CIANJUR TIMES, Cianjur — Abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mencapai sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). Abu terlihat menempel di teras rumah, halaman, hingga kendaraan milik warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat sebaran abu vulkanik terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari kawasan utara hingga selatan Cianjur.
Wilayah yang terdampak antara lain Cipanas, Pacet, Cianjur, Cugenang, Warungkondang, Gekbrong, Karangtengah, Ciranjang, Haurwangi, hingga sejumlah wilayah di bagian selatan Cianjur.
Kepala BPBD Cianjur Iwan Karyadi mengatakan abu vulkanik di sejumlah lokasi terlihat cukup tebal. Kondisi tersebut membuat warga perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melakukan aktivitas di luar rumah.
BPBD mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker apabila harus keluar. Warga juga diminta menutup rapat sumber air bersih serta ventilasi rumah untuk mencegah abu masuk ke dalam rumah.
Selain itu, warga disarankan rutin membersihkan teras dan halaman agar abu tidak menumpuk.
Abu Menempel di Teras Rumah Warga
Salah seorang warga Kecamatan Mande, Rismawati (37), mengaku baru menyadari adanya abu vulkanik ketika hendak membersihkan teras rumah pada pagi hari.
Awalnya, Rismawati mengira rasa berdebu di teras berasal dari debu biasa di sekitar rumah. Namun, setelah melihat informasi mengenai sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah Cianjur, ia kemudian memeriksa kondisi terasnya.
“Awalnya aku mau keluar ambil handuk, sekalian mau nyapu. Pas nginjak teras, kok tiba-tiba kayak ngeres. Aku pikir dari luar, dari lingkungan,” ujar Rismawati.
Setelah memeriksa bagian teras, Rismawati menemukan cukup banyak material halus yang menempel di permukaan. Ia kemudian membersihkannya agar tidak semakin menumpuk.
“Pas ngecek medsos ternyata lagi ramai, banyak debu vulkanik di Cianjur. Ternyata memang benar, banyak banget. Pas aku kumpulin juga ternyata banyak banget,” katanya.
Rismawati berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama dan abu tidak kembali menyebar ke wilayah tempat tinggalnya.
“Harapannya mudah-mudahan ke depannya nggak ada lagi abu vulkanik,” ucapnya.
BPBD Cianjur hingga kini terus memantau kondisi dan perkembangan sebaran abu vulkanik di wilayah Kabupaten Cianjur.***















