian

28 Maret 2026 - 19:38 WIB

Thr pppk paruh waktu

Kebakaran di Cipanas Cianjur, 12 Rumah Hangus Diduga Akibat Ledakan Gas

28 Maret 2026 - 19:13 WIB

kebakaran di cipanas

Stok Gas Elpiji Cianjur Mulai Normal Usai Terdampak Kemacetan Mudik Lebaran 2026

28 Maret 2026 - 08:08 WIB

stok gas elpiji di cianjur

Wisatawan Kebun Raya Cibodas Naik 20 Persen Saat Libur Lebaran 2026

28 Maret 2026 - 07:56 WIB

wisatawan kebun raya cibodas

Misteri Kematian 4 Warga Mande Cianjur, Polisi Selidiki Dugaan Miras Oplosan

28 Maret 2026 - 07:50 WIB

miras oplosan di cianjur
Trending di Berita