CIANJUR TIMES, Cugenang – Warga memasang pagar bambu di tebing bekas longsor di Jalan Raya Puncak, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Pemasangan pagar tersebut dilakukan untuk mencegah pengendara berhenti dan berkumpul di lokasi yang masuk zona merah, sekaligus menanggapi aktivitas buang air besar di saluran air yang warga gunakan.
Camat Cugenang, Ali Akbar, mengatakan warga memasang pagar bambu itu beberapa hari sebelum laporan ia terima. Bambu tersebut berasal dari kebun milik warga.
“Dipagari oleh warga, menggunakan bambu yang diambil dari kebun-kebun warga,” kata Ali, Minggu (11/10/2026).
Menurut Ali, warga merasa terganggu karena sejumlah pengendara kerap berhenti pada malam hari di sekitar lokasi. Aktivitas tersebut, menurutnya, termasuk buang air besar di saluran air yang warga gunakan untuk mencuci.
“Saluran air itu warga gunakan untuk mencuci. Tapi malah banyak yang buang air besar di sana. Makanya warga geram dan akhirnya memagar lokasi tersebut dengan bambu,” ujarnya.
Selain persoalan kebersihan, lokasi tersebut juga kerap menjadi tempat pengendara beristirahat atau berkumpul. Padahal, tebing di kawasan itu pernah mengalami longsor saat gempa bumi Cianjur pada 2022.
Ali mengatakan warga kemudian memasang pagar tidak hanya di sekitar saluran air, tetapi juga sepanjang tebing bekas longsor. Pagar tersebut turut membatasi ruang bagi kendaraan untuk berhenti atau parkir di sepanjang lokasi.
“Banyak yang nongkrong di sana. Padahal itu zona bahaya, pernah longsor saat gempa dan menelan banyak korban jiwa. Makanya sekalian pagarnya tidak hanya dari saluran air, tetapi hingga sepanjang tebing yang longsor supaya tidak ada lagi yang singgah dan nongkrong di lokasi berbahaya tersebut,” pungkasnya.***









